Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 93


__ADS_3

"Ustadzah Uca, perkenalkan ini ustadz Bahar, temen ana dari cairo" kata gus Afnan


"Ahh.. Iya.. Ana Uca." kata ustadzah Uca 


"Ana Bahar" kata Bahar


"Zinaaa mataaaa" goda gus Arkan


"Kaaan." panggil gus Afnan memperingati jangan meledek


"Halalin dong, jangan diliatin aja. Hehe" kata gus Arkan


"Mentang mentang udah zuad ente gus" kata ustadz Hafidz


"Wahh iyalahh" kata gus Arkan bangga


"Ya gak sepuh?" lanjut gus Arkan melirik mata ke arah ustadz Hanafi


"Yoiii" jawab ustadz Hanafi


Mereka berbincang bincang di kantor.. 


Untuk ustadz Bahar ia belum mendapat jadwal ngajar, mungkin esok akan ada jadwal mengajarnya.. Hari ini hanya perkenalan dengan rekan rekan guru saja.. 


Sepulang dari kantor, siangnya ustadz Bahar kefikiran dengan ustadzah Uca.. 


Ia teringat kembali saat kemarin bertabrakan dengan ustadzah Uca dan hari ini mereka bertemu lagi.. 


"Perasaan apa ini ya Allah?" batin Bahar


Ia lalu kembali berkumpul sama para ustadz pengabdian.. 


Ia dan ustadz Hafidz pergi menuju dapur untuk meminta siapa saja yang berada di dapur membuatkannya kopi..


Saat ia sudah selesai dan membawa teko berisi kopi, ia berpapasan dengan ustadzah Uca.. Ia grogi dan malu.. Hatinya berdegup kencang.. 


"Assalamualaikum" salam ustadzah Uca tersenyum


"Wa'alaikumussalam" jawab ustadz Bahar dan ustadz Hafidz tersenyum juga


Mereka kemudian berjalan kembali menuju pondok putra tempat para ustadz.. 

__ADS_1


"Suka?" tanya ustqdz Hafidz


"Apa dia sudah ada yang punya?" tanya ustadz Bahar


"Belum.. Dia begitu tertutup" kata ustadz Hafidz


"Apa ente ada ustadzah yang ente suka? Atau santri gitu?" tanya ustadz Bahar


"Ada.. Dia ustadzah sini.. Sahabatnya ning Shahia juga.. Orangnya rame" kata ustadz Hafidz membayangkan seseorang


"Siapa?" tanya ustadz Bahar


"Nanti ente juga tau.. Dia ustadzah yang paling rame disini dari dulu zamannya dia sekolah" kata ustadz Hafidz tersenyum


"Kenapa belum dinikahin?" tanya ustadz Hafidz


"Belum waktunya.. Tapi sudah ana pastiin ia tidak memiliki kekasih atau semacamnya" kata ustadz Hafidz


"Hmm gitu yaa" kata ustadz Bahar mengangguk


"Ko jadi bahas ane.. Kan lagi nahas ente.. Haha" kata ustadz Bahar tertawa


"Jika jodoh hamba di pesantren ini.. Ana ikhlas ya Allah, ana sangat terima dengan senang hati" batin ustadz Bahar


"Iyaa, berkat pesantren ini banyak mereka yang dipertemukan disini.. Pesantren ini menjadi saksi cinta mereka." kata ustadz Hafidz


"Semoga kita salah satu dari mereka yang beruntung yang dapat jodoh disini" kata ustadz Hafidz


"Aamiin ya Allah" kata ustadz Bahar


Di asrama putri kamar pengabdian ustadzah, ustadzah Ratna sedang pusing mendengar ocehan temannya yang kehilangan baju tidur.. 


"Apaa sih Evi?" tanya ustadzah Ratna


"Baju tidur ana ilaaang, yang keropi" kata ustqdzah Evi


"Udah sii nanti juga ketemu.. Cari yang bener.. Keselip kali sama jemuran santri yang lainnya" kata ustadzah Ratna


"Gak ada.. Itu baju tidur kesayangan ana rat.. Hadduhh kemana yaa." kata ustadzah Evi yang sudah mau menangis


"Jangan nangis.. Cengeng banget.. Nanti diliat santri malu.. Konyol kan ustadzah nangis cuma gara gara baju tidur doang.. Hahahaha" kata ustadzah Ratna

__ADS_1


"Boodooo" ketus ustadzah Evi


"Dahh minta beliin baru aja sana sama ustadz Bahar" kata ustadzah Ratna


"Siapa tuh?" tanya ustadzah Evi


"Yahahahaha gini nih yang gak tau info.. Ada ustadz baru temennya gus Afnan dari cairo.. Cakeepp.. Jamil jiddan (ganteng banget) " kata ustadzah Ratna


"Asli cairo?" tanya ustadzah Evi


"Asli indo.. Tapi kuliah di cairo bareng gus Afnan" kata ustadzah Ratna


"Ooooooooo" kata ustadzah Evi


"Udah gitu doang?" tanya ustadzah Ratna


"Lahh terus Evi harus apa? Ke asrama cowo nyari yang namanya ustadz Bahar gitu?? Helloo.. Yang bener aja kelleeesss" kata ustadz Evi


"Sana ahh pergi.. Berisik" usir ustadzah Ratna


"Mamaaaaahhh baju Evi ilaaang" teriak ustadzah Evi pura pura nangis


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung


Siapa yaa cewe yang dimaksud ustadz Hafidz? Dan apa ustadz Bahar akan menemukan cintanya di pesantren itu? 

__ADS_1


Terimakasih yang setia membaca karyaku..  😊😊


__ADS_2