
Hari terus berganti..
Tak terasa, usia kandungan Nida sudah mencapai 9 bulan.. Tinggal menghitung hari lagi Nida akan melahirkan anak kembar..
Saat usg, bayi yang Nida kandungan kembar cewe cowo..
Begitu bahagianya ia dan gus Arkan yang akan dikarunia anak sepasang..
Namun walau sudah sepasang, gus Arkan ingin mempunyai anak lagi..
Ia selalu mengingatkan Nida jangan KB, dan harus ingat selalu membuat anak.. Haha
Karena gus Arkan ingin memiliki anak yang banyak..
Abah, umi, Nida dan gus Arkan sedang bingung ingin memberi nama anak anaknya gus Arkan itu dengan nama apa..
Sebenarnya mudah bagi mereka untuk memberi nama anak.. Tetapi karena semua berbeda pendapat, maka dari itu masih mereka fikirkan..
"Bagaimana kalau nama anaknya Hasna dan Husni?" kata Umi
"Ahh jangan itu, ya memang artinya juga bagus, tapi harus cari yang lebih bagus lagi, biar menjadi doa yang bagus juga" kata Abah
"Owhh Arkan tau" seru gus Arkan
"Siapa?" tanya Nida
"Munawir dan Munawaroh" kata gus Arkan tersenyum
"Ko Munawaroh? Yang lain ahh" elak Nida tak setuju
"Munawaroh itu nama yang bagus, Munawaroh itu nama bidadari surga" kata gus Arkan
"Ahh iyakah?" tanya Nida
__ADS_1
"Iyalah.. Keliatannya aja nama itu kampungan.. Tetapi asal kamu tau, Munawaroh itu nama bidadari surga" kata gus Arkan
"Iyaa sii bagus, tapi masa di panggilnya Muna? Harus ada nama lainnya lah" kata Nida
"Bagaimana kalau Putri Munawaroh?" kata Abah
"Nahh Arkan setuju" kata gus Arkan
"Okee berarti nama untuk anak perempuan Putri Munawaroh yaa" kata Nida
"Iyaa.. Putri Munawaroh" kata gus Arkan
Dan yang untuk lelaki diberi nama Muhammad Munawir..
"Hmm gak sabar mau liat kalian dek" kata gus Arkan mengelus perut sang istri yang besar karena mengandung 2 anak sekaligus..
Perlengkapan bayi sudah mereka sediakan.. Bahkan sudah ada yang memberinya kado.. Padahal belum lahir.. Hehe
Bahkan gus Arkan saking semangatnya mempunyai anak, ia sudah membelikan calon anaknya itu sepeda untuk cewe cowo..
Gus Afnan yang melihat gus Arkan seperti itu hanya bisa menggeleng geleng kepala.. Ia tau persis adiknya itu seperti apa..
"Huhhh Arkan.. Anak belum lahir udah dibeliin segala macem" lirih gus Afnan
Tinggal menghitung hari Nida akan melahirkan, orang tua Nida juga sudah datang ke kediaman Abah, karena mereka tak ingin melewatkan hari bersejarah dimana mereka melihat cucu cucu mereka lahir..
Perlengkapan bayi untuk dibawa kerumah sakit pun sudah dipersiapkan di dalam tas.. Baju baju Nida yang akan dipakai juga sudah disiapkan.. Fikir gus Arkan, nanti saat waktunya tiba tinggal bawa saja..
"Mas, jangan bawa banyak banyak.. Nanti kan Nida pakai baju rumah sakit" kata Nida
"Iyaa enggak ko sayang, mas cuma bawa 2 setel doang.. Selebihnya baju anak anak kita" kata gus Arkan
Malam hari, gus Arkan melihat istrinya tertidur.. Lalu ia pergi menuju masjid pesantren untuk melaksanakan shalat tahajud sekaligus meminta kelancaran untuk kelahiran anak anaknya kepada Allah sang maha pencipta..
__ADS_1
Saat gus Arkan selesai melaksanakan shalat, ia tertidur di dalam masjid..
Dirumah Abah, Nida terbangun dari tidurnya.. Merasakan pinggulnya yang nyeri dan panas..
"Astaghfirullah.. Kenapa ya? Sakit banget" kata Nida
"Hadduhh celana ko kaya basah ya? Apa jangan jangan? Aakhhh" lirih Nida menahan sakit
Ia jalan sembari merembet di dinding, agar tidak terjatuh.. Dengan susah payah ia menuju pintu kamarnya tetapi tenaganya mulai melemah..
Akhirnya ia terduduk di tengah tengah antara kasur dan pintu kamar..
Ia beristighfar dan berusaha teriak memanggil orang rumah tetapi suaranya tidak bisa dikeluarkan karena rasa sakit yang teramat membuat ia lemah..
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung..
Lanjut gak nih? Hehe
Like,komen dan vote yaa.. Terimakasih 😊
__ADS_1