Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 113 Season 2


__ADS_3

Setelah selesai acara Gus Afnan dan Shahia pamit pulang karena tugas Gus Afnan sudah selasai memberi tausiyah..


Saat diperjalanan sudah memasuki waktu ashar, jadi mereka memutuskan untuk shalat di masjid terdekat..


Sepulang dari itu, mereka langsung meluncur ke arah pesantren dan kerumah abah terlebih dahulu..


Di rumah Abah semua sedang berkumpul termasuk Munawir yang selalu menghebohkan suasana..


"Assalamu'alaikum" salam mereka


"Wa'alaikumussalam" saut yang berada didalam rumah


"Yayah pulaaaaang" teriak Ziya berlari ke arah Yayah nya


"Anak yayah (mmuuaachh) sudah shalat ashar sayang?" tanya Gus Afnan


"Kholas yah, jamaah tadi di masjid" jawab Ziya


"Ihh pinternya" saut Gus Afnan


Shahia sedang menaruh buah tangan yang diberikan oleh pihak panitia acara tadi..


Saat sedang menaruh parsel buah dimeja, ada kepala kecil yang menonjol di samping meja..


"Astaghfirullah.. Munawiiirr ya Allah nak bikin kaget bubu" kata Shahia


"Heheh apa itu Bu?" tanya Munawir


"Buah sayang" jawab Shahia


"Waaahh ada gelimbing" teriak Munawir heboh


"Geeelliiinnndddiiing" saut Gus Arkan dan yang lain tertawa


"Liat Abi, gelimbing nya gede gede" kata Munawir


"Belimbing naakk belimbiing.. Ngomong Alif ba ta bisa, ngomong belimbing kaya orang keserimpet" saut Gus Arkan


"Waaahhh Abi liat dehh, bentuknya kaya bintang yang di kapten aremika" kata Munawir sembari melihat bentuk belimbing


"Amerika sayang" kata Nida


"Aremika" kata Munawir mengikuti

__ADS_1


"A.. me.. rii.. kaaa..." Eja Gus Arkan


"Aaaa reeee miiii kaaa" eja Munawir


Putri dan Ziya sudah tertawa hingga keluar air mata saking lucunya melihat Munawir


"Ikutin Abi.. A.." Gus Arkan


"A..." Munawir


"Meee" Gus Arkan


"Meeee" Munawir


"Riiiii" Gus Arkan


"Riiii" Munawir


"Kaaaaa" Gus Arkan


"Kaaaaa" munawir


"Amerika" ucap Gus Arkan


"Aremika" ucap Munawir


Ziya sudah terpingkal pingkal tertawa hingga kebelet buang air kecil.. Gus Afnan yang melihat itu gemas, rasanya pengen ia gigit tangannya Munawir..


Suasana rumah menjadi ramai karena tingkah Munawir yang sangat lucu..


"Bubu, ini kue apa?" tanya Munawir


"Jangan berulah lagi nakk" peringatan dari Gus Arkan


"Orang Nawir nanya bubu, bukan nanya Abi" kata Munawir


Gus Arkan langsung diam


"Ini namanya kue putu ayu" jawab Shahia


"Owhh kutunya ayuu" kata Munawir


"Bukan kutu.. Tapi putu" bantah Shahia

__ADS_1


"Owhh putu bukan kutu.. Kirain kutu.. Jadi ini kue punyanya ayu?" tanya Munawir lagi


"Bukan punya ayu, tapi namanya putu ayu" saut Ziya


"Ukhty Ziya diem aja deh, ukhty Ziya itu gak tau apa apa.. Ini tuh namanya kue putu ayuu punya nya ayuu.. Ehh tapi ko bubu bawa? bubu mencuri yaa? kata Abah gak baik mencuri nanti tangannya dipotong" kata Munawir


"Ini bukan nyuri, ini dikasih sayang" jawab Shahia


"Owh dikasih.. Bilang dong.. Gak boleh suudzhon sama orang bubu" saut Munawir


"Lahh yang suudzhon siapa?? haaddeuuhh Arkan bawa sonoh anaknya yang jauh" kata Gus Afnan meledek


Saat mendengar ucapan Gus Afnan, Munawir langsung menangis..


"Munawir jangan di bawa yang jauh.. Nanti gak bisa liat cewe cewe mandi di sungai belakang lagi" kata Munawir sambil menangis


"Waaduhhh dia masih kumat" celetuk Gus Arkan yang kaget mendengar ucapan anaknya..


Mereka yang ada disana hanya bisa tertawa, karena senang menggoda Munawir dan membuatnya menangis..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung


Assalamu'alaikum

__ADS_1


Maaf yaa baru bisa up.. Terimakasih yang sudah setia menunggu..


Love you 💕


__ADS_2