Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 80


__ADS_3

Sore harinya, Shahia mengajak gus Afnan ke supermarket untuk belanja kebutuhan rumah.. Karena semua kebutuhan rumah sudah mulai menipis, mulai dari sabun, sampo, odol dan beberapa kebutuhan dapur.. 


"Mas, tolong dorong troli nya yaa" kata Shahia


"Ya kalau bukan mas, siapa lagi sayang? Bubu kan lagi gendong Ziya" kata gus Afnan


"Yah, bubu mau beli spaghetti boleh?" tanya Shahia


"Boleh sayang" jawab gus Afnan lembut


Lalu mereka berkeliling keliling mencari kebutuhan yang lainnya. 


"Mas, liat deh.. Coklatnya lucu banget mas.. Uhh pengen" kata Shahia


"Bu, afwan.. Keperluan kita sudah banyak.. Di irit irit yaa" kata gus Afnan


"Hmm iya deh yah, kapan kapan tapi beli yaa" kata Shahia


"Iya sayang, gajian yayah bulan depan yaa" kata gus Afnan


shahia tau, bahwa gaji suaminya tidaklah besar, karena hanya seorang guru madrasah saja.. Terkadang orang tuanya Shahia mengirimkan uang untuk Shahia, tetapi Shahia tolak namun Abi sama Umi tetep kekeh mengirimkan dan Shahia tidak memberitahu suaminya, karena takut gus Afnan tersinggung.. 


"Sudah nih yah, kita ke kasir yuk" kata Shahia


"Yuk.. Bubu duluan aja yaa ke mobil.. Nanti yayah nyusul.. Yayah bayar dulu" kata gus Afnan


Setelah perginya Shahia, gus Afnan kembali lagi ke tempat coklat yang diinginkan sang istri berada.. Ia membeli 2 bungkus sekaligus.. 


Setelah membayar belanjaannya, gus Afnan menyusul ke dalam mobil.. 


"Coba liat lagi bu, takut ada barang yang tertinggal" kata gus Afnan menyerahkan kantung plastik belanjaan


"Yayah" kata Shahia menggantung


"Kenapa?" tanya gus Afnan


"Ini? Coklat?" tanya Shahia matanya sudah berbinar


"Untuk istriku tercinta" kata gus Afnan lembut


"Aahhhh maaass, syukrooon.. Ana seneng banget.. Suami ana romantis.. Tadi bilangnya gak ada uang, kenapa di beliin?" tanya Shahia


"Siapa bilang gak ada uang? Ada ko uang mah" jawab gus Afnan santai


"Tadi mas bilangnya gak punya uang" kata Shahia

__ADS_1


"Enggak, mas gak ngomong gitu" bantah gus Afnan


"Hihh mas mahh kenapa so sweet banget siihh" kata Shahia gemas


"Apapun keinginan istri mas, selagi mas mampu, akan mas berikan.. Doain terus biar mas ada rezekinya" kata gus Afnan


"Aamiin, besok kan mau ceramah tuh di kampung sebelah, nah semoga dapat amplop beserta duitnya.. AAMIIN" kata Shahia


"Aamiin.. Hussshhh gak boleh ngarep begitu.. Niat mas kan dakwah" kata gus Afnan


"Lahh itu mas juga kenapa ngaminin? Wlee" kata Shahia


"Kelepasan" jawab gus Afnan dan akhirnya mereka tertawa


Di rumah Abah, gus Arkan masih di bingungi dengan sifat istrinya yang berubah ubah.. 


Dan keinginannya yang macem macem.. Setelah tadi minta opor tahu sumedang, sekarang minta mie rebus tapi di goreng.. 


"Jadinya mie rebus atau goreng?" kata gus Arkan


"Rebus.. Tapi goreeng" kata Nida


"Salah satu aja.. Rebus atau goreng?" tanya gus Arkan


"Yaudah yaa rebus nih" kata gus Arkan


"Goreeeeng maaaas" seru Nida


"Rebus apa goreng?" tanya gus Arkan


"Rebus tapi goreng" kata Nida


Akhirnya daripada salah menurut gus Arkan, ia memasak mie yang satu mie rebus yang satu mie goreng..


"Nyonya Arkan, silahkan sudah jadi mienya" kata gus Arkan senang


"Ko begini? Aku mintanya mie rebus tapi goreeng" protes Nida


"Aku gak tau maksud kamu tuh apaaa? Makanya aku bikin begini biar adil, jadi rebus ada goreng ada" kata gus Arkan gemes


"Ihh mas mah, bodo aku maunya makan mie rebus yang di goreng" kata Nida kekeh


"Mie rebus tapi di goreng? Owhh maksud kamu mie nya mah tetep mie rebus tapi cara masaknya digoreng gitu? Gak pakai kuah gitu?" tanya gus Arkan


"Iyaaa begituuu" seru Nida

__ADS_1


"Dari tadi kek bilang" grutu gus Arkan


"Otak mas aja dangkal.. Gitu aja gak ngerti" ketus Nida


"Punya bini galak, untung cinta" lirih gus Arkan


Akhirnya gus Arkan membuat pesanan yang Nida inginkan.. 


"Taarraa jadii.. Mie soto goreng.. Apa rasanya yaa?  Rasa soto yang harusnya rebus tapi ini goreng.. Bodoah.. Asal bini suka,bini cinta, malam tak tersiksa.. Hahahayy" batin gus Arkan


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.. 


Assalamualaikum temen temen.. 


Maaf yaa kalau ceritanya agak membosankan.. Hihi


Jangan lupa dukung terus yaa dengan cara like, komen dan vote.. Tambahkan juga ke favorite.. 😊


**Teman teman, mampir yaa ke karya ku yang satunya lagi..


Judulnya "Wanita Penjual Es Mambo"


Beri like, komen dan vote juga.. Tambahkan ke favorite.. Semoga semua suka yaa sama karya aku yang satunya lagi..  😊 Terimakasih**

__ADS_1


__ADS_2