Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 111 Season 2


__ADS_3

Hari telah berganti.. Para santri sedang disibukkan untuk persiapan acara drama 3 bahasa yang akan mereka tampilkan nanti..


Mulai dari drama yang akan mereka tampilkan, kostum, dekorasi dan hidangan yang akan mereka sajikan nanti..


Abah meminta sebagian santri membantu juru masak di dapur untuk memasak hidangan untuk para tamu undangan.. Abah meminta hidangan nasi kebuli sebagai menu utamanya..


Para santri putra sebagian ada yang mendokarasi dan ada yang pergi berbelanja membeli buah buahan untuk parsel.. Setiap acara besar, pasti pihak pesantren selalu membeli banyak sekali berbagai macam buah buahan dan kue..


Shahia sedang menggendong baby Faris sembari melihat santri putri berlatih drama yang akan mereka persembahkan nanti yang tinggal menghitung hari lagi..


Ziya, putri dan Munawir sedang sibuk bercanda berlari kesana kemari.. Terkadang mereka mengganggu santri putra yang sedang membuat dekorasi panggung..


Malam harinya, Ziya meminta untuk tidur bersama dengan Yayah dan bubu nya.. Ia juga ingin selalu dekat dengan sang adik tercinta..


"Yayah, tolong ceritakan Ziya tentang kisah orang terdekat nabi pada zaman dulu" pinta Ziya


"Mau cerita tentang siapa?" tanya Gus Afnan membelai kepala sang anak


"Terserah Yayah.. Kan Yayah lebih tau" kata Ziya


"Gimana kalau tentang Aminah ibunda Rasullullah?" usul Shahia


"Iya yah.. Ayo ceritakan" rengek Ziya


"Setelah itu tidur yaa.. Sudah jam 10 malam.. Besok kan masih sekolah untuk yang ibtidaiyah" kata Gus Afnan


"Iya Yayah" kata Ziya


"Aminah ibunda Rasullullah.. Beliau adalah wanita mulia di sisi Rasulullah.. Dan beliau dijuluki sebagai permata Padang pasir.. Julukan itu diberikan kepada Aminah oleh masyarakat Mekkah.. Julukan itu disematkan karena kecantikan,keanggunan, dan Budi pekerti Aminah yang sangat luar biasa.. Tak heran, karena sikap dan akhlaknya yang baik itu, maka banyak pemuda Quraisy yang ingin menjadikannya sebagai istri..

__ADS_1


Dari sekian banyaknya pelamar, tak seorang pun pemuda yang diterimanya.. Ia berharap orangtuanya menikahkan dirinya dengan pemuda yang juga memiliki akhlak mulia.. Dan sosok itu ada pada diri Abdullah bin Abdul Muthalib.. Setelah melalui berbagai rintangan, keduanya pun menikah..


Kebahagiaan langsung menyelimuti keduanya.. Namun, kebahagiaan yang dirasakan pengantin muda ini, tak berlangsung lama.. Tumpuan hidup dan tulang punggung keluarga, harus pergi dan tak pernah kembali.. Berbagai ujian dihadapinya dengan penuh kesabaran dan tawakkal..


Aminah binti Wahab adalah sosok wanita mulia dan istimewa.. Ia adalah perempuan terbaik diantara yang terbaik..Dan perempuan diseluruh dunia ini tentu iri dengannya.. Sebab, dari rahimnya, lahir seorang anak yang menjadi pelita umat, yakni Muhammad bin Abdullah, Rasulullah SAW."


"Beruntung ya yah Aminah ibunda Rasullullah bisa melahirkan anak yaitu Rasulullah.. Anak yang menjadi nabi terakhir" kata Ziya


"Dan Rasulullah juga beruntung memiliki ibu seperti Aminah" balas Gus Afnan


"Aku iri" lirih Shahia


Gus Afnan menoleh ke arah Shahia


"Aku iri, aku ingin menjadi seperti Aminah." kata Shahia


Aminah merasakan dirinya akan menjadi seorang ibu.. Mulutnya membisikkan kepadanya sebuah kalimat "'Tidak ada gunanya bersedih, wahai Aminah.. Kegelisahan tidak dapat mengembalikan seseorang yang telah mati dan mengembalikan sesuatu yang telah lewat.. Dan Abdullah telah meninggalkan untukmu sebuah amanat yang sangat berharga.. Maka jagalah ia dan jangan engkau sia siakan..


Wahai Aminah.. Putra Abdullah harus lahir untuk menerangi dunia ini.. Maka singkirkan keresahan hatimu.. Pusatkan perhatian kepadanya.. Buang jauh jauh kesedihan dan kegelisahan.. Sesungguhnya kesedihan akan berdampak buruk dan melukai sang janin.. Jika engkau amat mencintai Abdullah, maka perhatikan dan rawatlah anaknya."'


Setika Aminah tersadar bahwa Abdullah memiliki misi dalam hidupnya." jelas Gus Afnan


"Apa itu mas?" tanya Shahia


"Ketika hidupnya telah berakhir, dia pasti menghadap kepada Tuhannya.. Misi hidup Abdullah adalah janin yang dikandungnya.. Sedangkan misi hidupnya adalah menjaga sang janin.. Dengan begitu, sang ayah akan tennag dialam Baka.. Rohnya akan merasa bahagia sebab dia telah meninggalkan seorang anak yang akan mengenang dan mengabadikan namanya" jelas Gus Afnan


"Iya ya mas.. Kita kalau nyanyi tentang Rasul pasti menyebut nama Abdullah dan Aminah.. Aahhh terharu deh Shahia.. Pengen nangis rasanya." kata Shahia sambil mengusap air matanya yang hampir terjatuh


"Belajarlah dari Aminah.. Permata Padang pasir.. Kalau bubu permata hati mas Afnan" goda Gus Afnan

__ADS_1


"Aaaaahhh bisa aja kang cendol" ledek Shahia


Lalu mereka tertidur dengan lelap, Shahia memeluk baby Faris dan Gus Afnan memeluk Ziya


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2