Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 116 Season 2


__ADS_3

Keesokan harinya, Munawir akan mandi karena badannya sudah sangat lengket..


Nida mengikuti saran dokter.. Agar setiap hari perban di kelam*n Munawir diganti..


Perlahan Nida membuka perban itu tetapi Munawir meringis menahan sakit..


Nida tidak tega dengan anaknya yang merasakan sakit.. Karena luka itu masih basah, jadi perbannya sulit untuk dilepas..


"Kecil banget nak punyamu" celetuk Gus Arkan yang membantu membuka perban


Plaakkk


Punggung Gus Arkan dipukul oleh Nida..


"Mas nih ihh" kesel Nida


"Gak kaya punya aku" bisik Gus Arkan


"Samaaa" kata Nida


"Dih, kagak lahh" bantah Gus Arkan yang tak di tanggapi oleh Nida..


Karena Munawir meringis kesakitan, akhirnya ia tidak mau mandi..


Gus Afnan dan Shahia baru saja tiba dengan Ziya dan baby Faris..


"Kenapa Munawir?" tanya Shahia


"Gak mau mandi sha, katanya perbannya susah dilepas dan sakit" jawab Nida


"Di rendem aja badannya di bak, nanti kan perbannya jadi tidak lengket lagi tuh" usul Shahia


"Iya ya, gak ke fikiran" kata Gus Arkan


Akhirnya Gus Arkan menyiap kan bak berisi air untuk Munawir..


Nida membersihkan badan sang anak dengan telaten.. Mulai dari kepala hingga sela sela jari kaki..


Saat membuka perbannya Munawir merasakan sakit lagi.. Tetapi selalu di bujuk oleh Gus Arkan agar mau membuka perbannya karena harus di ganti..


"Pelan pelan ya umi bukain yaa" bujuk Nida


"Gak mau umi.. Sakiit" rengek Munawir

__ADS_1


"Abi beliin mobil mobilan nanti kalau perbannya sudah dibuka" bujuk Gus Arkan


"Gak mau Abi.. sakit" teriak Munawir yang sudah menangis


Perlahan perbannya di buka oleh Gus Arkan


"Aaabiii.. Sakit abiiii.. Munawir mati nanti abiii.." teriak Munawir


"Mana ada di sunat meninggal" kata Gus Afnan


"Uumiiii.. Sakit umiii.. Munawir mati nih umii lama lama kalau begini.. Hadduhh umiii.. Sakit umii" teriak Munawir


"Tahan ya nak kan harus diganti" kata Nida


"Hadduhh umiii.. sakit umii.. burung Munawir luka umiiii" teriak Munawir yang masih saja menangis


Ziya dan putri sudah tertawa dari tadi melihat tingkah Munawir..


2 jam sudah Munawir berendam di air dan perban baru bisa dilepas.. Tangan dan kakinya sudah keriput karena berendam di air..


Dengan nafas yang masih tersendat karena lama menangis.. Akhirnya Munawir sudah memakai baju kembali dan berbaring di atas kasur.. Dan tentunya sudah di perban lagi..


Setiap hari saat mengganti perban selalu saja ada tingkah Munawir yang membuat orang ingin tertawa..


Abah merayakan khitanannya Munawir.. Abah membuat acara mengundang para kiyai kiyai serta penduduk sekitar pesantren..


Munawir memakai jubah Arab serta sorban di kepalanya.. Ia terlihat begitu tampan..


Di depan rumah sudah tersedia seekor kuda untuk membawa Munawir di arak keliling kampung sekitaran pesantren..


Gus Arkan menaiki Munawir keatas kuda, Munawir terlihat begitu senang karena ini pertama kali ia menaiki kuda..


Gus Arkan serta rombongan berjalan mengelilingi kampung..


Setelah sampai di pesantren lagi, Munawir disambut dengan suara petasan dan mendapatkan kalung bunga dari Nida sang umi tercinta..


Banyak para kiyai dan masyarakat memberi sebuah hadiah untuk Munawir dan ada juga yang memberikannya sebuah amplop berupa uang.. Munawir dengan senang hati menerima semua itu..


"Selamat ya Gus Munawir.. Selamat mendapat bentuk baru" ucap santri


"Terimakasih.. Mana amplop buat aku?" kata Munawir


"Hahahaha kita gak bisa kasih Gus amplop.. Tapi kita kasih Gus Munawir hadiah, hadiahnya sudah ada dirumah yaa" kata santri

__ADS_1


"Terimakasih" kata Munawir


Setelah itu, terlihat Gus Arkan dan Gus Afnan menghampiri Munawir yang duduk di singgah sanahnya..


"Nak, apa ada yang sakit?" tanya Gus Arkan


"Gak ada Abi.. gak sakit ko" jawab Munawir


"Alhamdulillah udah sehat ya nak" kata Gus Arkan


"Abi.. Ternyata sunat enak ya?" kata Munawir


"Enaknya?" tanya Gus Arkan


"Kemarin aja dah nangis teriak sakit" celetuk Gus Afnan


"Kan bersakit sakit dahulu Yayah.. Baru bersenang senang kemudian.. Kemarin sakit dulu gak papa.. Sekarang senang dapat banyak hadiah.. Dapet duit juga." kata Munawir polos


Gus Arkan dan Gus Afnan tersenyum


"Besok sunat lagi ya bii" pinta Munawir


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2