
Sekolah baru.. Sekolah baru untuk Ziya, Munawir dan juga Putri..
Pagi ini di kelas Munawir dengan percaya dirinya ia memasuki kelas.. Tanpa ada rasa malu sedikitpun karena hanya ia yang berpakaian berbeda..
Teman teman barunya melihat heran kepada Munawir, kenapa ia memakai sarung.. Tapi Munawir tak memperdulikan.. Yang ia tau ia sudah tampan dengan pakaian ini dan siap untuk belajar..
"Assalamu'alaikum teman teman.. Perkenalkan nama ustadzah, ustadzah Maryam.. Ustadzah yang akan mengajarkan kalian dikelas ini" kata ustadzah Maryam
"Ustadzah" Munawir mengacungkan tangan
"Iya ada apa Gus" tanya ustadzah Maryam
"Maryam bukannya peluru besar untuk tembak tembakan ya?" tanya Munawir polos
"Itu meriam gus" jawab ustadzah Maryam dengan malas
"Oh abis sama.. Heheh" saut Munawir
"Okee, sekarang ustadzah mau kenalan sama kalian semua.. Nanti maju yaa satu satu ke depan" kata ustadzah Maryam lalu dengan sigapnya Munawir maju
"Gus Munawir mau memperkenalkan diri.. Silahkan" kata ustadzah Maryam
"Assalamu'alaikum teman teman.. Perkenalkan nama aku Munawir, aku saudara kembarnya putri yang duduk di bangku itu (tunjuk ke arah putri) aku anak dari kiyai Arkan dan ustadzah Nida yang cantik jelita.. Hobi aku main mobil mobilan dan manjat pohon.. Aku juga suka sekali naik sepeda, aku jago loh teman teman naik sepedanya.. Nanti kalau sudah besar aku pengen jadi seorang kiyai gaul yang di senangi masyarakat banyak.. Kata Abi kita harus punya cita cita yang mulia, memang kata Abi aku semua cita cita itu mulia, mau jadi dokter atau jadi guru atau jadi polisi atau jadi tentara atau jadi pilot atau jadi pejabat atau jadi direktur di perusahaan itu semua mulia bermanfaat karena menolong banyak orang tapi lebih mulia lagi kalau kita jadi seorang ulama yang mengajar kan agama Islam kepada semua orang dan kita bisa masuk syurga.. Munawir juga mau cerita nih yaa.. Dengerin yaa.. Kata umi Nawir, kalau kita mau jadi orang yang ahli syurga kita harus ibadah yang rajin nolong sesama manusia gak pandang bulu.. Nah temen temen mau gak jadi seorang ahli ibadah? nanti masuk syurga loh.. Disana banyak banget makanan enak, minuman jus juga banyak di syurga.. Terus ya kata umi Nawir nanti di syurga itu kita punya istana yang beeesssaaaaaaarrrr sekali.. Nanti Nawir kalau masuk surga Nawir mau minta sama Allah istana nya seperti istana kaya di film film Barbie gitu yang besar.. Terus nanti ada kolam ikannya juga..." ucap Munawir
Sang guru sudah memberhentikan Munawir berbicara akan tetapi Munawir tidak memperdulikan bahkan ia terus saja berbicara..
"Hadduhh abis dah waktu belajarnya" batin ustadzah Maryam
Putri yang cape mendengar Munawir berbicara ia langsung maju kedepan dan menyeret tangan Munawir untuk duduk kembali..
"Aku belum selesai put" kata Munawir
"Abang kebanyakan bicara.. Teman yang lain juga kan mau kenalan buka Abang doang" kata putri
Akhirnya Munawir menyadari itu dan ia pasrah duduk ke tempat duduknya kembali..
Di sisi lain, Gus Afnan sedang berada di ruang kerjanya karena ia punya ruangan khusus untuk dirinya sendiri.. Saat ia sedang berkutik dengan laptopnya pintu ruangannya terbuka..
Ternyata Hasna lah yang datang..
