
Hari terus berganti, tak terasa Haflatul imtihan telah tiba..
Acara dimulai dengan pembacaan tahlil tahmid dan maulid.. Para santri sibuk dengan persiapan tampil mereka.. Begitupun dengan Shahia dan teman teman seangkatannya, mereka mempersiapkan diri untuk acara wisudanya..
Dibarisan kursi paling depan, telah berjajar para asataidz, Abah, Umi, gus Afnan dan gus Arkan tak lupa baby Ziya yang dipangku oleh Umi..
Orang tua dan abang dari Shahia pun juga terlihat disana menghadiri acara kelulusan Shahia.. Dan masih banyak lagi para wali santri yang lainnya..
Acara demi acara dilewati, kini acar inti yaitu acara wisuda para santriwan dan santriwati..
Abah selaku pimpinan yayasan memberi wejangan, nasihat kepada para santri..
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.. Alhamdulillah wa syukuri kita masih dapat berkumpul menghadiri acara wisuda anak anak kami tercinta..
Nak, Abah tak banyak pesan.. Abah hanya minta jaga lah nama almamatermu.. Bangga kan kedua orang tua kalian.. Lihatlah perjuangan mereka dalam membiayai kalian agar kalian bisa belajar menimba ilmu disini..
Lihatlah nak perjuangannya..
Panas, hujan mereka terjang demi kalian anak tercinta.. Sekarang adalah kelulusan kalian.. Ini bukan akhir dari perjuangan kalian dalam menbalas budi, tapi ini adalah awal kalian untuk membalas budi jasa orang tua kalian.. Amalkan setiap ilmu yang telah didapat.. Jangan kalian sia2kan.. Jangan kalian sia2 kan perjuangan orang tua kalian.. Bayangkan jika pada hari kalian diwisuda, lalu kalian mendapat kabar bahwa salah satu orang tua kalian ada yang meninggal.. Apa yang sudah kalian lakukan untuk mereka? apa yang sudah kalian berikan untuk mereka? cita cita hanyalah tinggal cita cita.. Yang selagi masih ada orang tuanya, sayangi mereka, hormati mereka, bahagiakan mereka.. Bukan uang dari kalian yang mereka minta agar mereka bahagia.. Tapi kebahagiaan kalian yang mereka mau.. Maka dari itu jangan sia siakan ilmu kalian.. Kejarlah mimpi kalian.. Kejarlah cita cita kalian agar kalian bahagia dan membuat orang tua bangga.. Itu saja.. Orang tua tidak meminta apapun dari kalian.. Dan untuk yang salah satu orang tuanya sudah tidak ada, bahagikan lah yang masih ada.. Doakan yang sudah tiada.. Hanya doa anak sholih yang akan membahagiakan mereka yang telah pergi..
Hanya itu pesan Abah.. Jagalah almamater kalian.. Kalian adalah santri dan selamanya akan menjadi santri..
Mungkin kita akan berpisah, tapi yakin lah kita akan bertemu kembali di Jannahnya.. Aamiin ya Rabbal alaamin.. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh"
Tak hanya santri yang diwisuda, tapi santri lain bahkan para hadirin yang hadir pun juga menangis saat mendengar ucapan Abah..
Kini penampilan Wisudawan wisudawati.. Mereka menyanyikan lagu kenangan dengan tangis dan haru..
🎶 Sungguh ku rasakan indah
Mengalir disetiap langkahku
Tawa canda, suka duka selalu..
Lautan luas membentang
Gambarkan kisah perjalanan ku
Seiring ombak badai berlalu..
Sepanjang perjuangan takkan pernah lepas dari cobaan
__ADS_1
Namun semua, takkan menjadi beban
Saat bersama kawan..
Sejuta kenangan indah
Yang tersimpan takkan pernah terlupa
Selama hidupku, ku dapatkan dan ku rasakan..
Di dalam ke bersamaan
Memori takkan terganti
Seiring berjalannya waktu
Kita lalui bersama.. 🎶
Tangis para wisudan pecah, begitu pula yang menyaksikan..
Dilayar besar ditampilkan beberapa video dan foto selama angkatan itu berada di pesantren.. Aktivitas selama 3 tahun itu di putar dalam layar besar menambah haru acara tersebut..
Kini hanyalah tinggal kenangan yang tersisa..
3 tahun kita bersama dalam suka dan duka..
Tangis, amarah, senang semua bercampur menjadi satu..
Sahabat..
Terimakasih telah memberikan warna pelangi yang indah selama perkenalan kita..
Ku harap pelangi itu tak akan pudar..
Kenanglah aku dalam ingatan mu..
Doa kan aku dalam setiap sujud mu..
Sahabat..
Biarlah kita terpisah oleh jarak dan waktu..
__ADS_1
Karena setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan..
Tapi berjanjilah kawan..
Perpisahan ini adalah jalan pertemuan kita kembali bertemu di Jannahnya kelak..
Oh Guruku..
Terimakasih telah memberi warna yang indah..
Terimakasih atas setiap tetes keringat yang mengalir dari dahimu..
Terimakasih telah sabar menghadapi kami muridmu ini Guru..
Oh Pondokku..
Di tempat ini lah karakterku di bentuk..
Di tempat ini lah mental ku di bangun..
Dari tempat inilah aku akan memimpin Dunia untuk kejayaan Umat..
Ya Allah ya Tuhan ku..
Panjangkan lah umur mereka, panjangkan umur para guru guruku..
Agar aku dapat melihatnya dan menunjukkan kepadanya 'Aku sukses berkat dirinya'
Sehatkan lah badannya ya Allah..
Rabbana atina fiddunia hasanah, wafil akhirati hasanah,wakina adzabannar.. Aamiin
Kenanga aku di dalam doa mu Ustadz ku.. "
Bersambung..
Huhuhu.. 😢
Siapa yang jadi inget masa masa kelulusan?
Author jadi sedih mengingat itu semua ðŸ˜
__ADS_1