
Seperti tahun tahun sebelumnya, setelah liburan panjang para santri balik lagi penjara suci mereka beserta para santri baru yang akan mondok di pesantren tersebut..
Sekarang, Shahia dan kawan kawan bukan lah seorang santri lagi yang harus mendapatkan hukuman tetapi sudah menjadi ustadzah di pondok tersebut.. Shahia mengajar sebagai guru TK bersama dengan Muti, Nida di bagian kantor TU (Tata Usaha) MA & MTs bersama Evi dan Ratna di TU Ibtidaiyah..
Awal santri baru pada datang, mereka dibuat sibuk dengan laporan santri santri baru kecuali Shahia karena ia bagian TK jadi tidak terlalu sibuk karena sebanyak banyaknya murid TK tidak sebanyak murid lain..
Kini Shahia berada dirumahnya sendiri, ya rumah yang gus Afnan bangun di dekat taman pesantren..
Sudah seminggu ia menempati rumah tersebur, seharusnya dari selesai Haflah, namun Umi masih menahan nahan mereka untuk pindah.. Padahal jarak rumah mereka dan rumah Abah sangat dekat, bahkan masih bisa terlihat oleh mata..
Kini bagi Shahia ia resmi menyandang status Ibu rumah tangga yang sesungguhnya.. Bangun pagi ngurus suami untuk ngajar, lalu ngurus anak, anak tidur lalu ia masak dan bebenah rumah.. Ditambah sekarang ia harus mengajar TK juga.. Baby Ziya akan dititipkan di rumah Abah selama Shahia mengajar..
.
.
.
.
"Bubu.. Yayah ke kantor pesantren dulu yaa mengecek data santri baru yang sudah hadir" kata gus Afnan
"Iya yaah, Bubu lagi mandiin Ziya dulu.. Kalau sudah sarapan taruh aja piringnya nanti Bubu yang beresin" kata Shahia dari dalam kamar mandi
"Yayah berangkat Bu.. Assalamualaikum" kata gus Afnan
"Iyaa yaah" kata Shahia
"Okeehh Sayang, sudah mandinya.. Dingin ya nak.. Hihihi lucu banget dia menggigil.. Sabar ya sayang.. Handuk mana handuk.. Baby Ziya kedinginan handuk" kata Shahia mengajak ngobrol sang buah hati
Teman teman Shahia memilih kuliah di Universitas yang masih dalam satu naungan dengan pesantren, namun tidam dengan Shahia.. Walau gus Afnan menyuruhnya kuliah, tapi ia tidak mau karena ia telah repot mengurus rumah,suami dan anak..
Gus Afnan mengusulkan untuk memakai jasa baby sister atau art namun Shahia tak mau.. Tak apa katanya, karena ilmu bisa di cari di mana saja bukan hanya di perguruan tinggi..
Iri dengan teman teman? tentu tidak karena bagi Shahia dia mengurus suami dan anak pahalanya sama dengan menuntut ilmu.. Ia malah bersyukur di usia mudanya ia sudah mampu mengurus semuanya.. Gus Afnan juga tak pernah mengekang Shahia harus seperti ini itu.. Selagi yang di lakukannya benar tak merugikan ia dan orang lain tak jadi masalah bagi gus Afnan.. Shahia mau kumpul sama teman2nya pun gus Afnan tak marah asal inget waktu,anak dan suami..
Maka dari itu Shahia sangat bersyukur memiliki gus Afnan, tak pernah mengekang.. Masa mudanya pun sama seperti anak muda lainnya hanya membedakan ia telah bersuami dan punya anak..
Bagaimana dengan gus Arkan dan Nida?
*Flashback On*
"Kan, kuy lah makan malam diluar" ajak gus Afnan
"Tumben, baby Ziya nanti gimana? belum boleh dibawa keluar jauh kan" kata gus Arkan
"Baby Ziya nanti dititip dulu sama Umi.. ya kan mi?" tanya gus Afnan
"Iyaa kalian pergi saja" kata Umi
Sesuai rencana, Shahia dan gus Afnan merencakan pertemuan antara gus Arkan dan Nida.. Shahia juga telah memberitahu Nida kalau nanti ia mau mengajak makan malam diluar dan Nida pun setuju ikut..
__ADS_1
Malam hari ba'da isya..