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Gus Afnan
"Assalamu'alaikum Gus" salam Hasna centil
"Wa'alaikumussalam" jawab Gus Afnan
"Gus, ada yang perlu Hasna bantu?" tanya Hasna mendekati Gus Afnan
"Afwan, terimakasih tawarannya tapi ana ga perlu bantuan karena ini juga sudah selesai" jawab Gus Afnan
"Tapi sepertinya Gus Afnan lelah.. Hasna pijitin ya" kata Hasna yang ingin memegang pundak Gus Afnan
"Hasna tolong jaga sikap!! ini kantor saya.. Tidak seharusnya ntr masuk ke kantor saya apalagi disini cuma kita berdua doang" kata Gus Afnan tegas
"Terus kenapa kalau cuma kita berdua doang? bukannya bagus ya" kata Hasna dengan ttapan menggoda
"Kita bukan mahrom Hasna.. akan timbul fitnah jika kita hanya berdua di ruangan ini.. Sekarang ana minta ente keluar dari ruangan ana" kata Gus Afnan
"Gak.. Gak akan ana keluar Gus Afnan tercinta.. Ana selama ini belajar hingga S2 demi Gus Afnan agar bisa bersanding dengan Gus Afnan.. Karena ana tau Gus Afnan lulusan terbaik dari Cairo Mesir." kata Hasna
"Hasna tolong keluar sebelum ana berbuat kasar!!" ucap Gus Afnan
Akhirnya Gus Afnan menarik tangan Hasna keluar.. Namun saat bersamaan pintu terbuka..
"Mas.."
Gus Afnan langsung melepas tangan Hasna..
"Mas bisa jelasin" kata Gus Afnan cepat
"Ada apa ini?" tanya Shahia
"Shahia, suami ente menarik tangan ana.. Dia mau mengajak anak makan siang diluar" kata Hasna
"Enggak sayang.. Mas gak mengajaknya.. Mas malah mau menyuruh dia keluar dari ruangan mas" bantah Gus Afnan
"Apa apaan ini mas? udah berani sekarang dibelakang aku kaya gitu?" tanya Shahia mengedipkan mata
Gus Afnan yang mendapat kedipan mata dari Shahia heran..
__ADS_1
"Iya sha.. Suami ente mau ngajak makan siang diluar bersama hanya berdua hanya aku dan Gus Afnan" kata Hasna memanasi Shahia
"Mas kenapa kamu tega sih mas? kamu bohong sama aku.. Kenapa kamu malah mau makan sama dia? kamu udah berani main serong dibelakang aku?" cecar Shahia
"Enggak sayang.. Mas gak main api dibelakang kamu mas gak main serong.. Mas cuma cinta sama kamu sayang" ucap Gus Afnan takut sang istri murka
"Mas.. Kamu bener bener yaa.. Ya Allah salah apa hamba kenapa punya suami seperti ini" ucap Shahia yang sudah ingin menangis
"Sebaiknya ente pergi Sha, karena ana dan Gus Afnan akan makan siang berdua.. Hanya berdua." kata Hasna pusing mendengar ocehan Shahia
"Mas.. Bener itu mas? kenapa mas tega sih? Mas udah janji sama Shahia mau makan dirumah bersama anak anak.. Kenapa malah mau makan diluar sama Hasna? mas pokoknya Shahia gak mau tau ya mas (Sambil menarik tangan Gus Afnan) pokoknya mas harus makan siang dirumah" ucap Shahia
"Eth eth tunggu.. Gus Afnan mau makan diluar sama ana" teriak Hasna
"Pokoknya kamu harus makan dirumah ya mas.. Awas kamu makan siang sama wanita lain ya mas.. Kamu akan tau akibatnya.. Kamu akan dapat hukuman ya mas.. Pokoknya tidur diluar, tidak ada jatah, masak sendiri,cuci baju sendiri, nyiapin pakaian kerja sendiri,gosok sendiri semua serba sendiri kalau kamu main serong dibelakang aku" ucap Shahia menarik tangan Gus Afnan
Selama diperjalanan setelah keluar dari kantor menuju rumah, Gus Afnan selalu tersenyum.. Ia baru menyadari mungkin kedipan mata Shahia itu kode untuk bekerja sama..
Ya benar.. Shahia mengedipkan mata karena ingin Gus Afnan bekerja sama dengan dia.. Dia akan bicara banyak dan terlihat frustasi lalu membuat Hasna pusing mendengar ocehannya dan perlahan Shahia pergi meninggalkan kantor dengan Gus Afnan..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1