
"Astaghfirullah ya Allah.. Sakit banget rasanya" batin Nida
"Kuatkan hambamu ya Allah.. Selamatkan anak anak hamba" lanjut Nida
Ia berjuang sendiri untuk melahirkan anaknya di lantai kamarnya..
Darah dan air ketuban telah bercampur jadi satu.. Anak pertama lahir, ia seorang laki laki dan tak lama kemudian lahir lagi anak ke dua yaitu perempuan..
2 jam lebih ia bertaruh nyawa melahirkan anak anaknya tanpa bantuan siapapun.. Bahkan tangisan kedua bayi itupun tak membangunkan orang orang yang berada di rumah..
Nida meraih kedua anaknya dengan sisa tenaga yang ada.. Ia pangku kedua anaknya lalu ia cium..
"Alhamdulillah kalian lahir dengan selamat dan sehat nak" kata Nida
Ia tak mampu berdiri.. Ia menunggu seseorang masuk kedalam kamarnya..
Adzan subuh berkumandang..
Cklek..
"Ya Allah.. Nidaa" teriak Umi kaget
Umi langsung menghampiri Nida..
"Nida tidak apa apa Umi.. Lihatlah cucu umi" kata Nida
"Masya Allah.. Lucunya cucu cucu umi" mata Umi berbinar
Umi lalu memanggil semua yang ada dirumah, dan ia meminta abah untuk menelefon gus Arkan yang sedang berada di masjid..
Tak lama gus Arkan datang, ia lari dari masjid menuju rumah saat dikabari bahwa Nida telah melahirkan..
"Sayaaang" kata gus Arkan
"Mas.. Anak kita" kata Nida
__ADS_1
Nida telah dipindahkan ke kamar anak mereka yang sudah di siapkan, karena kamar yang ia tempati sedang dibersihkan karena banyak darah dan air ketuban yang bercampur jadi satu..
Gus Arkan lalu mengadzankan putra putrinya.. Ia meneteskan air mata.. Air mata kebahagiaan..
Gus Afnan dan Shahia yang diberi tahu langsung datang kerumah abah..
Shahia menelefon bidan terdekat untuk datang dan memastikan keadaan anak anak Nida dan Nida juga..
Bidan telah datang, ia mengatakan bahwa semuanya baik baik saja.. Bahkan ia kagum terhadap Nida yang mampu melahirkan seorang diri.. 2 anak sekaligus pula..
Bersyukur air ketubannya tidak sampai kering, tetapi bidan menyarankan Nida untuk tetap kerumah sakit, karena harus dijait.. (Yaa tau lah yaa apa yang dijait) hehe.. 😁 Mengingat Nida yang melahirkan anak 2 sekaligus tanpa dokter dan tanpa operasi juga..
"Jadi untuk nama tetap nih?" tanya Abah
"Iyaa tetap" kata Nida
"Muhammad Munawir sama Putri Munawaroh" kata gus Arkan
Hari itu juga Nida dibawa ke rumah sakit untuk tes dan dijait kembali agar singset kembali.. Hehehehe
Setelahnya, Nida dan gus Arkan kembali kerumah..
"Jadi anak yang sholeh wa sholehah ya nak" kata gus Arkan berbicara kepada anak anaknya
"Aamiin abii.. Doain yaa biar kami taat sama agama, berbakti sama abi dan ummah" kata Nida menirukan suara anak kecil
Nida dan gus Arkan akan membiasakan anak anaknya dipanggil abi dan ummah
"Cantik dan ganteng yaa mah anak kita" kata gus Arkan
"Tentu.. Siapa dulu ummahnya" kata Nida bangga
"Siapa dulu abi nya" kata gus Arkan
"Emang siapa abi nya?" tanya Nida menggoda
__ADS_1
"Lahh emangnya ini anak siapa?" tanya gus Arkan
"Anak ummah lah" jawab Nida
"Anak abi lahh" kata gus Arkan gak mau kalah
"Enak aja.. Anak ummah lah" kata Nida
"Gak bakal ada mereka kalau bukan abi yang ngadonin" kata gus Arkan
"Emangnya kue.. Hahaha" kata Nida tertawa
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambuung
Tinggal 3 atau 4 episode lagi yaa, mungkin habis itu akan tamat..
Sepertinya banyak yang tidak tertarik dengan cerita ini..
__ADS_1
Jadi mungkin akan benar benar tamat.. Dan author akan fokus ke cerita author yang satunya lagi.. Cerita yang tertunda karena kesibukkan.. Yang tak sempat author update..
Terimakasih 😊😊