
Happy reading kakaaa 😊😊
"Ya Allah kenapa ini rasanya sakit.. Maas.. Toloong.. aakhh" lirih Shahia
"Maas.. Abiii.. Umiii" lirih Shahia
Tanpa sengaja, bang Rizky yang akan mengambil minum didapur mendengar suara rintihan.. Karena ia curiga rintihan itu berasal dari kamar sang adik akhirnya ia memutuskan untuk mengecek..
"Astaghfirullah... Shahiaaa" teriak BangRizky
"Baang, perut Shahia panas, sakiit" kata Shahia
"Suami kamu mana dek?" tanya bang Rizky
"Gak tau, kayanya di masjid" kata Shahia
"Sakit banget ya dek?" tanya bang Rizky
"Kayanya ketubannya merembes bang, seperti pengen pip*s tapi ini mengalir terus" jelas Shahia menahan sakit
"Ya Allah sebentar.." kata bang Rizky menuju keluar
"Aabiii.. Umiii.." panggil bang Rizky
Tok.. tok.. tok..
"Aabaahh.. Umiii.. Gus Arkaan.. " panggil bang Rizky
"Aaabiii.. cepet keluar Abii.. bocoor.. booccooorr" teriak bang Rizky
Karena mendengar suara keributan akhirnya mereka semua keluar.
"Kenapa nak? kenapa?" tanya mereka heran
"Itu.. bocor.. anuh.. bocor bii" jawab bang Rizky panik
"Bocor? gak ujan nak" kata Umi Salimah
"Anuhh Umii dikamar Shahia bocor" kata bang Rizky panik
"Apanya yang bocor?" tanya Umi Khulsum
"Anuhhh ihhh ayoo udah cepet itu bocor.." kata bang Rizky
"Ya Allah"
"Astaghfirullah Shahia" kata mereka kaget melihat Shahia dibawah lantai
"Aabii.. Umii.. sakiitt.. panas rasanya bokong sha" lirih Shahia menangis
"Sabar nak ayuk kerumah sakit" kata Abi
"Arkan telfon Afnan.. Rizky tolong siapin mobil" perintah Abah
"Iya bah" kata Rizky dan Arkan
__ADS_1
Saat mengetahui hal tersebut, gus Afnan langsung berlari menuju rumah..
"Ya Allah sayang sayang kenapa?" tanya gus Afnan panik
"Maass saakiit" lirih Shahia
"Udah ayuk cepet bawa kerumah sakit" kata Abah
Diperjalanan menuju rumah sakit, tah henti2nya Shahia menangis menahan sakit..
Gus Afnan sebagai suami menenangkan sang istri dengan mengajaknya beristighfar menyebut nama Allah..
Umi Khulsum yang setia disamping Shahia mengelus ngelus perut anaknya berharap rasa sakitnya mereda..
Sesampainya dirumah sakit Shahia langsunh dibawa ke IGD untuk mendapatkan tindakan pertama..
Gus Afnan beserta yang lainnya menunggu diluar ruangan..
Tak lama pun dokter keluar..
"Bagaimana dok istri saya?" tanya gus Afnan
"Istri Bapak telah pembukaan satu.. air ketubannya merembas.. Namun karena usia kandungannya baru 7 bulan maka dari itu saya akan membawanya keruang observasi.. Paru paru sang bayi belum cukup matang pak" jelas Dokter
"Lalu bagaimana dok?" tanya Abi
"Saya akan memberi obat pencegah rasa sakit dan untuk air ketubannya agar tidak terlalu banyak keluar dan akan saya suntikkan obat penguat paru2 untuk sang anak.. dan saya juga minta tolong, karena sang bayi masih kecil dan ditakutkan prematur saya harap bu Shahia memakan Ice cream guna membesarkan bayi didalam kandungan agar saat dilahirkan nanti berat badannya pas" jelas dokter
"Apa itu tidak masalah dok?" tanya Gus Afnan
"Lakukan yang terbaik untuk anak saya dok" kata Abi
"Pasti pak, ditunggu sebentar ya sebentar lagi akan dibawa keruang observasi.. saya permisi dulu" kata Dokter
"Terimakasih dok" kata mereka
"Rizky tolong ke supernarket beli ice cream untuk adik mu" perinta Abi
"Iya bi.. ayoo kan" kata bang Rizky mengajak gus Arkan
Tak lama Shahia dibawa menuju kamar observasi.. Selang infusan telah terpasang ditangan kirinya..
