
Sudah tiga hari berlalu.. Hari ini Shahia kedatangan tamu tak diundang, yaitu beberapa orang santri.. Mereka datang untuk meminta bantuan kepada Shahia karena esok akan ada pelaksanaan muhadhoroh gabungan dan salah satu santri harus ada yang berceramah di acara tersebut..
Tok .. Tok .. Tok ..
"Assalamualaikum ustadzah Shahia" salam santri
Cklek
"Wa'alaikumussalam.. Eh kalian.. Masuk masuk" kata Shahia
"Syukron ustadzah" kata Santri
"Limadza? Tumben kesini" kata Shahia
"Anuh, ini ustadzah, besok ana kebagian ceramah di acara muhadhoroh.. Tolong banru ana ustadzah.. Ana bingung mau tema apa untuk besok" kata Santri
"Memang di asrama, tidak ada ustadzah yang membantu?" tanya Shahia
"Ada.. Cuma kita mau sekalian main aja kesini.. Hehe" jawab santri
"Oalah.. Haha.. Na'am na'am.. Jadi belum tau nih temanya apa?" tanya Shahia
"Pengennya si temanya tentang berdzikir ustadzah" kata santri
"Berdzikir yaa?" tanya Shahia sembari memikirkan apa isi dari dari ceramah itu nanti
"Iya ustadzah, tolong kasih penjelasan tentang berdzikir.. Nanti biar ana rangkai kata katanya" kata santri
"Yasudah, kalian tau apa itu dzikir? Dzikir itu adalah kalimat kalimat suci.. Apa sih manfaat dari kita berdzikir? Dalam surah al A'rad ayat 28 di jelaskan :
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
Barang siapa yang berdzikir, hati mereka menjadi tentram.. Tidak ada rasa gundah.. Makanya kadang kita kalau ingin tampil di khalayak umum atau ngapain saja jika membuat kita menjadi gelisah, kita disarankan untuk berdzikir.. Biar hati kita tenang.. Hati kita jadi tentram..
Kalimat apa si yang di sukai Allah?
__ADS_1
Seperti yang di jelaskan dalam Hadits Riwayat Muslim
أَحَبُّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ أَرْبَعٌ : سُبْحَانَ اللَّهِ ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ . لَا يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ
“Ucapan yang paling dicintai Allah ada 4: Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, dan Allahu Akbar. Tidak masalah membacanya mau dimulai dari mana."
Rasul juga bersabda:
كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
“Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat ditimbangan, dan disukai Ar-Rahman yaitu “Subhanallah wa bi hamdih, subhanallahil ‘azhim” (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung). (HR. Bukhari dan Muslim)
Ustadzah, apa berdzikir itu hanya melalui dengan ucapan saja?
Tidak juga, bisa juga dengan anggota tubuh..
contohnya seperti shalat, ruku’, sujud, berjihad, berzakat, berhaji, berumroh, itu semua dzikir.
Maka upayakan semuanya untuk berdzikir. Hati kita dzikir, lisan kita dzikir, anggota badan kita juga berdzikir. Tentunya yang paling utama adalah menuntut ilmu, mentadabburi Al-Qur’an dan hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Itu seutama-utamanya dzikir.
Bagaimana jelas?" kata Shahia
"Sudah di catat tadi point pointnya?" tanya Shahia
"Sudah ustadzah, sudah ana catat.. Syukron ustadzah.. Kalau begitu ana pamit izin balik asrama dulu" kata Santri
"Iyaa afwan.. Belajar yang rajin yaa.. Selalu diingat, biar nanti lulus dari sini bisa jadi ustadzah yang berdakwah kemana mana.. Hehe jadi da'iyah" kata Shahia
"Aamiin ya Allah aamiin.. Kalau gitu kita pamit yaa.. Assalamualaikum" salam santri
"Wa'alaikumussalam" jawab Shahia
Setelah santri itu pergi, Shahia melanjutkan aktifitasnya untuk menjaga baby Ziya..
Karena gus Afnan sedang ada ceramah diluar, akhirnya Shahia lah yang menjaga full baby Ziya.. Biasanya dibantu gus Afnan..
Di rumah Abah, Umi meminta agar gus Arkan mengantarkan Nida ke dokter, karena sampai sekarang rasa mualnya Nida tak kunjung usai.. Umi berfikir kalau Nida hamil.. Tapi Umi tidak mau menduga duga maka dari itu menyuruh gus Arkan mengantarkan Nida ke dokter..
__ADS_1
Sesampainya di dokter, Nida dirujuk ke dokter kandungan.. Gus Arkan bingung kenapa harus ke dokter kandungan..
"Ko dokter kandungan yank?" tanya gus Arkan
"Mungkin Nida hamil mas" jawab Nida
"Ahh masa?" kata gus Arkan kaget
"Ko ah masa sih? Seharusnya seneng dong.. Masa meragukan gitu.. Ini kan ulah mas juga" kata Nida
"Hehehe iyaa si" kata gus Arkan menggaruk kelapanya yang tak gatal
"Mudah mudahan beneran hamil.. Aamiin" kata gus Arkan
"Aamiin.. Berdoa saja mas" kata Nida
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung..
Assalamualaikum readers..
Author minta like, komen dan votenya yaa.. Jangan lupa tambahkan ke favorite kalian.. Hihi
__ADS_1
Oh iya, author punya karya lagi.. Judulnya "Wanita Penjual Es Mambo"
Mampir yaa ke karya author.. Itu karya ke dua author.. Semoga kalian juga suka.. Terimakasih 😊