
Hari hari mereka lalui, bersyukur sekarang sudah tidak ada lagi yang mengusik hubungan mereka.. Ya, Hasna tidak jadi mengabdikan dirinya dan ia balik ke kampung halaman melupakan cintanya kepada gus Afnan.. Namun ia berjanji pada dirinya, setelah ia lulus dari kuliahnya di luar sana, ia akan kembali lagi ke pesantren tersebut untuk mengajar dan mengabdikan dirinya..
Sekarang adalah hari jumat, hari liburnya para santri.. Peraturan dan kegiatan pondok pun masih sama dengan sebelumnya..
Pagi ini di rumah Shahia
"Yayah, bangun.. Udah adzan subuh.. Yayah gak ke masjid?" tanya Shahia
"Gak, Yayah shalat dirumah aja.. Kita jamaah yaa" kata gus Afnan
"Yasudah Yayah ambil wudhu dulu gih terus kita jamaah" kata Shahia
Setelah melaksanakan Shalat subuh, Shahia membuat sarapan untuk sang suami dan bersiap siap untuk mengajar di tk karena tk tidak libur seperti Mts dan MA begitupun dengan MI juga tidak libur..
"Yayah sarapan dulu" kata Shahia
"Bubu juga sarapan dulu sebelum berangkat.. Mumpung Ziya juga masih tidur" kata gus Afnan
"Nanti aja.. Bubu belum dandan nih mau ngajar" kata Shahia
Akhirnya gus Afnan berinisiatif sendiri untuk menyuapi sang istri yang tengah sibuk berdandan dan memakai khimar..
"Jangan sampai gak sarapan, akhir2 ini Bubu jarang sarapan" kata gus Afna menyodorkan sendok ke mulut Shahia
"Iya yah.. Syukron ya habibi" kata Shahia
"Ayoo aaaa lagi buka mulutnya" kata gus Afnan
"Yayah juga makan lah" kata Shahia
"Nanti gampang, Bubu brangkat aja nanti soal Ziya biar Yayah yang urus.. Nanti Yayah bawa Ziya kerumah Umi buat dimandiin" kata gus Afnan
"Iya yah.. Jemur dulu di bawah sinar matahari biar sehat" kata Shahia
"Iya pasti sayang.. Ayuk sekali suap lagi nih" kata gus Afnan
"Uhhh beruntungnya punya suami kaya Yayah" kata Shahia bergelayut manja
__ADS_1
"Jarang jarang suami kaya mas kan? hahaha" kata gus Afnan tertawa
"Yaudah, udah siang nih.. Bubu berangkat yaa.. Assalamualaikum" pamit Shahia mencium telapak tangan sang suami lalu mencium sang buah hati
"Wa'alaikumussalam" jawab gus Afnan
"Huhh semangat Afnan" kata gus Afnan menyemangati diri sendiri
Ia lalu menuju rumah Umi untuk menitipkan baby Ziya dan ia balik lagi ke rumah..
Di rumah gus Afnan mambantu meringankan beban sang istri.. Ia mulai dari mencuci pakaian.. Selagi pakaian di giling di mesin cuci, gus Afnan sambil mencuci piring lalu menyapu dan mengepel.. Setelah mencuci baju dan menjemurnya, gus Afnan lalu memasak makanan sederhana agar nanti saat pulang sang istri bisa langsung makan..
"Ya Allah begitu berat pekerjaan istri hamba.. Wanita hebat ke dua Afnan setelah Umi.. Semoga engkau memberinya pahala dan keberkahan ya Allah.. Aamiin" batin gus Afnan
Setelah menyelesaikan semua gus Afnan kembali ke rumah Abah, di lihat sang buah hati tertidur..
"Afnan udah makan?" tanya Umi
"Sudah Umi, maaf ya mi Afnan banyak ngerepotin" kata gus Afnan sedih
"Gak nak, Afnan gak ngerepotin Umi ko.. Umi seneng bisa sama cucu Umi terus" kata Umi
"Gak papa nak, kalian tinggal terpisah rumah dengan kami kan karena ingin mandiri.. Mungkin fikir Shahia percuma kalau memakai jasa seperti itu.. Gak bisa mandiri juga" Jelas umi
"Oh iya mi, Arkan kapan melamar Nida secara resmi?" tanya gus Afnan
"Katanya mau langsung akad saja, orang tua Nida sudah setuju.." jawab Umi
"Lah terus kapan?" tanya gus Afnan
"Katanya sih bulan depan" jawab Umi
"Ko Afnan gak di kasih tau?" protes gus Afnan
"Dia aja baru bilang semalam sama Umi dan Abah.. Mendadak banget" kata Umi
"Hmm gitu" jawab gus Afnan
__ADS_1
"Kamu kapan mau meresmikan pernikahan kamu secara negara? " tanya Umi
"Berkas berkasnya sudah siap ko mi, tinggal urus aja" jawab gus Afnan
"Syukur lah, biar sah secara agama dan negara" kata Umi
Di asrama putri
"Assalamualaikum" salam santri
"Wa'alaikumussalam" jawab Nida
"Afwan ustadzah ada titipan untuk ustadzah" kata santri
"Dari siapa?" tanya Nida
"Gak tau, ana juga ini di suruh ngasih doang" kata santri
"Hmm yaudah, syukron yaa" kata Nida
"Hmm tasbih?" batin Nida
"Ada suratnya" lanjut Nida
"*Assalamualaikum calon istri
Gimana? suka gak sama tasbihnya?
Mas harap dek Nida suka.. Di pakai terus yaa setiap berdzikir.. Biar pahalanya mengalir juga untuk ana.. Jangan sampai putus apalagi hilang.. Beli nya jauh soalnya.. Kudu naik onta dulu.. Hahahaha
Dek, mas udah bilang sama Umi dan Abah untuk langsung akad saja nanti, jadi mas harap adek siap yaa.. Sebulan lagi kita menikah.. Siap kan berkas berkas adek..
Afwan mas melalui surat ini, bukan mas Arkan mu ini tak mau bicara langsung atau melalui lewat ponsel.. Tapi mas Arkan cuma mau romantis aja gitu.. Pengennya mah kirim ini pakai burung dara, tapi gak ada burung daranya.. heheh lagian takut nyasar juga.. wkwk kesian nanti keder burungnya.. Walau mas sudah bilang beri ini kepada dek Nida yang cantik jelita juga pasti tak akan ketemu, soalnya kecantikan dek Nida hanya mas Arkan saja yang bisa melihatnya.. Uhhhuyyy
Itu dulu ya dek, di jaga baik baik tasbihnya.. Nanti kalau sudah nikah mas kasih tasbih digital yang kerenan dikit.. Kalau tasbih itu boleh di kasih mah kalau tasbih di gital nanti mas beliin.. Minta 10 juga boleh soalnya cuma 10rban.. wkwk keliatan meditnya yaa.. hahahah.. Nikah gede dek, biayanya.. 😔
Udah ya dek, Assalamualaikum*"
__ADS_1
"Huhh gus Arkan ada ada aja deh, tapi ana sayang" batin Nida
Bersambung..