
Keesokan harinya, kegiatan belajar mengajar telah dimulai kembali seperti biasa..
Shahia memutuskan untuk berhenti mengajar, dikarenakan ia ingin mengurus Ziya dan suaminya saja. Bagi Shahia, ia tidak enak kalau harus terus menerus meminta tolong kepada Umi untuk merawat baby Ziya walau hanya sebentar selama ia mengajar..
"Bubu.. Yayah berangkat ngajar dulu yaa" kata gus Afnan
"Iya yah, kopinya sudah diminum?" tanya Shahia
"Alhamdulillah sudah sayang" jawab gus Afnan
Lalu Shahia mencium punggung tangan sang suami, dan gus Afnan mencium kening sang istri..
"Yayah berangkat, assalamualaikum" salam gus Afnan
"Wa'alaikumussalam" jawab Shahia
Setelah gus Afnan pergi, Shahia masuk kembali ke dalam rumah, ia melihat sang buah hati sudah terbangun dari tidurnya.
"Uluhh, anak bubu sudah bangun yaa sayang, pinter ih gak nangis yaa" kata Shahia berbicara kepada baby Ziya
Setelah memandikan baby Ziya, ia menidurkan anaknya kembali lalu membereskan rumah serta memasak, agar saat gus Afnan pulang nanti bisa langsung makan.
Di rumah Abah, ada seorang wanita yang saat ini tengah sakit, ia merasakan mual yang teramat hingga ia lemas tak mampu berdiri..
"Ya Allah sayang, kita ke dokter yaa." kata gus Arkan
"Nanti mas, kamu ngajar saja dulu, setengah jam lagi ada jadwal kan?" tanya Nida
"Aku udah bilang sama guru lain untuk ada yang menggantikan aku" jawab gus Arkan
"Mas, aku pengen opor ayam tapi gak mau ada ayamnya" kata Nida
"Lah, gimana sih? Terus maunya apa? Cuma kuah kuning gitu doang" tanya gus Arkan
"Aku mau diganti dengan tahu aja" kata Nida
"Yaudah, mas minta tolong mba mur dulu ya" kata gus Arkan
Mba mur itu bisa dibilang prt yaa disitu dan masih baru, belum terlalu lama.
"Tapi mas, aku maunya pake tahu sumedang, gak mau tahu biasa" kata Nida
__ADS_1
"Mana ada tahu sumedang disini? Kita kan daerah jawa" kata gus Arkan
"Sumedang juga masih jawa mas" kata Nida
"Beda sayang.. Kita ini kan di kediri di jawa" kata gus Arkan
"Sumedang juga jawa mas, jawa barat" protes Nida
"Iyaa sii" kata gus Arkan menggaruk kepalanya yang tak gatal
"Pokoknya harus pakai tahu sumedang, kalau gak ada ya harus ada.. Cari ke sumedang" kata Nida manja
"Gitu ya? Tapi kalau ke sumedang membutuhkan waktu lama sayang" kata Gus Arkan
"Gak papa yang penting ada" kata Nida santai
"Yaudah aku bilang mba mur dulu" kata gus Arkan lalu meninggalkan Nida di kamar.
Setelah memberitahu mba mur, gus Arkan kembali lagi ke kamar dan mba Mur menuju pasar untuk mencari tahu sumedang.
Akhirnya tahu yang diinginkan ada walau hanya tinggal beberapa saja.
Mba Mur lalu memasak tahu itu saat tiba dirumah.
Tok .. Tok .. Tok ..
"Gus Arkan, sayurnya sudah siap gus" kata mba Mur dari luar kamar gus Arkan
"Iyaa mba, bentar" jawab gus Arkan
Tak lama, Abah, umi dan gus Afnan datang kerumah.
"Loh, ini ko tahunya pakai tahu sumedang mba?" tanya Umi
"Iya mi, anuh tadi gus Arkan yang minta ke saya untuk masakin opor tapi pakai tahu sumedang" jawab mba Mur
"Hmm yasudah" kata Umi
"Bah, mi.. Afnan langsung pulang yaa, kesian Shahia dirumah berdua doang sama Ziya" kata gus Afnan
"Iya nak, bilang sama Shahia, nanti sore kesini yaa.. Umi kangen cucu umi" kata Umi
__ADS_1
"Iya mi, assalamualaikum" salam gus Afnan
"Wa'alaikumussalam" jawab mereka
Tak lama gus Arkan dan Nida menuju ruang makan, dan telah ada abah, umi dan mba Mur yang telah duduk di sana.
Ya, abah dan umi tidak mau membeda bedakan orang dan statusnya. Walau mba Mur hanya seorang prt, tapi umi dan abah menyuruh mba Mur untuk tetap makan bersama mereka dengan masakan yang sama pula, tidak ada yang di beda bedakan.
"Nida gak berselera" kata Nida tiba tiba lalu meninggalkan meja makan
"Kan, ada apa?" tanya Umi
"Gak tau mi" jawab gus Arkan
"Apa masakan mba gak enak kali ya?" tanya mba Mur tidak enak hati
"Kan Nida belum makan mba, mana bisa bilang tidak enak" kata Abah
"Mungkin gak sesuai kali ya sama permintaan ning Nida, tapi ini tahu sumedang ko" kata mba Mur
"Mba jangan sedih yaa, nanti Arkan tanya sama Nida dulu.. Makanan mba Mur selalu enak ko.. Biasanya juga Nida lahap banget makan masakan mba, mungkin mood nya lagi kurang baik" kata gus Arkan lalu meninggalkan meja makan dan menyusul sang istri.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung..
__ADS_1
Yang mau berteman boleh yaa 😊
IG: @ekarahmasafitriii