Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 69


__ADS_3

"Wa'alaikumussalam" jawab asatidz serempak


"Masuk bah, mari duduk" kata gus Afnan


"Gak usah, Abah kesini cuma mau bilang sama Afnan itu si Ziya nangis terus sepertinya sakit soalnya badannya agak panas.. Buruan gih di bawa ke dokter" kata Abah


"Ya Allah, ko Shahia gak hubungin Afnan bah?" tanya gus Afnan


"Nomor mu tidak aktif" jawab Abah


"Yaudah bah, ayuk kita liat Ziya" ajak gus Afnan


"Kamu saja, Abah mau di sini dulu" kata Abah


Akhirnya gus Afnan pulang menuju rumah Abah, tetapi sampai di rumah Abah tidak ada Shahia dan Ziya.. Lalu gus Afnan memutuskan untuk pulang kerumahnya..


"Assalamualaikum bu.. Ziya maridh?" tanya gus Afnan


"Iya yah, dari tadi rewel terus" kata Shahia


"Yasudah ayuk di bawa kerumah sakit saja" ajak gus Afnan


Lalu mereka menuju rumah sakit menggunakan mobil pondok..


"Bagaimana dok keadaan anak kami?" tanya Shahia


"Hal biasa pak, bu bagi anak bayi kalau sakit.. Hanya demam biasa.. Mau pinter pak bu anaknya" jawab Dokter santai


"Ya Allah alhamdulillah.. Berarti gak ada yang serius kan dok?" tanya gus Afnan


"Tidak ada pak" jawab Dokter


"Baik kalau gitu terimakasih dok" kata gus Afnan


"Sama sama pak, mohon di jaga yaa anaknya.. Semoga lekas sembuh" kata Dokter


"Aamiin.. Terimakasih" jawab gus Afnan dan Shahia


Lalu mereka pulang menuju pesantren


"Mas, udah mau adzan ashar.. Ke masjid gih" kata Shahia

__ADS_1


"Gak papa mas tinggal? nanti kalau Ziya rewel?" tanya gus Afnan khawatir


"Gak papa, dia kan lagi tidur mas" jawab Shahia


"Ya sudah mas ke masjid dulu yaa, langsung pulang ko" kata gus Afnan


"Iyaa yayah" jawab Shahia


Di masjid para asatidz dan santri tengah melaksanakan shalat ashar, setelahnya para santri mengikuti kajian kitab..


"Assalamualaikum" salam gus Arkan dan Nida


"Wa'alaikumussalam" jawab gus Afnan


"Gimana kabar si kecil? apa kata Dokter?" tanya gus Arkan


"Alhamdulillah cuma demam biasa ko kata Dokter" jawab gus Afnan


"Syukur Alhamdulillah.. Mas ana mau jenguk Ziya yaa" kata Nida kepada gus Arkan


"Kuy lahh kita kesana" jawab gus Arkan


Sesampainya di rumah Shahia


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumussalam"


Shahia memakai daster panjang yang di tarik ke atas dan diikat (memakai celana leging panjang ya) lalu dengan kerudung besarnya yang di kebelakangin dan terlihat basah juga


"Yah begini lah nid, nanti ente ngerasain jadi istri plus seorang Ibu.. Mumpung anak tidur jadi kerjaan baru di pegang.. Hehe" jawab Shahia


"Gimana sih mas, bini ke susahan bukannya di bantu" protes gus Arkan


"Kan tau sendiri kita baru pulang dari masjid, gimana sih" bantah gus Afnan


"Oh iya ya.. Ahh gimana si kamu nid" kata gus Arkan


"Lah ko ana? mas Arkan tuh, ngapa jadi ana" bantah Nida


"Udah udah, kalian mau minum apa?" tanya Shahia

__ADS_1


"Air putih" kata Nida


"Kopi" kata gus Arkan


"Sebentar yaa ana buatin dulu" kata Shahia


"Mas gak di tawari dek?" tanya gus Afnan


"Mas mau apa?" tanya Shahia


"Maauu... "


"Kamu" di selak gus Arkan


Plakk


"Adduhh maen tepok aja yaa jidat orang" kata gus Arkan meringis


"Lagi iseng aja itu mulut" kata Nida


"Hahahaha emang enak loh" ejek gus Afnan


"Asyeeeemmm" lirih gus Arkan


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung


Assalamualaikum readers..

__ADS_1


Terimakasih yang sudah membaca karya ku.. Hari ini akan up beberapa yaa soalnya hari ini aku ultah.. Lagi happy.. Ahahah 😄


Jangan lupa tetap beri like, komen dan vote yaa.. Terimakasih 😘😘


__ADS_2