Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 91


__ADS_3

Pagi ini, Shahia sedang memandikan Ziya, Ziya begitu senang saat dimandikan oleh bubu nya.. Apalagi ditemani dengan bebek bebekan karet kepunyaannya.. 


Gus Afnan sudah pergi mengajar, hari ini jadwal gus Afnan sangatlah padat.. 


Di kediaman abah, Nida sedang diajarkan oleh umi bagaimana cara memandikan bayi yang benar.. 


Dan gus Arkan pun juga sudah kembali mengajar.. 


Para ustadzah yang tak ada jadwal mengajar dan di kantor pun datang kerumah umi untuk membantu membereskan rumah umi sekalian melihat baby twins.. 


Mereka pada gemas dengan baby twins,rasanya ingin sekali mereka ajak ke asrama.. Dan tak sedikit pula yang berharap ingin segera menikah dan memiliki anak kembar.. 


"Lucu banget ning baby nya" kata ustadzah Uca


"Buruan nikah ustadzah" kata Nida


"Belum ketemu yang cocok ning" jawab ustadzah Uca


"Semoga nanti bertemu dengan lelaki yang pas ya ustadzah" doa Nida


"Aamiin ya Allah.. Syukron ning" kata ustadzah Uca


Siang hari, jam belajar mengajar pun usai.. 


Gus Afnan menuju ke rumahnya untuk bertemu anak dan istrinya..


Ia melihat sang anak tertidur di kamarnya, sedangkan Shahia sedang berada di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.. 


"Assalamualaikum bubu" salam gus Afnan


"Wa'alaikumussalam yayah, afwan yah, bubu gak dengar yayah pulang" kata Shahia meraih tangan gus Afnan lalu menciumnya


"Gak papa bu, Ziya tidur nyenyak banget itu dikamarnnya" kata gus Afnan


"Iya, dia baru tidur yah" jawab Shahia


"Bu, gak mau nambah rezeki apah?" tanya gus Afnan


"Semua orang pasti mau rezekinya bertambah yah" kata Shahia

__ADS_1


"Berarti boleh nih?" tanya gus Afnan


"Boleh lahh" jawab Shahia


Gus Afnan yang mendapat lampu hijau langsung mencium bibir Shahia..


Shahia kaget akan serangan dadakan itu, tetapi ia tak menolak.. Ia sadar, bahwa sang suami menginginkannya dan jika ia menolak, ia akan dosa.. 


Siang itu terjadilah hal yang sebagai mana mestinya suami istri.. 


"Semoga cepat hadir yaa sayang" kata gus Afnan mengelus perut Shahia


"Apa yayah menginginkan anak lagi?" tanya Shahia


"Tentu, siapa yang tak ingin anak" jawab gus Afnan


"Bubu juga mau punya anak lagi" jawab Shahia


"Bener?" tanya gus Afnan menggoda


Shahia hanya mengangguk tersenyum menandakan iya.. 


Baru tidur sebentar, suara adzan ashar berkumandang.. Gus Afnan bangun dan melihat ke arah sang istri yang masih tertidur.. 


"Cepat hadir nak.. Yayah sama bubu menginginkanmu" kata gus Afnan mencium perut sang istri lalu ke kening sang istri.. 


"Bu.. Bangun.. Shalat ashar dulu" bisik gus Afnan


"Iya yahh, sebentar lagi" rengek Shahia


"Jangn nanti nanti.. Keburu Ziya bangun" kata gus Afnan


Mendengar nama Ziya, Shahia langsung bangun dan segera menuju kamar mandi.. 


Di asrama putri, para santri dan ustadzah sedang berunding untuk memberikan hadiah atas kelahiran putra dan putrinya gus Arkan dan Nida..


Mereka berencana membeli perlengkapan bayi untuk perempuan dan laki laki.. 


Masing masing santri mengumpulkan uang Rp. 5000 

__ADS_1


Dan setelah uang terkumpul, beberapa ustadzah ada yang pergi menuju baby shop untuk membelikan kado.. 


Di tengah jalan, tak sengaja ustadzah Uca bertabrakan dengan seorang pria.. 


"Astaghfirullah.. Maaf maaf" kata ustadzah Uca


"Maaf, saya yang harusnya minta maaf" kata seseorang


"Ana yang harusnya minta maaf, ana tidak melihat" kata ustadzah Uca


"Kalau gitu, mari kita saling memaafkan" kata seseorang itu


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.. 


Hmm.. Kira kira siapa yaa pria itu? 


Lanjut gak nih? Tamat atau season 2?


Author masih bimbang.. Hahaha antara tamat atau season 2.. 😁😁


Komen yaa.. Dan jangan lupa like nya.. 


Terimakasih 😘😘

__ADS_1


__ADS_2