Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 36


__ADS_3

Malam semakin larut.. Shahia tertidur diranjangnya tanpa makan malam sebelumnya..


Cklek..


"Hmm ternyata udah tidur.. Adek kenapa sayang? apa salah mas? adek pasti laper yaa belum makan? " tanya gus Afnan namun tak dapat jawaban karena Shahia telah tidur


Keesokan harinya, Adzan subuh berkumandang..


"Dek, bangun udah subuh.. walau lagi haidhoh tetap bangun pagi yuk" kata gus Afnan


Tanpa menjawab perkataan gus Afnan,Shahia langsung menuju kamar mandi untuk mandi


Setelah Shahia mandi dan memakai baju, ia langsung menuju dapur untuk menyiapkan sarapan pagi..


"Ane buktiin kalau ane lebih mampu dari ustadzah Uca.. Ane bisa masak,bisa beres beres rumah dan bisa buat air jahe.." kata Shahia ngedumel


Tanpa Shahia sadari ada Umi yang mendengar


"Rupanya Shahia marah karena masalah air jahe itu.. Haduh ane gak enak sma Shahia, ane kan yang minta Uca buatin air jahe itu" kata Umi dalam hati..


"Assalamualaikum selamat pagi mantu Umi" kata Umi lembut


"Wa'alaikumussalam Umi.. Umi udah bangun?" tanya Shahia


"Sudah sayang.. Mau masak apa Sha?" tanya Umi


"Nasi goreng mii sama telur ceplok" jawab Shahia


"Shahia lagi ada masalah sama Afnan?" tanya Umi


"Gak ada ko mi.. kami baik2 aja" kata Shahia


"Hmm gitu.. kalau ada masalah jangan berlarut larut yaa.. Dan Umi juga minta maaf kalau Umi ada salah yang menyakiti hati Shahia" kata Umi


"Enggak ko Umi, Umi gak ada salah sama Shahia jadi Umi gak perlu minta maaf" kata Shahia sambil tersenyum


Setelah sarapan, Shahia langsung berberes rumah.. Mulai dari nyuci piring, nyuci pakaian,nyapu,ngepel,dan masak untuk makan siang..


Tak boleh ada yang membantunya, sampai Umi pun harus duduk manis saja dan terima beres.. Semua pekerjaan Shahia lakukan.. Shahia ingin membuktikan kalau Shahia bisa semuanya..


Shahia gak mau cuma makan, tidur dan belajar doang disini.. Shahia ingin tetap menjadi santri dan istri.. jadi semua harus ia lakukan sendiri..


Hidangan makan siang pun telah jadi..


Shahia masuk kedalam kamar untuk mandi, karena ia merasa sangat lelah telah bekerja dan memasak dari pagi tak henti henti..


Ia ingin melupakan kejadian kemarin, ia ingin berfikir positive..


Baginya sudah banyak masalah yang ia lalui.. Masalah Hasna yang mencintai suaminya saja belum selesai, ditambah sekarang dia mempunyai perasaan tentang ustadzah Uca.. Ia merasa ada sesuatu antara suaminya dan Ustadzah Uca dimasa lalu..


"Ya Shahia.. ingat! Al-mar'u ma'a man ahabbahu.. Seseorang akan dibersamai dengan seseorang yang ia cintai.. Yang namanya jodoh jadi tak akan tertukar.. Ente harus yakin kalau mas Afnan memang diciptakan untuk berpasangan dengan ente sha.. karena ente dan mas Afnan saling mencintai" batin Shahia


Setelah pulang shalat zuhur berjamaah dimasjid, gus Afnan menuju kamarnya.. Dilihat sang istri sedang berdiri dijendela kamar..

__ADS_1


"Assalamualaikum kekasih halalnya mas" kata gus Afnan sambil memeluk Shahia dari belakang


"Wa'alaikumussalam sayang" jawab Shahia


"Ngelamun aja sih? kenapa?" tanya gus Afnan


"Gak papa.. Lagi menikmati capenya bebenah dan masak.. hihi tapi seru.. Shahia seneng.." kata Shahia


"Kenapa gak minta bantuan Umi?" tanya gus Afnan


"Masa harus minta bantuan Umi.. mana tega Shahia.. Umi tuh udah cape.. dari kemarin kan Umi terus.. Shahia pengennya bebenah sendiri.. Biar Shahia terbiasa" kata Shahia


"Sabar ya sayang.. setelah adek lulus, kita tinggal terpisah dari sini.. kita akan mandiri" kata gus Afnan


"Bener mas? mau tinggal dimana?" tanya Shahia


"Masih di pesantren ini ko.. Adek ingat taman pesantren yang dulu kita ngobrol2 masalah Hasna yang suka sma mas?" tanya gus Afnan


"Iya lah ingat.. taman belakang sini kan?" tanya Shahia


"Iya.. disitu ada lahan kosong, nah mulai abis syawal ini mau dibangun rumah.. gak besar sii.. kecil.. cukup lah untuk kita dan anak2 nanti" kata gus Afnan


"Wahh kayanya enak ya mas.. langsung menghadap taman pula" kata Shahia


"Iya sayang.. nanti dekorasinya adek sendiri yang susun yaa" kata gus Afnan


"Okeehh ihh gak sabar adek" kata Shahia


Mereka langsung menuju ruang makan..


