Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 102 Season 2


__ADS_3

"Hmm begini, Afwan.. Bukannya ana tidak mau memberi tempat untuk ente.. Tapi dirumah ana cuma ada 2 kamar dan itu sudah ditempati oleh anak ane" kata Gus Afnan


"No problems, ane bisa tidur bersamanya" kata Hasna


"Kasurnya kecil.. Ehh iya kasurnya kecil gak bisa untuk berdua" kata Gus Afnan


"Kalau ente mau tidur di kamar asrama ustadzah.. Jangan dirumah Gus Afnan" kata Gus Arkan ketus


"Aahhh ane gak mau tidur di asrama lagi" rengek Hasna


"Ane tanya kenapa ente balik lagi kesini?" tanya Gus Afnan


"Karena ane mau ngabdiin diri ane disini.. Ane sudah lulus S2 lohh.. Ilmu ane banyak.. Makanya ane mau disini dan bersama Gus Afnan" kata Hasna memegang tangan Gus Afnan


Tetapi di tepis oleh Gus Afnan


"Afwan kita bukan mahramnya.. Dan ana juga sudah berkeluarga" kata Gus Afnan


"Kalau gitu gimana kalau ane juga jadi bagian keluarga ente Gus?" tanya Hasna


"Boleh" jawab Gus Afnan


"Iya boleh, soalnya disini kita semua berkeluarga" kata Gus Arkan


"Hmm iya" kata Hasna tersenyum canggung


Akhirnya setelah pembicaraan panjang, Hasna mau tidur di kamar para ustadzah bersama dengan yang lainnya..


Ia diantar oleh ustadzah Komala dan dibantu membereskannya juga..


Gus Afnan pulang kerumahnya karena ia merasa sangat lelah sekali..


Sesampainya dirumah ia disambut dengan senyuman manis sang istri yang mana membuat rasa lelahnya itu hilang..

__ADS_1


Dipeluk dan diciumnya kening Shahia dengan lembut..


Wanita yang selama 7 tahun ini menemani susah senangnya.. Wanita manja yang selalu membuat kesabarannya diuji.. Tapi ia begitu mencintai istrinya..


"Cape?" tanya Shahia


"Cape itu langsung hilang saat sudah dipeluk sama bubu" jawab Gus Afnan mesra


"Sekarang ganti bajunya terus makan yaa.. Bubu sudah masakin makanan kesukaan yayah" kata Shahia


"Apa anak anak sedang tidur siang?" tanya Gus Afnan


"Hmm mereka sudah tidur" jawab Shahia


"Yaudah Yayah ganti baju dulu" kata Gus Afnan lalu pergi menuju kamarnya


Setelah kepergian Gus Afnan ke kamar, Shahia berjalan menuju meja makan untuk menyiapkan makan siang Gus Afnan..


Gus Afnan menghampiri Shahia, Shahia langsung mengambilkan nasi dan lauk untuk Gus Afnan..


"Apa bubu sudah makan?" tanya Gus Afnan lalu Shahia menggeleng


"Limadza?" tanya Gus Afnan


"Makanan ini sha buat khusus untuk suami sha tercinta.. Nanti setelah suami sha ini sudah makan, baru sha makan" jawab Shahia


"Sayang, dari bangun tidur hingga tidur lagi kamu itu sudah mengeluarkan tenaga exstra untuk mengurus mas dan anak anak.. Mas gak mau kamu sakit karena telat makan demi mementingkan kami.. Aaaa.. Makan sama mas.. Mas suapin" kata Gus Afnan


Akhirnya Shahia menerima suapan dari Gus Afnan lalu mereka makan 1 piring, ahh bukan hanya itu.. Bahkan mereka makan 1 sendok dan 1 gelas yang sama..


"Syukron ala kulli hal" kata Shahia


"Gak perlu terimakasih.. Semua yang mas lakuin itu semua demi kamu dan anak anak.. Kalian harta mas yang tidak bisa digantikan dengan apapun.. Kebahagian kalian adalah tenaga untuk mas.. Senyum kalian adalah obat rasa lelah untuk mas.. Mas bukan lelaki sempurna, mas banyak kekurangan tapi dengan hadirnya kalian dihidup mas, itu membuat mas merasa mas sempurna.. Mas merasa tak kekurangan apapun.. Harta bisa mas cari.. Tapi kalian? Tak bisa digantikan dan tak bisa dicari.. Karena hanya ada 1 Shahia Ghania Almahiyra, 1 Azziyadah Husna Basyasa dan 1 Muhammad Faris Audah.." kata Gus Afnan lembut

__ADS_1


Air mata Shahia menetes mendengar ucapan dari hati seorang Afnan..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung


Taaarrrraaaa hahaha benar.. Itu adalah Hasna..


Ternyata masih pada ingat yaa dengan Hasna? hehehe


Insya Allah nanti up 1 lagi yaa..


Jangan lupa like nya dulu.. Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2