Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 83


__ADS_3

Hari berganti minggu, dan minggu berganti bulan.. 


Seminggu lagi, adalah hari ulang tahunnya Ziya yang ke 1th. Gus Afnan ingin mengadakan syukuran bersama para santri dan para anak yatim piatu.. 


Undangan sudah tersebar, abah mengundang beberapa kiyai dari beberapa pesantren lain yang abah kenal, begitupun dengan gus Afnan.. Ia juga mengundang beberapa gus (anak kiyai) yang ia kenal dari pesantren lain.. 


Keluarga Shahia telah datang dan akan menginap di pesantren untuk beberapa hari sampai acara syukuran selesai.. 


Abi, umi dan bang Rizky sangat bahagia akan acara ini.. 


Mereka membeli banyak sekali hadiah untuk Ziya, mulai dari boneka, masak masakan dan beberapa pakaian. 


H-3 acara, para santri putra sudah memasang tenda untuk acara nanti.. 


Sebenarnya acara maulidnya di masjid pesantren, tetapi untuk menyantap hidangan berada di halaman pesantren yang luas, dan ada panggung kecil untuk para santri menghibur para tamu undangan seperti bernasyid, menampilkan marawis dll. 


Di rumah Shahia


"Mas, kado si banyak banget ini" kata Shahia yang bingung karena kamar Ziya sudah penuh dengan kado


"Alhamdulillah sayang, belum milad saja sudah banyak yang kasih" kata gus Afnan


"Ini bang Rizky beliin sepada roda 4 lucu deh mas" kata Shahia


"Iya bu, Alhamdulillah" kata gus Afnan


"Hmmm udah setahun saja ya yah umurnya Ziya, masya Allah tambah pinter Ziyanya" kata Shahia


Gus Afnan menghampiri sang istri, lalu memeluknya dari belakang.. 


"Alhamdulillah, tadi bubu bilang apa? Ziya sudah besar?" tanya gus Afnan


"Ihh siapa bilang? Bubu cuma bilang sudah setahun dan tambah pinter" elak Shahia


"Iyaa sudah setahun itu sudah besar" kata gus Afnan


"Belum lah.. Jalan aja masih ngeri begitu" kata Shahia


"Loh katanya sudah pintar, berarti kan kalau sudah bisa jalan sudah pintar, sudah bisa punya adik dong" goda gus Afnan


"Haaddeuhhh adik.. Noh mas Arkan si Nida lagi hamil.. Kita tuh harus fokus sama kehamilan Nida yang sudah memasuki 6 bulan" kata Shahia


"Lah, Nida mah Nida, kamu mah kamu bu.. Gak papa Nida hamil dan bubu juga hamil" kata gus Afnan


"Gak, nanti aja, Ziya masih kecil" kata Shahia

__ADS_1


"Astaghfirullah gak boleh ngomong begitu.. Sama aja bubu nolak rezeki dari Allah sebelum Allah mengasihnya" kata gus Afnan


"Astaghfirullah, afwan ya yah" kata Shahia menyesal


"Iya, minta maaf sama Allah bukan sama yayah" kata gus Afnan lembut lalu mencium kepala istrinya


Di halaman pesantren, para santri sibuk membuat tenda dan ada yang membersihkan halaman agar tidak kotor.. 


Di rumah Abah terlihat beberapa santri dan ustadzah yang menyiapkan parsel buah untuk bawaan para kiyai nanti, karena gus Afnan membeli buah yang banyak jadi mereka membuat parsel nya sendiri, tidak langsung dari tempat penjualan buahnya. 


Dan di dapur pesantren, begitu juga terlihat para santri dan ustadzah dibantu dengan juru masak pondok, sedang menyiangkan sayuran dan mencuci daging ayam yang baru dibeli.. 


