Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 133 Season 2


__ADS_3

"Ini kiyai raportnya Ziya.. Alhamdulillah hasil raportnya memuaskan.. Selamat ya Ziya, menjadi peringkat 1 dikelas dan menjadi juara umum tingkat 1 Tsanawiyah.. Dipertahankan" kata wali kelas Ziya


Gus Afnan dan Shahia melihat hasil raport Ziya bersama, mereka bangga kepada Ziya karena dari 24 mata pelajaran hanya 3 yang nilai Ziya itu 8, selebihnya 9 semua..


Shahia memeluk sang putri, begitupun dengan gus Afnan.. Ia mencium kening sang istri, bahkan ia menggendong Ziya..


"Yayaaah turunin.. Ziya maluu" kata Ziya


"Yayah bangga.. Pertahanin terus nak" kata gus Afnan yang masih mencium Ziya


Didikannya selama ini tidak sia sia, namun masih belum ada kepuasan di hati gus Afnan, karena ini baru awal kaki Ziya menapak.. Ia belum bisa berjalan apalagi berlari..


Setelah serangkaian acara selesai, Ziya pulang bersama orang tuanya untuk liburan akhir semester.. Ia sangat senang sekali.. Akhirnya ia bisa pulang juga kerumah..


Ziya kangen masakan sang bubu, ia kangen dengan adik adiknya.. Ia kangen dengan jiddahnya.. Dan ia ingin sekali berziarah ke makam abah.. Ia ingin mengaji disamping makam abahnya..


"Senang nak mau pulang?" tanya Shahia


"Senang dong buu.. Ziya kangen banget sama Faris.." jawab Ziya


"Semenjak Ziya dipondok, Faris menjadi anak emas.. Segala kemauannya selalu diturutin." kata Shahia


"Berarti Ziya tersingkirkan dong" lirih Ziya


"Gak lah, kalian itu sama.. Semua anak emas yayah.. Ziya mau makan apa setelah sampai rumah? nanti yayah belikan" kata gus Afnan


"Ziya mau makan masakan bubu saja" jawab Ziya


"Gak mau yang lain? beli steak gitu? atau apa gitu.. Selagu Ziya pulang kerumah, bubu sama yayah mau ngasih makanan yan enak enak untuk Ziya.. karena kita tau, Ziya pasti disana gak bisa makan yang macem macem selain makana pondokkan?" kata shahia

__ADS_1


"Iya, pagi tempe, siang tempe malam tahu.. Gak jauh dari itu" jawab Ziya


"Hahahaahaha dimana mana pasti gitu nak.. Di pondok kita juga gitu" kata gus Afnan


"Tapi gak sesering disana yaah." saut Ziya


"Syukuri apa yang masuk ke mulut kita selagi itu halal.. Jangan mencela makanan nak.. Yayah aja kalau bubu masak ke asinan yayah diem." ceplos gus afnan


"Oh gitu? kapan bubu masak ke asinan?" kapan yah?" tanya Shahia yang sudah mulai menggulung lengan gamis


"Tapu tetep enak ko.. enak banget malah kalau asin" saut gus Afnan


"Yaudah besok besok masaknya yang asin aja" kata Shahia


"Gak asin terus kali buu" kata gus Afnan


Ziya yang mendengarkan hanya bisa tertawa.. Ia kangen suasana seperti ini..


Ziya langsung masuk ke kamarnya dan tertidur, karena ia merasa sangat lelah..


Hari ini, adalah hari perpulangan santri, pagi ini pesantren dikejutkan dengan kepulangan Ziya.. Para santri yang melihat merasa kagum dan terpesona akan kecantikannya Ziya..


Dalam setahun ini Ziya benar benar baru pulang cuma 2 kali, dan kali ini Ziya benar benar terlihat sangat cantik..


Sifat kalem dan lemah lembutnya yang buat para santri menyukainya..


Munawir, Faris dan putri yang melihat Ziya menuju arah rumah Jiddah langsung berlari dan memanggil Ziya.. Mereka berpelukan seperti teletubbies.. Mereka bahagia melihat kakak tercintanya pulang untuk berliburan..


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2