Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 09


__ADS_3

Hari telah berganti.. Suasana pondokpun tak berubah.. Terdengar suara santri sedang membaca Al-Quran,ada juga yang sedang menghafal kitab bahkan ada pula yang sedang bersenda gurau..


Hari ini, Shahia ingin mencuci pakaiannya karena kemarin telah disibukkan dengan berbagai aktifitas..


Terlihat juga Evi yang sedang bersiap siap untuk mencuci pakaian juga..


"Evi.. Ente mau nyuci juga?" tanya Shahia


"Iya ni sha.. Banyak banget cucian ane.. Ente sih enak dikit.. Ane banyak banget" kata Evi


"Gimana kita saling membantu.. Kita bagi tugas.. Cucian kamu dan aku kita satuin aja.. Biar aku deh yang giles (ngucek) pakaiannya.. Nah nanti kamu yang bilas yaa dengan air bersih" kata Shahia


"Nah boleh tuh.. Biar kita gak terlalu cape" kata Evi


"Iyaa.. Yaudah ayo kita ke hamam" ajak Shahia


"Huhh ane gak nyangka cucian ane banyak banget.. Padahal baru kemarin ane nyuci" kata Evi


"Boros sih sama pakaian.. Kalo pake baju tuh yang sekiranya masih bersih dan tidak bau digantung aja pakai hanger.. Jangan di embruk embrukin.. Kan jadi lecek dan lembab" kata Shahia


"Hanger ane pd ilang sha.. Ane punya 3lusin.. tapi pd di ghosop semua.. Tinggal selusin doang hanger ane" kata Evi


"Yaudah nanti ane pinjemin dehh.. Lagian ente punya temen knp gak mau minjem sih" kata Shahia


"Hehe ane takut lupa mulanginnya shaa" kata Evi


"Yeee ngapain takut.. Ya kalo emang nantinya ilang mau diapain coba ya biarin aja" kata Shahia


Selesai mereka mencuci baju, mereka langsung menuju jemuran asrama.. Terlihat beberapa santriwati juga sedang menjemur pakaiannya..


"Shaa jemur disini aja.. Masih legaa" usul Evi


"Iyaa disni aja.. Yuk jemur" ajak Shahia


setelah menjemur pakaian mereka masih berada disana.. Menikmati angin sepoi sepoi dari atas bangunan tersebut..


Ya, jemuran asrama memang berada diatas asrama..


"Enak ya vi disini.. Anginnya kenceng" kata Shahia


"Ho'oh sha.. Kita juga bisa melihat pemandangan dari atas sini.. Kira2 asrama banin keliatan gak yaa.. Siapa tau aja ada banin lagi jemur sarung.. Hihi" kata Evi


"Husshh ngawur ente.. Gak keliatan lahh kan kehalang sama bangunan sekolah" kata Shahia


"Ya kali gitu sha.. Nanti kan kalau keliatan kita teriakin dari sini.. Woy banin.. I love you.. gituu.. Haha" kata Evi


"Hahahaha jangan gila kamu.. Iyaaa kalau baninnya cakep.. Kalau standar?" kata Shahia


"Yaa kalau standar kita bilang aja i hate you"


"hahahahahah" tawa mereka berdua


Mereka begitu menikmati udara pada hari itu.. Shahia senang berada disini.. Dia ingin sekali terus berada dipondok ini.. Sudah dia niatkan dihatinya saat nanti dia lulus,dia ingin mengabdikan dirinya disini.. Bukan karena ada gus Afnan dan bakalan menjadi istri gus Afnan.. Tapi karena memang dia mencintai tempat ini.. Toh walaupun nanti dia tidak berjodoh juga dia ingin sekali tetap berada disini.. Itulah impian Shahia karena terlalu cinta sama pondoknya ini..

__ADS_1


Saat mereka sampai dikamar, terdengar suara tawa dari dalam kamarnya..


cklek


"Ehh ada Hasna" kata Evi


"Hai vii.. Sini duduk.. Ana sama Ratna lagi cerita cerita nih" kata Hasna


"Cerita apa? kayanya seru" kata Evi


"Jadi ane tuh lagi cerita sama Hasna kalau ane dulu pernah merasakan yang namanya cinta monyet" kata Ratna


"APAAHH?? Ente cinta sama monyety?" kata Evi


"ihhh bukaaan.. Tapi cinta monyet.. Suka sama cowo waktu masih kecil.. Waktu masih SD" kata Ratna


"Owhh kirain cinta sama monyet.. Kalau iya berarti kamu gak waras rat" kata Evi


"Kalau Hasna pernah cinta monyet" tanya Shahia yang kini imut nimbrung


"Gak pernah.. Ane baru merasakan cinta pas disni.. Cinta pada pandangan pertama" kata Hasna


"Wahh sama siapa? banin kelas berapa?" tanya Evi


"Dia tidak sekolah.. Tapi dia ustadz disni" jawab Hasna


"Siapa? ustadz Ali? ustadz miftah? atau siapa?" tanya Ratna


"Mau mau" jawab Evi dan Ratna


"Ahh ntr ane dihukum sama keamanan kita ini nih (sambil ngelirik Shahia) kalau ketawan suka sama cowo" kata Hasna