"Ini mah sama aja kaya hajatan yaa" kata Emi salah satu santri


"Iyaa, ini kan hajatan, tapi hajatannya tentang milad cucu kiyai" kata Sofwah


"Bersyukur banget yaa jadi cucu Ulama, banyak yang doain nanti pas acara syukuran" kata Emi


"Iya, kita harus hormat sama ning Ziya, walau umurnya masih 1tahun, tapi beliau anak kiyai, cucu Ulama" kata Sofwah


"Iyaa, karena kalau hidup kita mau berkah, kita harus hormat kepada Ulama beserta keluarganya, anak,cucu dan cicitnya.. Ngareo barokah beliau" kata Emi


"Betull itu" kata Sofwah


"Hey, lanjut itu cuci daging ayamnya.. Jangan cuma mulut doang yang gerak" kata ustadzah Ratna


"Ustadzah, kita perwakilan santri belum beli apa apa tau buat ning Ziya" kata Sofwah


"Memang mau ngasih apa? Ustadzah Shahia pasti gak mau kalau kalian mengeluarkan uang, mending uangnya kalian simpan" kata ustadzah Ratna


"Memangnya ustadzah gak iuran buat beki kado gitu?" tanya Emi


"Beli, kita sudah beli kado untuk perwakilan dari para ustadzah" kata ustadzah Ratna


"Nah, kita juga mau" kata Sofwah


"Yaudah, kalian rembugin aja, masih ada waktu 2 hari untuk beli.. Nanti kalau uangnya sudah terkumpul bilang sama ana, nanti beli sama ana" kata ustadzah Ratna


"Oke ustadzah, syukron" kata Sofwah


Sang anak yang ingin berulang tahun, sedang bersama dengan kakek dan neneknya di teras rumah abah, mereka sedang bercanda mengajak Ziya bermain.. 


Rasa syukur yang tak henti hentinya saat orang tua Shahia melihat perkembangan Ziya yang sekarang ini cukup pintar di usianya.. Menjadi anak yang pintar, ceria dan murah senyum.. 


Awal mereka takut kalau Shahia tidak siap untuk menjadi seorang Ibu, takut Shahia kaget dan malah mengabaikan tugasnya sebagai Ibu. Tapi mereka salah, justru Shahia benar benar mendidik anaknya untuk menjadi anak yang pintar, ceria dan murah senyum..

__ADS_1


Sedari lahir memang Ziya selalu di pakaikan pakaian yang tertutup, walau keluar rumah, Shahia selalu memakaikannya jilbab, agar nantinya anak terbiasa.. Padahal anak usia Ziya tidak apa apa jika belum berhijab..



Ini foto Ziya sedang bermain yaa 😊


Ia tumbuh menjadi anak yang sangat cantik dan selalu di culik oleh ukhty ukhty santri karena kegemasannya.. 


Pernah suatu hari, saat lagi lincah lincahnya merangkak, tanpa sepengetahuan Shahia, karena Shahia sedang masak, Ziya keluar dari rumah merangkak dan ditemukan santri di samping halaman rumah Shahia.. 


Mereka gemas, ko berani keluar rumah dan untungnya tidak jatuh.. Dan yang mereka takutin kalau Ziya memakan rumput atau apapun itu yang berada di sekitarnya.. 


(Emangnya aku kambing apa pakai makan rumput.. Hihi)  😂


Sekarang, Ziya sudah bisa berjalan walau masih suka sempoyongan dan terjatuh, ia tidak menangis, malah tertawa bahkan bertepuk tanga.. Semangat untuk berjalannya sangat tinggi.. 


Kalau Ziya sudah terjatuh, rasanya hati Shahia dibuat dag dig dug sangat ceoat seperti maling lagi di kejar kejar..


(Eits, Shahia bukan maling loh.. Hehe)  😁


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.. 


Gimana nih? Lanjut gak? 


Terus dukung yaa, dengan cara like, komen dan vote.. 

__ADS_1


Terimakasih 😊


__ADS_2