Hari terus berganti, kini tiba para santri untuk pulang ke pesantren setelah liburan Idul Fitri..


Seperti sebelum2nya, para pengurus sudah balik H-3 sebelum kepulangan santri ke pesantren..


Dan saat itu, Shahia dan kawan2 disibukkan dengan laporan mereka untuk LPJ,, karena akan dilaksanakan LPJ dulu baru amaliyah tadris..


Seperti biasa,, para santri selalu menbawa cemilan untuk mereka dipondok.. Dan ada yang bercerita cerita selama liburan mereka.. Namun ada juga yang masih nangis ingin tetap dirumah.. Ya mereka biasanya adalah anak baru.. Jadi Shahia dan pengurus lainnya berusaha menenangkan mereka lagi, memberi pengertian kepada mereka..


Shahia banyak disenangi oleh santri2 lain karena sifatnya yang baik dan ramah.. Dia juga terlihat dewasa dimata para santri. Tapi tidak jika sudah bersana gus Afnan dan orang tuanya.. Dia akan menjadi gadis kecil yang manja dan cengeng..


Tak sedikit dari santri yang memberikan Shahia oleh2 yang mereka bawa.. Ada yang menberikan jeruk, kue dan ada juga yang memberikan Shahia khimar.. Bahkan ada pula yang memberikan Shahia pisang sampai satu tandan.. hahaah banyak banget yaa 😂


Alhasil karena saking banyaknya yang memberikan itu kepada Shahia, dia mengajak para pengurus untuk makan bersama di ruangan kepengurusan..


"Wahh ente enak ya shaa dapet banyak makanan" kata Ratna


"Alhamdulillah dong.. Kan ente juga kedapetan bagiannya.. haha" kata Shahia


"Iya tuh bener.. Nikmat mana yang kau dustakan Ratnaaaa" kata Evi


lalu disambut tawa oleh pengurus yang lainnya..


"Wah entar mah kalau udah lulus kayanya kita manggil Shahia dengan sebutan Ning nih" ledek Nida

__ADS_1


"Ustadzah juga udah banyak ko yang manggil Shahia dengan sebutan Ning" kata Muti


"Ahh ente juga entar jadi ning ko nid" kata Shahia tersenyum


"Ahh gak mungkin Sha" kata Nida


"Loh gak ada yang gak mungkin kalau Allah berkehendak ya gak?" kata Shahia


"Betul tuh.. Shahia aja ane rasa gak nyangka bakal jadi istri nya gus Afnan kan sha?" tanya Ratna


"Ho'oh.. ane aja gak nyangka ko" kata Shahia


"Ahh mau fokus dulu sama ujian.. masalah jodoh mah entar dateng ko" kata Nida


"Tapi ada yang ente suka gak disni?" tanya Evi


"Ada" singkat Nida


"Siapa? siapa?" tanya Muti,Evi dan Ratna


"Keeeepppoooo" kata Nida lalu diiringi tawa


"Kalau gus Arkan suka gak?" celetuh Shahia


"Suka" jawab Nida tanpa sadar.


"Ho ho ho.. gus Arkan toh" goda Evi


Shahia hanya tersenyum


"Ehh bukan gitu maksudnyaa.. Siapa sih yang gak suka gus Arkan.. semua juga suka" kata Nida malu


"Hmm ya ya ya.. mengelak terooosss" goda Evi


"Udah udah.. Ana mau ke hamam dulu" kata Shahia


"Ba'daki shaaa.." kata Muti


"Anan aydon" kata Ratna


"Ana ba'da Muti" kata Evi


"Ana awalan.. ente ba'da ana" kata Ratna


"Uskut ihh.. yang nyusul Shahia duluan dia yang ba'da Shahia" kata Nida langsung lari menyusul Shahia


"Ihhhh curraaaang.. " kata Ratna


Lalu mereka lari menyusul Shahia


"Woooyyy.. ini bersihin dulu abis makan wooy.. banaaat... woooy.. ana kan yang kena beresin.. nasib bener" kata Evi sedih


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2