Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 122 Season 2


__ADS_3

Hari terus berganti..


Esok sudah mulai puasa 1 Ramadhan.. Pagi ini Shahia belanja sayur dan daging di pesar untuk persiapan sahur nanti.. Sahur pertama ia ingin memasak sop daging kesukaanya Ziya..


Ia selalu kepasar setelah anak anak berangkat sekolah dengan ditemani salah satu anak pengabdian di pondokan.. Ia meminta santri untuk menyetir motor, karena Shahia dilarang oleh Gus Afnan mengendarai motor..


Setelah pulang dari pasar, Shahia langsung menyiapkan bahan masakan untuk diolah.. Dengan dibantu oleh Ega, ustadzah pengabdian di pondok putri..


"Ga, tolong cuci ayamnya yaa" kata Shahia


"Na'am ustadzah" saut Ega


"Ega, Afwan, emangnya bener ya kalau Rumi lagi dekat dengan Fauzan?" tanya Shahia


"Kayanya iya deh ustadzah, soalnya Rumi selalu salah tingkah setiap kali ada ustadz Fauzan" jawab Ega


"Kalau Ega saltingnya saat ketemu ustadz siapa?" goda Shahia


"Ahh ustadzah, Ega mah gak suka sama siapa siapa." jawab Ega


"Ahh masa?" tanya Shahia


"Bener dah.. Ega mau kaya ustadzah uca, tanpa pacaran, langsung di nikahin sama cwo yang alim kaya ustadz Bahar" kata Ega


"Aamiin semoga terkabul ya gaaa" kata Shahia


"Aamiin ustadzah" saut Ega


Pukul 10, Faris baru saja pulang dari sekolahnya.. Ia kalau pulang selalu sendiri, kecuali pagi.. Berangkat selalu diantar..


Ia mencari keberadaan bubunya, yang ternyata sedang di dapur memasak untuk makan siang..


"Assalamu'alaikum bubuuuu" salam Faris


"Wa'alaikumussalam sayang" jawab Shahia lalu mencium kening Faris

__ADS_1


"Bubu masak apah?" tanya Faris yang ingin mengambil ayam yang baru saja dicuci


"Ett ett.. Jangan sentuh ayamnya.. Faris ganti baju dulu.. Nanti bajunya bau ayam." kata Shahia


"Okeehhh bubu.. Aku sayang bubu" kata Faris


"Bubu lebih sayang Faris" saut Shahia


"Faris lucu ya ustadzah.. Gemesin" kata Ega


"Iyaa.. Dia itu cerewet kadang kadang.. Kalau Munawir tuh dulu masih kecilnya baru dah bikin orang jadi ngelus dada terus.. Haha" kata Shahia


"Iya ustadzah.. Sampe sekarang dia mah.. Biar kata udah kelas 4sd tetep aja masih begitu.. Masa ana lagi jalan diginiin 'ustadzah Ega.. Ko cantik siii hari ini? tapi boong' genit Gus Munawir mah.. Hahaaha" tawa Ega pecah


"Yaaa begitu lah Munawir.. hehehe" saut Shahia


Setelah selesai memasak, Ega pulang ke asrama dengan membawa beberapa potong ayam untuknya makan yang diberikan oleh Shahia.. Shahia selalu seperti itu, ia membagi masakannya kepada ustadzah pengabdian yang membantunya itu..


Siang ini Gus Afnan pulang bebarengan denga Ziya.. Anak dan ayah itu tertawa senang di sepanjang jalan hingga sampai rumah.. Ziya menceritakan kegiatan dikelasnya.. Tak pernah ada yang Ziya tutupi dari sang ayah..


"Wa'alaikumussalam" saut Shahia


Shahia yang sudah menanti kepulangan suaminya langsung mencium punggung tanga suaminya dan Gus Afnan mencium kening Shahia..


Ziya pun begitu, mencium punggung tangan Shahia dan Shahia mencium kening Ziya..


Setelah berganti pakaian, mereka berkumpul di meja makan untuk makan siang bersama..


Shahia mengambil nasi beserta lauk untuk suami dan anak tercinta..


"Ziya, sehabis lebaran Ziya sudah Yayah kirim ke pesantren yaa.. Nanti disana Ziya harus belajar yang rajin.. Patuhi aturan jangan dilanggar.. Jangan buat malu Yayah, karena Yayah sudah di kenal sebagai kiyai pesantren ini.. Ziya seorang anak kiyai.. Jangan bikin ulah ya nak" nasihat Gus Afnan


"Na'am Yayah.. Insya Allah.. Doain Ziya ya yah" kata Ziya


"Pasti nak.. Setiap orang tua tuh pasti selalu mendoakan anaknya.. Selalu meridhoi setiap langkah anaknya menuju ke jalan yang benar.. Apalagi Ziya melangkah jalan menuju pesantren tempat nuntut ilmu agama.. Pasti Yayah dan bubu selalu mendoakan dan meridhoi" saut Shahia

__ADS_1


Ada kesedihan sebenarnya di hati Shahia, tapi dia tidak boleh egois.. Ini sudah keputusan mutlak dari Gus Afnan yang selama ini sudah menuruti kemauan Shahia untuk tidak mengirim Ziya ke pesantren sejak kecil.. Jadi saat masuk ke tingkat Tsanawiyah, Ziya harus dikirim ke pesantren lain untuk menuntut ilmu.. Gus Afnan tidak mau anaknya mondok di pesantren tempatnya karena ia takut anaknya akan jadi besar kepala dan nantinya malah tidak baik, tidak ada rasa takutnya sama peraturan..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung


Assalamu'alaikum


Eka dan keluarga besar pondok pesantren Azziyadah tempat Eka menuntut ilmu, mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional untuk seluruh santri di Indonesia 💕


Selamat Hari Santri Nasional 🥰


Bangga menjadi santri.. Santri sehat, Indonesia kuat.. 💪💕

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2