
Sore harinya, Shahia mengajak Ziya ke aula asrama putri.. Terlihat para santri putri sedang menyetor hafalan kitab Alfiyyah Ibnu Maliknya kepada kakak kelas 3 aliyah mereka..
Shahia jarang melihat keadaan santri putri saat lalaran dan menyetor seperti ini, karena sudah disibukkan dengan Ziya dan pekerjaan rumah.. Namun hari ini semua sudah beres, jadi ia bisa melihat para santri sedang lalaran..
Ziya yang melihat para ukhty ukhty nya sedang lalaran, ia bertepuk tangan dan terkadang merecoki para santri dengan mengambil kitab milik santri..
Para santri yang sedang menyetor hafalannya menjadi buyar karena diganggu oleh Ziya yang memberi kitab kepada yang menghafal..
"Waahh, Ning Ziya pinter banget sii" kata ukhty Wardah
"Yaahh ning, jadi lupa kan ukhty" kata Emi yang sedang menghafal
"Ziyaa sini nak jangan ganggu ukhty ukhty nya" kata Shahia
"Eenghh eenghh" ciri khas anak kecil sembari menyerahkan kitab Alfiyyah
Maksudnya Ziya itu "Ini.. Ini" gt yaa hehe
Ziya tau banget ukhtynya lupa bait yaa.. Makanya dikasih kitabnya..
Hafalin lagi yaa ukhty.. Hihi 😁
Karena kedatangan Ziya malah membuat kehebohan, maka dari itu Shahia membawa Ziya pergi dari situ, karena para santri tidaj fokus menghafalnya.. Ada yang menciumi Ziya, ada yang menggendong Ziya dll..
Shahia membawa Ziya kembali ke rumah Abah.. Dirumah seluruh keluarga kumpul.. Lalu Shahia ikut bergabung..
Nida yang dari dapur membawa beberapa cangkir kopi untuk para lelaki dan beberapa kue untuk pelengkapnya..
"Nyambi ngopi ngobrolnya" kata Nida sopan
"Masya Allah syukron yaa mantu" kata Abah
"Sama2 abah." kata Nida
"Dek, mas mau teh" kata gus Arkan
"Nida buatin kopi, lagian mas gak bilang" kata Nida
__ADS_1
"Mas baru pengennya sekarang" kata gus Arkan
"Udah minum yang ada aja" kata gus Afnan
"Nanti kan gak bisa tidur malamnya mas" kata gus Arkan
"Bukannya bagus?" kata gus Afnan tersenyum
"Ahh iyaa bener.. Kalau bisa 1 cangkir lagi dek.. Hehe" kata gus Arkan
"Gak boleh banyak banyak" kata Nida berlalu pergi
Tiba tiba ada tangan mungil yang meyambar kue yang berada dipiring
"Wehhehehe Ziya mau apa sayang?" tanya gus Arkan
Lalu Ziya mengambil kue brownis yang berada dipiring
"Emang doyan kue brownies?" tanya gus Arkan
"Doyan dia mah." kata gus Afnan
"Enak aja.. Emangnya anak ane bebek apah" kata gus Afnan kesel
Ziya yang diomongin hanya acuh..
Yaa maklum lahh anak kecil belum tau apa apa..
Dia malah asyik dengan dunianya.. Menikmati kue brownis sembil duduk menghadap tv
Banyak yang mereka obrolkan, ntah itu masalah pesantren atau pun yang lainnya..
Abah yang mendengar anaknya berbicara tentang pesantren ini hanya bisa mendengarkan.. Bukan abah tidak mau ikut campur, tetapi abah ingin anak anaknya menjadi pemimpin yang bertanggung jawab,amanah dan jujur.. Jadi masalah pesantren abah serahkan kepada anak anaknya..
Sebagai orang tua, abah hanya bisa mengarahkan, menerima dan memberi masukkan jika ada suatu hal yang berhubungan dengan pesantren.. Untuk masalah santri putri, abah serahkan ke Nida dan Shahia dan untuk santri putra kepada gus Afnan dan gus Arkan..
Abah ingin anak anaknya dapat bertanggung jawab atas apa yang telah abah berikan amanat.. Umi pun sama seperti abah, hanya bisa mengarahkan, menerima dan memberi masukkan..
__ADS_1
Ngobrol ngalur ngidul sampai sampai mereka tak menyadari bahwa Ziya telah memakan kue brownis sebanyak 3 potong.. Dan terakhir gus Afnan lihat tangan mungil sang anak ingin meraih gelas yang isinya kopi..
"Eh eh eh.. Anak yayah mau apa sayang? Kopi? Ndak boyeh.. Masih ecil.. Nanti yaa kalau sudah besar.. (gus Afnan berbicara pada Ziya bersuara anak kecil) Bu.. Bubu.. Anaknya ambilin minum bu" teriak gus Afnan karena Shahia berada di dapur
"Iya yah" jawab Shahia
"Nih yah" kata Shahia
"Anak kita abis makan brownis 3 potong nih kayanya.. Tuh sisa segini brownisnya" kata gus Afnan
"Ya Allah kamu laper" kata Shahia tertawa
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung..
Assalamualaikum readers..
Terimakasih yang masih setia membaca karya author ini..
Mungkin tinggal beberapa bab lagi, novel ini akan tamat..
Tolong komen dong, sebaiknya tamat atau lanjut ke season 2? kalau mau lanjut season 2 maunya gimana? mengisahkan Ziya kecil atau Ziya besar yang dikirim ke psantren lain?
__ADS_1
Beri komennya yaa.. Terimakasih 😊