Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 24


__ADS_3

Hari terus berganti..


Tak terasa esok sudah memasuki awal Ramadhan.. Para santri mendapat libur selama 3hari, tapi tidak diperbolehkan untuk pulang..


Terlihat para santriwati membantu mbak2 bagian dapur santri untuk memasak makanan buat sahur nanti..


"Assalamualaikum" salam Shahia


"Wa'alaikumussalam" jawab mereka serempak


"Wahh lagi masak apa nih mbak buat nanti sahur" tanya Shahia


"Ini Abah minta untuk sahur pertama makan enak, makan ayam balado ning" jawab mbak romlah selaku juru masak pesantren


"Shahia bantu ya" kata Shahia


"Haduh ning udah ning dirumah ajaa.. disini udah banyak yang bantu.. kesian gus Afnan sendirian dirumah.. lagian tuh udah jam 9 malam tidur aja" kata mbak Romlah


"Gak papa mbak.. Sha emang mau kesini ngebantuin.. udah izin juga ko sama gus Afnan" kata Shahia


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 00:30 dini hari


"Ning udah pulang ning.. kesian gus Afnan sendirian" kata Mbak Romlah


"Maaf ya mbak, Sha gak bisa bantuin lanjutin" kata Shahia tidak enak


"Gak papa ko.. tinggal sekali masak lagi juga kelar.. mbak bisa dibantu sama yang lainnya" kata mbak Romlah


"Yaudah Shahia pulang dulu yaa nanti pas sahur Shahia kesini lagi bantuin" kata Shahia


"Iyaa bereeess.. yang penting suami dulu utamain" kata Mbak Romlah


"Yaudah Assalamualaikum mbak" kata Shahia


"Wa'alaikumussalam" jawab mereka


Saat keluar dari dapur tiba tiba


"Loh mas ko disini" kata Shahia yang melihat suaminya di depan dapur sambil membaca buku


"Nunggu adek.. gak mungkin kan adek pulang sendirian tengah malem kerumah" kata gus Afnan


"Ya Allah mas, sha berani koo.. masih dilingkungan pesantren ini" kata Shahia


"Udah gak papa.. Ayo pulaang.. nanti kita kan harus sahur" ajak gus Afnan


Sesampainya dirumah shahia langsung mengganti pakaiannya dengan baju tidur..


"Dek,, mas minta jatah yaa.. besok kan puasa" kata gus Afnan


"Tidur mas.. udah malam nanti sahur" kata Shahia


"Sekali aja.. janji" kata gus Afnan merayu


"Mas ihh jangan deket2 udah tidur ih" kata Shahia


Cuma ya begitulah gus Afnan walau Shahia menolak namun dia tetep memaksa dan Shahia pun tak bisa berbuat apa2 selain meladeni suami tercintanya..


Malam itu terjadilah hal yang membuat mereka merasakan surganya dunia.. Dan diakhiri kecupan manis dikening Shahia..


Cup..


"Makasih sayang.. semoga Allah secepatnya mengamanahkan kita malaikat yang lucu yang sholeh dan sholehah yaa" bisik gus Afnan ke telinga Shahia


"Aamiin ya Rabbal Alamin" kata Shahia


Malam itu juga mereka mandi dan tak terasa, waktu sahur telah tiba..

__ADS_1


"Mas adek ngantuk" kata Shahia manja


"Sahur dulu dek" kata gus Afnan


"Abis sahur tidur yaa" pinta Shahia


"Abis sahur ke masjid jamaah subuh.. setelah itu tadarus" kata gus Afnan


"Ahh gara gara mas nih aku jadi gak tidur.. aku cape kan abis bantuin masak ditambah lagi mas minta jatah.. aku ngantuk mas" kata Shahia kesal


"Astaghfirullah sayang gak ikhlas? ko semua muanya diungkit si sayang? kan pahala masakin orang buat sahur ditambah melayani suaminya" kata Gus Afnan


Shahia hanya cemberut.. ia kesal terhadap suaminya..


"Gak baik begitu dek.. adek sudah dewasa.. adek sudah punya tanggung jawab" kata gus Afnan lembut


Namun Shahia tak menggubris,, ia pergi keluar kamar untuk sahur dengan hati yang kesal


Saat sahur, mereka makan dengan tenang.. Shahia hanya makan sedikit langsung pergi keluar rumah menuju asrama..


