
Hari ini adalah hari dimana tahun ajaran baru.. Banyak para santri yang sudah datang untuk menuntut ilmu di pesantren ini.. Tahun ini santri baru begitu banyak dari santri sebelumnya dan itu membuat pihak pesantren kualahan karena kelas yang tak memadai.. Maka dari itu, Gus Afnan memberi usul untuk membuat program garden school.. Dimana nanti para santri, setiap kelasnya akan mendapatkan jadwal untuk belajar diluar kelas yaitu di kebun pesantren.. Dengan beralaskan karpet dan meja panjang untuk mereka belajar.. Tak perlu menulis, hanya cukup mendengarkan apa yang disampaikan para gurunya, tapi jika ada yang ingin mencatat itu lebih baik..
Para santri sangat antusias dengan adanya program belajar seperti ini, karena mereka tidak akan bosan karena belajar di kelas terus, akan ada suasana baru nantinya.. Akhirnya karena sudah di sepakati bersama, Gus Afnan meminta bantuannya kepada para santri lama untuk membuat sebuah saung untuk mereka belajar nantinya.. Gus Afnan memilih tempat kebun yang berbatasan dengan persawahan pesantren, jadi selain mereka belajar, mereka juga bisa menikmati pemandangan hijau yang membentang dan udara yang sejuk..
Hari pertama masuk sekolah..
"Anak bubu.. Bangun nak udah subuh" kata Shahia membangunkan sang anak
"Shobahul Khoir bubu" kata Ziya
"Shobahunnur Ziya" balas Shahia dengan senyuman
"Hari ini Ziya sekolah ya Bu?" tanya Ziya
"Na'am.. Qum.. Syur'ah.. Hari ini hari pertama Ziya masuk sekolah dasar sayang" jawab Shahia
"Pasti banyak yaa teman temannya?" tanya Ziya
"Betul sekali.. Yuk buruan mandi terus shalat subuh" perintah Shahia
Akhirnya Ziya pergi mandi dan Shahia menyiapkan seragam sekolah Ziya..
Setelah menyiapkan seragam sekolah Ziya, Shahia menuju dapur menyiapkan sarapan untuk anak dan suaminya..
Pagi ini Gus Afnan sudah rapih.. Ia sudah siap memulai tahun ajaran baru ini..
"Sudah ganteng ihh suaminya aku" goda Shahia
"Gak keliatan punya anak 2 ya? Hahahaah" kata Gus Afnan
"Iya gak keliatan punya anak 2.. Tapi keliatan kaya punyak anak 5 hahaha" ledek Shahia
__ADS_1
"Kalau gitu mari kita bikin" goda Gus Afnan
"Makan dulu makan.. Sana cari rezeki buat anak istri" kata Shahia malu lalu meninggalkan Gus Afnan sendiri
"Loh ko pergi.. Katanya mau bikin anak jadi 5.. Ayo lahh sayang" goda Gus Afnan
"Haduhhh duit beras mana ini duit beras" kata Shahia
"Hahahaha bubu gemes banget sihh" kata Gus Afnan menyubit pipi Shahia
Di rumah Abah, kegaduhan tengah terjadi..
Hari ini si kembar juga sudah mulai sekolah TK .. Nida dan Gus Arkan sedang mengejar sang anak lakinya karena tidak mau dipakaikan seragam sekolah.. Beda halnya dengan anak perempuannya justru malah bersemangat sekolah..
"Nak ayook pakai baju dulu" kata Nida mengejar Munawir
"Gak mau umiii" jawab Munawir
"Abiii anaknya nihh gak mau sekolah" adu Nida
"Gak mau.. Munawir maunya pakai sarung aja sama Koko" kata Munawir
"Gak bisa sayang kan sekolah ada seragamnya sendiri" kata Nida
"Gak mau umii gak mau.. Munawir gak mau sekolah kalau pakai baju itu" kata Munawir
"Munawir.. jangan bikin Abi kesel pagi pagi" kata Gus Arkan menahan emosi
"Gak mau.. wleekk tangkap aku kalau Abi bisa" ejek Munawir
Akhirnya terjadilah kejar kejaran antara anak dan Abi nya.. 15 menit berlalu akhirnya Munawir tertangkap oleh Gus Arkan
"Nah kan ketangkep.. Ayo pakai seragamnya kalau gak mau pakai Abi gak beliin mobil mobilan lagi" ancam Gus Arkan
__ADS_1
Gus Arkan kembali ke meja makan untuk sarapan, saat Munawir mau dipakai kan baju oleh Nida, ia kabur kembali..
"Anaknya Arkan" batin Nida
"Munawiiiiirrrrrr" teriak Gus Arkan
"Abi ketipu.. wleekk.. Hahaha" ledek Munawir
Akhirnya Munawir kesekolah memakai sarung dan baju Koko sendiri karena teman yang lainnya memakai seragam..
Berkat sang Abah yang membelanya akhirnya ia merasa menang dari Abi nya..
"Assalamu'alaikum Abi.. Anak ganteng sekolah dulu yaa... Dadaaaahh" kata Munawir kepada Gus Arkan
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung