Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 126 Season 2


__ADS_3

Hari terus berganti, tak terasa malam ini adalah malam terakhir Ramadhan tahun ini, esok sudah memasuki 1 Syawal..


Suara takbir telah berkumandang..


Dipesantren hanya tinggal beberapa santri saja yang tak pulang mudik dan beberapa para asatidz pengabdian yang juga tak pulang..


Mereka menghabiskan malam takbiran di masjid dan halaman masjid..


Munawir, putri, Ziya dan Faris menabuh beduk secara bergantian sembari mengumandangkan takbir..


Mereka terlihat begitu bahagia menyambut bulan kemenangan itu..


Disisi lain, Nida sedang menyiapkan kue kue untuk besok jamuan para tamu yang datang berlebaran ke pesantren..


Sebenarnya dibantu dengan Shahia, namun malam ini ia keluar bersama salah satu ustadzah pengabdian, ia keluar menuju apotik..


"Yayaaaahh sini nabuh beduk" teriak Ziya


"Iya nak, Ziya saja.. Yayah mau bakarin ikan nih buat kalian" saut Gus Afnan


Gus Afnan sengaja membeli ikan untuk dibakar dan dimakan bebarengan bersama yang lainnya..


"Faris mau yaah" kata Faris berlari menuju sang ayah yang sedang membakar ikan


"Sini nak, tapi tutup hidung yaa soalnya bau asep" kata Gus Afnan


"Gus Faris suka sama ikan?" tanya Rio santri yang tidak mudik


"Suka.. Enak" jawab Faris


"Ikan itu baik untuk otak" kata Rio


"Bikin pinter ya?" tanya Faris


"Iya bikin pinter" jawab Rio


"Bikin ganteng juga gak?" tanya Faris


Yang mendengar itu langsung tertawa

__ADS_1


"Iyaa bikin ganteng, Gus Faris kalau makan ikan tambah ganteng" jawab Rio


Munawir yang mendengar itu langsung mengambil ikan yang sudah matang..


"Jangan dimakan sekarang.. Itu buat rame rame" kata Gus Arkan


"Abii nanti Munawir gak kebagian, nanti Munawir kegantengannya berkurang dan kalah saing sama santrinya Abi" jawab Munawir


Yang lain tertawa mendengar Munawir berbicara


"Ada ada aja dah anaknya Arkan nih" gumam Gus Afnan


Di dalam rumah Jiddah, Nida dibantu para santri menata kue kue lebaran.. Ada juga santri yang beberes rumah agar esok sudah bersih dan kinclong.. Hehe


"Ustadzah Nida, ini bunga yang tadi dibeli mau ditaruh dimana?" tanya santri


"Di sudut ruang tamu saja.. Biar ruang tamunya wangi bunga itu" jawab Nida


"Ustadzah Nida, Afwan, ada yang kirimin paket parsel.. Tertulis untuk Gus Afnan dan Gus Arkan" kata santri


"Iyaa Syukron, taruh saja di ruang keluarga yaa cantik" jawab Nida


Justru malah Shahia tidak pernah marah, para santri pada segan dengan Shahia.. Mereka takut dan sangat menghormati Shahia..


"Nida sayang.. Putri belum makan seinget umi" kata Jiddah


"Putri pasti sudah makan mii.. Mas Arkan bakar bakar ikan di dekat masjid bareng santri dan pengabdian cowo" jawab Nida


"Oh ya? umi gak tau" kata umi


"Nida aja baru taunya tadi mii pas mas Arkan minta kecap" jawab Nida


"Yasudah umi cuma takut mereka belum pada makan saja.. Nanti malah sakit" kata Umi


Nida tersenyum.. Umi begitu perhatian terhadap cucu cucunya..


Semenjak kepergian Abah.. Umi selalu menghabiskan waktunya bersama cucu cucu.. Menyenangkan hatinya dengan cara bermain bersama cucu cucunya apalagi Faris, karena Faris yang paling kecil diantar saudara yang lainnya..


"Sehat terus umi.. Panjang umur" batin Nida

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung


Assalamu'alaikum


Di bab sebelumnya, Eka pernah bertanya di kolom komentar.. ada kesamaan antara nama seseorang dan tulisan yang terselip di bab itu..


Kira kira apa ya? ada yang tau? Ini akan Eka jadikan challenge yaa..


Jika ada yang tau, boleh kirim jawabannya kedalam grup chat yang ada di profil Eka yaa..


Nanti akan Eka beri hadiah untuk 3 orang yang beruntung di dalam challenge ini..


Ini challenge sebenernya mau Eka buat untuk hari santri kemarin, cuma karena Eka sibuk baru bisa sekarang..

__ADS_1


Jadi yang tau jawabannya, Monggo silahkan kirim jawabannya di grup chat yaa.. Terimakasih 😁


__ADS_2