"Yaelah has.. Gak lah masa cuma suka doang dihukum.. Kecuali nte pcran baru dihukum" jelas Shahia


"Hmm ane suka sama gus Afnan" bisik Hasna


"AAAAPPPAAA" kaget Shahia


"Biasa aja shaaa budek kuping ane tau" kata Rtna


"Au dihh.. Biasanya ngomong lembut ngapa jadi kaya toa si mulutnya sekarang" kata Evi


"Ente bener suka sm gus Afnan pangeran ane?" kata Evi


"Emng dia pacaran sama ente vi?" tanya Hasna


"Enggak siih cuma cwe cwe sini pada suka sama beliau" jelas Evi


"Owh ternyata cowo yang dimaksud Hasna itu gus Afnan" batin Shahia


Setelah perbincangan itu, Shahia menjadi pendiam.. Hatinya berkecamuk.. Antara dia kasihan sama Hasna karena cintanya bertepuk sebelah tangan (soalnya gus Afnan kan sudah melamar Shahia.. Sudah pasti gus Afnan cintanya sm Shahia lah yaa.. Hihi) sama dia juga cemburu dan takut gus Afnan akan berpaling darinya.. Secara Hasna cantik..


Keesokkan harinya setelah pulanh sekolah, tak sengaja Shahia bertemu dengan gus Afnan yang sedang berjalan dengan gus Arkan..

__ADS_1


"Assalamualaikum dek" salam gus Afnan


"Wa'alaikumussalam gus" jawab Shahia


"Mau kemana ukhty?" tanya gus Arkan


"Mau ke taman samping pesantren gus" jawab Shahia


"Yasudah.. Kita pamit dl ya" kata gus Afnan


"Tunggu gus Afnan" panggil Shahia


"Ya dek?" kata gus Afnan


"Apa gus Afnan ada waktu? ada yang mau Shahia tanyakan" kata Shahia


"Ya.. Kayanya penting.. Apa ini tentang hubungan kita dek" tanya gus Afnan yang diangguki oleh Shahia


Akhirnya mereka ke taman samping pesantren untuk mengobrol.. Tentu ditemani oleh gus Arkan agar tidak menjadi fitnah.


"Adek sering ksni?" tanya gus Afnan


"Iyaa kalau lg pengen sendiri pasti kesini" jawab Shahia


"Adek mau bicara apa?" tanya gus Afnan lagi


"Gus.. Jika ada yang mencintai gus Afnan apa gus Afnan akan menerima dia dan berpaling dari Shahia?" tanya shahia ragu


"Hahaha dek dek kamu ngomong apa sih? emang siapa yang cinta sama ana? setau ana kan cuma adek doang yang cinta sama ana.. ya kan?" ledek gus Afnan


"Ihh gus ana serius" kata Shahia


"Dek.. Ana sudah mengkhitbahmu.. melamarmu.. Memintamu untuk menjadi istri ana.. itu adalah sebuah keseriusan ana.. disitu adek bisa menilai, bahwa ana hanya mencintai adek seorang.. Ingat dek, seorang laki laki yang mencintaimu dialah laki laki yang tak ragu untuk menikahimu.. Karena dia sudah yakin pada pilihan hatinya dan pada pilihan Allah.. Bagi dia wanita yang ia pinta kepada orang tua si perempuan itu adalah Takdirnya.. Ana percaya adek takdir ana maka dari itu ana meminta nte kepada orang tua nte.. Adek gak perlu meragukan itu lagi.. Lagi pula siapa yang mencintai ana? yang ngefans banyak" kata gus Afnan


"Ihh gus pede.. Tapi iya si yang ngefans banyak.. Gus.. Hasna yang mencintaimu.. Dia jatuh cinta pada pandangan pertama sama gus Afnan" kata Shahia


"Tapi ana jatuh cinta pada pandangan pertama sama nte.. Hehe.. Biarlah sha dia mencintai ane.. Bukannya ane jahat tidak mau membalaa cintanya.. Tapi karena hati ane hanya ada 1 dan itu cm buat Shahia Ghania Al-Mahiyra" kata gus Afnan


"Gus Afnan gombal ihh.. " kata Shahia malu


"Hehehehe biarkan pesantren ini menjadi saksi cinta kita dek.. Dimana saat cinta kita itu tumbuh dari pandangan pertama.. Yang datangnya dari mata turun kehati.. Dan kita sama2 merasakan itu saat kita bertemu di pesantren ini" kata gus Afnan


"Terimakasih gus telah mencintai Shahia" kata Shahia


"Tak perlu berterimakasih untuk sebuah cinta.. Karena itu bersifat alami.. Bukan buatan ataupun paksaan" kata gus Afnan sambil tersenyum


"Ekhheemm.. Eekkhhemmm.. Bukan jd obat nyamuk lagi nih ana.. Tapi jd sarang nyamuk" kata gus Arkan


bersambung..


Terimakasih yang sudah membaca.. Dukung aku terus yaa dengan cara like,komen dan vote.. Jangan lupa beri rating juga yaa.. Hihi


Terimakasih.. I Love You All.. 😘😘

__ADS_1


__ADS_2