Saat diruang observasi
"Yang menunggu paling banyak 2 orang saja ya pak, bu.. kalau mau melihat bergantian" kata suster
"Iya sus.. terimakasih" jawab mereka
"Sayang.. masih sakit yaa?" tanya gus Afnan ke Shahia
"Udah gak kaya tadi mas" jawab Shahia
"Yasudah tidur lagi ya nak, masih malem ini" kata Abah
"Iya Abah.. Shahia tidur dulu yaa" kata Shahia
__ADS_1
"Iya nak istirahatlah" kata Abi
Tak selang berapa lama, mereka memutuskan untuk pulang dan kembali saat pagi nanti..
Tinggallah gus Afnan dan gus Arkan yang menunggui Shahia dirumah sakit..
"Apa Dokter mengatakan sesuatu lagi?" tanya gus Arkan
"Belum.. mungkin nanti saat visit" kata gus Afnan
"Sabar ya mas." kata gus Arkan menguatkan
"Iya.. ana cuma kesian aja.. ini baru 7bulan lebih beberapa hari tapi sudah harus dilahirkan.. pasti masih kecil banget anak ana kan" kata gus Afnan lirih
"Pasrahkan semua sama Allah.. ana yakin Shahia dan anaknya kuat ko.. mereka akan sehat semua" kata gus Arkan.
Pagi tiba, suster yang bertugas mengecek keadaan Shahia..
"Bagaimana sus?" tanya gus Afnan
"Tensinya rendah pak.. nanti sarapannya harus habis yaa.. vitaminnya diminum dan ice cream nya harus dimakan banyak untuk membesarkan sang bayi agar tak prematur.." jelas suster
"Apa bisa melahirkan normal kalau begini sus?" tanya gus Afnan
"Semua tergantung keadaan pasien.. Nanti biar Dokter yang jelaskan ya pak.. Dokter yang lebih tau.." kata suster tersenyum
"Baik, terimakasih sus" kata gus Afnan
Di Pesantren, Abah meminta para santri untuk mengadakan pengajian bersama guna mendoakan sang menantu dan calon cucunya..
Beberapa ustadzah sedang membersihkan rumah dan kamar gus Afnan agar saat Shahia kembali bersama anaknya rumah dan kamar mereka telah bersih..
Dirumah sakit, Dokter memeriksa Shahia dan melakukan USG..
"Berat badan bayi 2,1 pak.. ini sudah minim sekali kalau harus dilahirkan berat badan segini.. paru paru sudah terbilang cukup kuat.. tapi kita harus melakukan operasi cesar karena posisi bayi belum sempurna.." jelas Dokter
"Apa akan prematur dok?" tanya gus Afnan
"Kita liat kondisi bayi saat lahir ya pak, mudah2an saja tidak prematur" kata dokter
"Lalu kapan ini akan dioperasinya dok?" tanya gus Afnan
"Ba'da maghrib akan kita lakukan operasi.. Bu Shahia tolong puasa dulu ya pak hari ini.." kata Dokter
"Baik Dok" kata gus Afnan
Lalu Shahia menuju ruang observasi lagi dan mulai berpuasa.
"Mas sha takut dioperasi" kata Shahia
"Ada mas ya sayang.. gak usah takut.. demi anak kita" kata gus Afnan
"Arkan tolong telfon orang rumah.. bilang ba'da maghrib Shahia di operasi" perintah gus Afnan
Lalu gus Afnan menelefon orang rumah memberitahukan hal ini.. Dan mereka akan datang setelah pengajian dipesantren selesai..
__ADS_1
Bersambung..