
Hari telah berganti..
Tak sedikitpun Shahia meninggalkan sang buah hati.. Karena sudah tidak bersekolah jadi dia hanya mengurus anak dan suami..
Di ruang makan
"Abah, Umi.. Rumah Afnan yang dibelakang sudah 97% mungkin lusa kita sudah mulai pindah kesana" kata gus Afnan
"Kalau itu udah keputusannya yaudah gak papa" kata Abah
"Kesian Shahia nak kalau nanti kamu ngajar, dia cuma berdua doang sama Ziya.. Umi belum tega ah.. Nanti siapa yang bantu Shahia kalau dia kerepotan" kata Umi
"Umi, Shahia gak papa ko.. Kan emang pengen belajar mandiri Umi" jelas Shahia
"Yaudah gak papa, tapi nanti kalau kamu ngajar gimana? katanya Shahia mau ngajar TK? "tanya Umi
"Ya nanti titip ke Umi dulu.. hehe" kata Shahia tak enak hati
"Hahahah iya boleh banget malah" kata Umi
"Perabotan rumah semua udah terisi belum nan?" tanya Abah
"Sedikit sedikit sudah bah walau belum banyak.." kata gus Afnan
"Kenapa gak dipenuhin aja perabotannya?" tanya Abah
"Uang nya dikumpulin dulu bah" kata gus Afnan
"Gak papa, nanti kekurangan panci mah bisa ambil disini" kata Umi
Di asrama, para santri sedang berlatih untuk acara Haflatul Imtihan..
Mereka akan menampilkan bakatnya pada acara Haflah nanti..
"Evii jangan bengong.. Nanti kesambet lagi" kata Ratna
"Husst Ratna ente gak boleh begitu" kata Nida
"Oh iya, nanti kalian pada ngabdi setelah ini?" tanya Ratna
"Muti ngabdi, soalnya disuruh lanjut kuliah disini.. Biar gak perlu canggung lagi, kalau kuliah disini kan ya biasa aja kaya rumah sendiri jadi gak perlu malu malu lagi" kata Muti
"Ana juga disini ko kata mamah ane" kata Evi
"Ente Nida gimana?" tanya Ratna
__ADS_1
"Ana juga rencananya disini" kata Nida
"Yaudah sepakat yaa kita disini semua" kata Ratna
"Assekk semoga seterusnya bersama sampai syurgaaa" kata Evi memeluk teman temannya
"Aamiin" jawab mereka
"Kira kira kita dapet beasiswa gak ya? katanya kalau kita sekarang ini masuk 10 besar semua akan mendapatkan beasiswa kuliah gratis" kata Muti
"Gak semua, cuma yang peringkat 1-3 selebihnya tetep bayar cuma 50% aja bayarnya gak full" kata Nida
"Hmm ane mah gak yakin dapet peringkat 1-3 tapi gak papa sih lumayan kalau masuk 10 besar mah, bayar 50% doang ko" kata Ratna
"Iya tuh masih mending dari pada bayar full" saut Evi
"Yukk ahh kita ngelatih anak2 lagi untuk acara nanti" kata Nida
"Kuyy laahhh" kata Evi
Lalu mereka menuju aula untuk melatih para santriwati.. Ada yang akan menampilkan sebuah drama 3 bahasa, ada yang membaca puisi dan masih banyak lagi
"Yayah mau kemana?" tanya Shahia
"Ikutt" kata Shahia
"Yasudah, ajak baby Ziya nya" kata gus Afnan
Sesampainya di aula, para santri yang melihat kedatangan gus Afnan dan Shahia langsung serius berlatih..
Beda dengan para teman temannya Shahia, mereka menghampiri Shahia yang sedang menggendong baby Ziya
"Utuk utuk.. Lucu banget" kata Nida
"Makin gede makin cantik yaa" kata Muti
"Siapa dulu.. Emaknyaa liat bibitnya dong" kata Shahia percaya diri
"Baba nya aja gak meragukan" kata Muti
"Hahahaha" tawa mereka
"Anteng banget ya sha.. Pendiem nih gedenya" kata Nida
__ADS_1
Tiba tiba
"Kaya mas ya dek pendiem" kata gus Arkan
"Ihh enggak.. Gus Arkan mah petakilan.. Gak bisa diem" ketus Nida
"Hahahaha ente tuh asal ketemu berantem mulu.. Nanti jodoh loh" kata Shahia
"Aamiin" kata gus Arkan
"Aamiin.. Eh" ceplos Nida
"Hahahahahah akhirnyaa dek Nida mau sama mas Arkan.. Huhuyyy.." kata gus Arkan kegirangan
"Ihh geer banget" ketus Nida
"Hallaaahhh sok.. Bilang aja emang pengen kan nikah sama anee" goda gus Arkan
"Arkan udah sana ih, ganggu anak orang ajaa" kata gus Afnan
"Abisnya seru" kata gus Arkan
"Wah kalau ente sama gus Arkan bakalan kocak nantinya.." kata Muti yang tertawa
"Iya tuh.. Setuju ane ente sama gus Arkan" kata Ratna
"Iyaa ane juga.. Ente sama gus Arkan nikah nanti ane orang yang pertama kali nyumbang" kata Evi
"Nyumbang apa?" tanya mereka kompak
"Nyumbang doa.. Hahahaha" kata Evi
"Ihh ngeselin.. Biarin kesambet lagi baru tau rasa" ketus Muti
"Hahaha sudah sudah, nanti anak ane bangun nih" kata Shahia
Lalu mereka fokus melihat para santri sedang latihan..
Baby Ziya begitu anteng dibawa pada tempat ramai seperti itu, jadi Shahia tak begitu kerepotan..
"Nanti kalau Bubu latihan, tolong gendong baby Ziya ya yah" kata Shahia
"Oh iya nanti Bubu latihan yaa? yaudah nanti Yayah gendong baby Ziya" kata gus Afnan
Bersambung..
__ADS_1