"Ayoo katanya mau makan.. Udah laper ni" kata gus Arkan
"Sabar.. Lagi menunggu seseorang" kata Shahia
"Siapa lagi? bukannya cuma bertiga?" tanya gus Arkan
"Assalamualaikum" salam Nida yang baru datang
"Wa'alaikumussalam" jawab serempak
"Ehhh dedek Nida.." kata gus Arkan genit
"Ayoo berangkat.. Arkan bawa mobil" kata gus Afnan sembari melempar kunci mobil kepada gus Arkan
Di perjalanan tak ada suara yang mereka keluarkan.. Di fikiran gus Arkan apa sekarang saja ia bertanya pada Nida, ia akan minta waktu berdua bersama Nida kepada gus Afnan..
"Ya, ini kan sudah lulus.. Ana tanya saja nanti jawaban dia apa" kata gus Arkan dalam hati
Sesampainya di restoran yang mereka tuju, mereka langsung memesan makanan..
"Mas, Arkan mau ngomong berdua dengan Nida boleh?" tanya gus Arkan
"Jangan berduaan, nanti yang ada ketiganta setan" kata gus Afnan datar
"Lahh mas sama Shahia setan dong? kan ketiga dan ke empat malah" kata gus Arkan polos
Plleettaakk
"Aduhh mas.. " kata gus Afnan meringis
"Masa ana sama Shahia di anggap setan" protes gus Afnan
"Heheheh lagihh mas juga sih.. Di sini tuh rame maas.. Ana gak berduaan sama Nida.." kata gus Afnan
"Udah si ngomong tinggak ngomong juga" kata Shahia
"Ihh shaa, maksud ana kalian pergi dulu gitu..Cari meja lain kek seenggaknya.. Biar romantis nih" kata gus Arkan
Nida yang melihat itu hanya tersenyum
"Ayuk bu.. Kita di usir sama dia.. Biarin dia yang bayar entar makanannya" kata gus Afnan menarik tangan Shahia
"Yeee kagak bisa laah.. Yang ngajak makan kan mas sama Shahia" protes gus Arkan
"Nida jangan mau sama orang pelit kaya begini" kata gus Afnan kompor
"Sepertinya iya gus" kata Nida ikut meledek
"Dek.. Jangan ikut ikutan dah" kata gus Arkan
__ADS_1
Setelah gus Afnan dan Shahia pindah ke meja lain.. Gus Arkan meluncurkan aksinya..
"Hmm.. Hmm.. Cek cek satu dua tiga bajigur" kata gus Arkan
"Ko bajigur? gus Arkan ngapain sih?" kata Nida heran
"Cek sound dek.. Melamar adek tuh harus dengan suara yang lembut merdu seperti alunan lagu shape of you" kata gus Arkan
"Shape of you mah ngebitz nadanya.. Hahahah" kata Nida tertawa
"Oh iya yaa.. Ohh seperti alunan lagu nina bobo kalau begitu" kata gus Arkan
"Hahahaha iya iyaa, sakarep mu mas" kata Nida terkekeh
"Dek, mas selalu menunggu jawaban dari adek.. Malam ini mas menanyakan kembali.. Anggap mas melamar adek lagi walau tanpa bunga, tanpa cincin, tanpa coklat, tanpa alunan musik karena disini rame banget udah gitu makanan kita dibayarin pula" kata gus Arkan
"Ihh si mas.. Gak ada romantis2nya dikit" protes Nida
"Mas gak bisa romantis dek.. Mas ini kan apa adanya.." kata gus Arkan
"Iyaa iyaa" jawab Nida yang menahan tawa
"Jadi gimana?" tanya Gus Arkan
"Apanya?" tanya Nida
"Bodo amaaattt" kata gus Afnan jengkel
"Hahahahaha iyaa" kata Nida tertawa
"Adek nerima mas nih? mau nikah sama mas nih?? asssseeekkk besokk kawiinn" teriak gus Arkan yang mengundang tatapan pengunjung
"Jangan bikin maluuu" kata Nida menutup wajahnya
"Hehehee seneng abisnya.. Okeeh setelah santri masuk dan di kantor mas udah senggang mas akan kerumah adek melamar secara resmi" kata gus Arkan
"Iyaa, tunggu sama sama gak sibuk aja dulu yaa.. Nida juga kan masih sibuk ngurus santri baru" kata Nida
"Iyaa embeb Nida" kata gus Arkan centil
"Heheheh iyaa.. Yaudah buruan abisin makannya" kata Nida
"Emang ngapa buru2? udah gak sabar di nikahin yaaa" goda gus Arkan
"Ihh udah malam tauuu" kata Nida
Dan akhirnya mereka menyelesaikan makannya dan menuju tempat gus Afnan makan lalu mereka pulang ke pesantren..
*Flashback Off*
Bersambung..
__ADS_1
Maaf yaa telat banget..
Insya Allah nanti agak malaman dikit up lagi. Terimakasih 😘😘