Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 94


__ADS_3

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan.. 


Sekarang baby twins sudah berumur 2bulan.. Mereka semakin terlihat gemas dan Ziya juga mulai cerewet di usianya itu.. 


Shahia mengajak Ziya berjalan jalan keliling taman pesantren sambil menyuapinya makan.. Karena Ziya sangat senang makan sambil bermain ditaman.. 


"Ziyaa.. Ta'al ta'al (kemari kemari)"


"Mam mam mam" kata Ziya


"Na'am.. To'am awalan" kata Shahia


Para santri melihat Ziya gemas.. Ada yang mencubit pipi, ada yang menyapa bahkan ada yang mencium.. 


Shahia tak marah, justru ia senang anaknya banyak yang menyayangi.. 


Shahia selalu berpesan agar berbicara yang baik baik di depan Ziya, dan membiasakan Ziya berbicara bahasa arab.. 


Ya, gus Afnan dan Shahia membiasakan diri mengajak Ziya berbicara bahasa arab.. Kadang juga berbahasa Indonesia.. 


Ziya sudah mengerti apa makan bahasa arabnya, lihat juga apa bahasa arabnya.. Sedikti sedikit Ziya sudah mengerti.. 


Diusianya yang baru 1 tahun lebih itu, ia sudah pintar.. Ia juga selalu mencontoh apa yang Shahia lakukan.. Seperti mengelap meja, melipat baju walau lipatannya masih asal asalan.. Maklum lah yaa anak kecil.. Hehe 😁


Sementara hubungan ustadzah Uca dan ustadz Bahar semakin dekat, beberapa hari berkenalan, ustadz Bahar langsung menchat ustadzah Uca duluan.. Dari mana ustadz Bahar tau nomor ustadzah Uca? Minta? Tidak.. Tapi dari grup para asatidz.. 


Di rumah gus Afnan


"Ada yang mau ana omongin" kata ustadz Bahar


"Mau ngomong apa?" tanya gus Afnan


"Ana mau melamar ustadzah Uca" jawab ustadz Bahar


"Kaifa?" tanya gus Afnan terkejut


"Ana mau melamar ustadzah Uca" kata ustadz Bahar lagi


"Serius? Wahh ana senang banget dengernya" kata gus Afnan


"Apa dia masih memiliki orang tua?" tanya ustadz Bahar


"Ustadzah Uca.. " gus Afnan lalu menceritakan kejadian di masa lalu


Ustadz Bahar mendengarkan dengan serius sambil memikirkan bagaimana caranya ia akan melamar ustadzah Uca

__ADS_1


Setelah berbincang bincang dengan gus Afnan, ustadz Bahar masuk ke dalam kamar tempatnya.. 


"Bagaimana ana mau melamarnya jika orang tuanya saja ia tidak tau dimana? Apa memakai wali hakim?" batin ustadz Bahar


Lalu ia menelpon ustadzah Uca dan mengutarakan niatnya.. 


"Assalamualaikum" salam ustadz Bahar 


"Wa'alaikumussalam iya, limadza ustadz?" tanya ustadzah Uca


"Ada yang mau ana omongin" kata ustadz Bahar


"Ada apa ya?" tanya ustadzah Uca


"Afwan, mungkin tak baik berbicara melalui telpon, tetapi ana tak tau harus berbicara dimana.. Kalau bertemu ana canggung.. Hehe takut lupa semua omongan yang mau ana omongin" kata ustadz Bahar grogi


"Ada apa stadz? Bicara saja" kata ustadzah Uca


"Afwan sebelumnya, apa ustadzah sudah memiliki kekasih? Atau calon gitu?" tanya ustadz Bahar ragu


"Belum ada.. Kenapa stadz?" tanya ustadzah Uca


"Jujur, dari awal kita bertemu, ana sudah jatuh hati kepada ustadzah Uca.. Ana berniat melamar dan hidup bersama dengan ustadzah Uca.. Apa ustadzah Uca menerima ana? Ana sudah berbicara kepada gus Afnan.. Jika memang ana diterima, ana akan melamar secara resmi" kata ustadz Bahar


"Afwan, jika memang ustadz serius, silahkan pinta ana pada kiyai Ahmad.. Selama ini beliau lah yang bertanggung jawab atas ana, karena ana sudah tidak tau orang tua dimana" kata ustadzah Uca


Malam hari tiba, ustadz Bahar sudah berada dirumah abah bersama dengan yang lain.. 


