Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 95 season 2


__ADS_3

Pesantrenku saksi cintaku season 2 hadir 💃


Alhamdulillah season 2 nya hadir.. 


Semoga para readers pada suka yaa.. 


Maaf kalau masih banyak typo dan kurang menarik.. Ini author bikin juga masih meraba raba ceritanya.. Bukan kisah pengalaman pribadi seperti di season awal.. Hehe.. 


Jadi mohon dimaklumi yaa kawan kawan.. 😊


Intinya yaa.. Jangan lupa beri jejak.. Dengan like, komen dan vote.. 


Cusss langsung saja yaaa 😊😊


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


Pagi hari di rumah gus Afnan


"Ziya.. Syur'ah! Ila madrasah" kata Shahia


"Na'am bubu.." kata Ziya lembut


"To'am awalan qobla ila madrasah" perintah Shahia


"Hmm" jawab Ziya


Gus Afnan datang ke ruang makan

__ADS_1


"Shobahul khoir.." kata gus Afnan


"Shobahunnur yayah" jawab Ziya dengan mulut yang penuh makanan 


"Makan dulu nak" kata gus Afnan


"Mas hari ini bubu jadwal cek up yaa.. Nanti jangan lupa anterin" kata Shahia


"Siaaapp nyonya.. Hehehe" jawab gus Afnan


Setelah selesai makan, gus Afnan pergi ke pesantren untuk mengajar.. Tetapi sebelum itu, ia mengantar Ziya untuk sekolah dulu yang masih berada di pesantren itu.. Hanya beda gedung saja.. 


Untuk kabar ustadz Bahar dan Ustadzah Uca, mereka telah dikaruniai anak laki laki bernama Rifky.. Dan sudah berusia 3th.. 


Dan untuk ustadz Hafidz, ia telah menikah dengan ustadzah Evi namun belum dikaruniai anak.. Padahal mereka telah menikah 2th.. 


Shahia kini tengah hamil, usia kandungannya 6 bulan.. Di hamil yang kedua ini, ia merasa suka bermalas malasan.. Kadang ia harus memanggil anak pengabdian untuk membantunya.. 


Ia juga gampang sensitive, tidak seperti hamil waktu Ziya.. Bener bener kali ini super duper males, maunya rebahan terus dan sensitive.. Tak boleh salah sedikit langsung nangis.. 


Namun gus Afnan tak mempermasalahkan itu.. Ia begitu sabar ngadepin istrinya.. 


Gus Arkan dan Nida masih disibukkan dengan anak kembar mereka.. Yang sekarang berusia 4th.. 


Mereka belum kefikiran untuk memiliki momongan lagi, karena mengingat si kembar yang masih butuh perhatian.. Padahal gus Arkan sendiri ingin sekali menambah anak.. 


Di kelas Ziya


"Ayoo siapa yang hafal angka angka pakai bahasa arab?" tanya bu guru


"Anaaa" teriak Ziya


"Coba ning Ziya" kata bu guru


"Wahidun satu, isnani dua, salasatun tiga, arba'atun empat, khomsatun lima, sitatun enam, sab'atun tujuh, samaniatun delapan, tis'atun sembilan, asyarotun sepuluh" jelas Ziya


"Hoorreeee beri tepuk tangannya untuk ning Ziyaa" kata bu guru sembari bertepuk tangan


Semua murid memberi tepuk tangan

__ADS_1


"Bu ustadzah, Ziya kan anaknya kiyai, pasti sudah hafal" kata rima teman sekelasnya


"Nahh, kalian harus termotivasi dari ning Ziya.. Tidak anak kiyai saja yang hafal.. Kalian juga bisa hafal ko, asal ada kemauan buat menghafal" jelas bu guru


Mereka semua semangat untuk menghafal biar bisa seperti Ziya.. 


Siang harinya gus Afnan, Shahia dan Ziya berangkat menuju rumah sakit untuk cek up kandungan Shahia.. 


Ziya merasa senang sekali karena ia bisa melihat adiknya lagi walau hanya di layar monitor saja.. 


"Bubu, kapan adik Ziya lahir?" tanya Ziya


"Insya Allah tiga bulan lagi sayang" jawab Shahia


Gus Afnan yang mengendarai mobil hanya tersenyum mendengar pertanyaan Ziya yang begitu semangat ingin mempunyai adik..


"Berarti nanti Ziya dipanggil Ukhty dong?" tanya Ziya semangat


"Iyaa, ukhty Azziyadah Husna Basyasa yang jamillah jiddan" jawab gus Afnan tersenyum


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.. 

__ADS_1


__ADS_2