"Shahia kenapa nan?" tanya Umi


"Ngambek Umi" jawab gus Afnan


"Kenapa emangnya?" tanya Abah


"Dia belum tidur dari kemarin.. abis sahur dia minta tidur namun gak Afnan kasih" jawab gus Afnan


"Ya Allah nak biarin aja sih kan besok libur ini dia gak sekolah" kata Umi


"Kan masih ada kegiatan Umi.. setelah Shalat subuh dia harus tadarus dulu sama para santri dan setelah itu ada kegiatan lain" kata gus Afnan


"Nak, biarin aja.. dari pada dia jadi marah begitu.. kesian dia ngantuk nan.. dia cape" kata Umi tak tega kepada menantunya


"Gak papa dia gak ikut kegiatan dulu nan.. kesian dia.. dia memang gak mau dibeda2an dengan santri lain.. tapi dia juga butuh pengertian nan.. kamu gak boleh begitu" kata Abah


"Iya bah nanti Afnan bicara sama dia" kata Gus Afnan


"Sudah ketemu Shahia nan?" tanya Umi


"Belun Umi.. kayanya dia masih marah sama Afnan.. dia juga belum pulang" kata gus Afnan


"Susul ke asrama minta panggilin sama santri sana" kata Umi


"Iya Umi" kata gus Afnan


Sesampainya gus Afnan di gerbang pintu asrama santri putri, ia melihat santri yang tengah bercengkrama..


"Assalamualaikum ukhty" salam gus Afnan


"Wa'alaikumussalam gus.. Ada apa?" tanya santri


"Tolong panggilin ukhty Shahia yaa.. ana tunggu disini" kata gus Afnan


"Iya gus.. tunggu sebentar yaa" kata santri


Gus Afnan hanya menganggukkan kepalanya


"Afwan gus.. ukhty Shahia gak mau ketemu katanya" kata santri yang memanggil Shahia


"Boleh ana masuk?" tanya gus Afnan


"Sebentar ya gus, ana akan suruh yang lain pakai khimar dulu" kata santri


"Iyaa" jawab gus Afnan


terdengar teriakan santri tersebut "Banaaat.. pakai khimar.. ada gus Afnan yang mau masuk ke asrama"

__ADS_1


Santri yang didalam kamar langsung buru2 memakai khimarnya.. ada juga yang memakai atasan munkena..


Bahkan beberapa santri ada yang berfikir kalau gus Afnan akan mengadakan razia dadakan.. pemeriksaan kamar yang biasa dilakukan setiap bulannya.. padahal itu bukan tugas gus Afnan.. heheh 😄


Saat sudah dipastikan semua memakai khimar, gus Afnan langsung masuk kedalam asrama ditemani dengan santri yang tadi ia pintai tolongnya..


"Aina ukhty Shahia?" tanya gus Afnan kepada santri


"Fii hujroh gus" jawab santri


Saat gus Afnan membuka pintu kamar, ia melihat Shahia tengah tertidur..


"Dek, bangun tidur dirumah yuk" ajak gus Afnan sambil membangunkan Shahia


"Hmm.. mas? eh.. enggak ahh orang lagi marah juga" kata Shahia sambil ngucek2 mata khas bangun tidur


"Hehe ngambek ko bilang.. Udah yuk bangun.. Maafin mas yaa.. yuk bangun.. gak enak diliat santri.. mas juga gak enak di asrama santri dek" kata gus Afnan


"Siapa suruh kesini" kata Shahia ketus


"Iyaa afwan.. mas salah.. yuk pulang yuk" ajak gus Afnan lagi..


Akhirnya Shahia mau mengikuti omongan dari gus Afnan..


Saat keluar kamar..


"Aina na'li?" tanya Shahia


"Lah adek taruh dimana sendalnya?" tanya Gus Afnan


"Disini mas" kata Shahia


Shahia mengedarkan pandangannya dan.. Hhhaaaa


"Heh banat" panggil Shahia sambil melambaikan tangannya


"Limadza ukhty?" tanya santri itu


"Ente tuh yaa nge ghosob na'li.. liat itu sendal ane" kata Shahia


"Ya Allah afwan ukhty.. ana gak tau"kata santri itu


"Sendal ente emang mana? gak punya sendal?" tanya Shahia


"Sendal ane juga di ghosob ukhty" jawab santri itu


"Kalau di ghosob ya ente cari laporin ke pengurus bukan ente ghosob juga.. sama2 dapet hukuman entar" kata Shahia


"Udah udah.. ayok pulang" ajak gus Afnan


Saat diperjalanan tangan Shahia tak lepas bergelayut dilengan lengan gus Afnan.. Ya Shahia masih teramat ngantuk..


"Nanti sampai rumah shalat zuhur dulu baru lanjut tidur" kata gus Afnan


"Hmmm" jawab Shahia


"Heeyy melek.. kesandung aja" kata gus Afnan sambil cekikikan


"Ihh kalau ana kesandung berarti mas gak bisa jaga ana" ketus Shahia


Gus Afnan hanya tersenyum melihat Shahia yang jalan sambil memejamkan matanya..


Bersambung..


Assalamualaikum


Terimakasih yang sudah membaca.. semoga gak bosan yaa.. hehe 😄

__ADS_1


Jangan lupa, like komen dan votenya..


Terimakasih 😊😊


__ADS_2