Ia menyampaikan niatnya untuk menikahi ustadzah Uca.. 


"Afwan sebelumnya abah, mungkin ini sangat mendadak dan tak ada persiapan apapun.. Ana ingin menyampaikan niat baik ana untuk menikahi ustadzah Uca.. Dari awal bertemu, hati ana sudah jatuh kepadanya.. Ana gak mau rasa ini nantinya akan menjadi salah.. Jadi dari hati yang terdalam, ana meminta ustadzah Uca kepada abah.. Ana sudah tau tentang ustadzah Uca bahwa ia juga tidak tau dimana orang tuanya.. Maka dari itu ana memintanya kepada abah, seperti yang ustadzah Uca sampaikan kepada saya" kata ustadz Bahar


"Iya nak Bahar, memang kita semua juga tidak mengetahui dimana orang tuanya Uca.. Kalau memang ini adalah niat baik nak Bahar.. Abaah ingin kalian menikah sekarang, walau kalian tinggal di atap yang berbeda, tapi takut pandangan santri berbeda.. Takutnya menjadi fitnah kalau kalian berpacaran.. Apa nak Bahar nikah sekarang juga?" tanya Abah


"Apa ustadzah Uca menerima ana?" tanya ustadz Bahar


"Uca sudah menyampaikan ini kepada ana.. Dan ia menerima" jawab Abah


"Alhamdulillah." jawab mereka serempak


Akhirnya malam itu juga, ustadz Bahar dan ustadzah Uca menikah secara agama terlebih dahulu.. 


Malam itu menjadi hari yang sangat bersejarah buat mereka berdua.. 


Malam itu mereka resmi menjadi pasangan suami istri.. Namun mereka tidak langsung malam pertama dikarenakan mereka belum mempunyai tempat tinggal.. 

__ADS_1


Setelah itu, mereka semua berbincang bincang dan kembali ke rumah dan asrama masing masing dikarenakan hari semakin malam.. 


"Alhamdulillah ya yah, ustadz Bahar dan ustadzah Uca menikah juga.. Sha ikut bahagia" kata Shahia saat sudah berada di dalam kamar


"Iya Alhamdulillah.. Mas juga senang melihatnya" kata gus Afnan memeluk sang istri dari samping


"Semoga mereka sakinah mawaddah wa rahmah dan segera di beri momongan" doa Shahia


"Aamiin ya Allah.. Semoga kita juga diberikan amanah lagi oleh Allah.. AAMIIN" kata gus Afnan


"Aamiin" jawab Shahia


Gus Afnan lalu mencium bibir Shahia dan mereka melewati malam itu dengan memadu kasih dan kebahagian yang berlipat lipat hari ini.. 


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Tamat.. 


Terimakasih buat semuanya yang sudah setia membaca, melike, komen dan vote.. 


Maaf jika dalam novel ini banyak kekurangan, tak jelas dan typo yang bertebaran.. 


Sebagian kisah ini adalah kisah nyataku selama berada di pesantren, hanya saja ku bumbui dengan percintaan.. Hihihi 😁


Terimakasih sekali lagi.. 


I Love You All 😘😘

__ADS_1


Jangan unfav dulu yaa.. Karena akan ada season 2 nya.. Tentang Ziya yang mulai memasuki sekolah.. Akan ada banyak ilmu yang akan aku tuangkan dalam season 2 ini.. Semoga bermanfaat untuk kalian dan diri saya juga.. 


شكرا جزيلا على وقتك لقراءة هذه الرواية .. أحبك جميعا😘😘


__ADS_2