Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 112 Season 2


__ADS_3

Hari berganti Minggu, Minggu berganti bulan..


Tak terasa baby Faris sudah bisa tengkurap dengan leher yang kuat dan kepala bisa tegak..


Shahia merasa senang dengan perkembangan sang buah hati.. Faris menjadi anak yang tampan dan menggemaskan..


Siang hari ba'da Zuhur, Shahia sedang memakaikan baby Faris baju Koko dan juga peci.. Karena siang ini Shahia dan baby Faris akan ikut dengan Gus Afnan untuk mengisi acara di kota sebelah.. Shahia meminta Gus Afnan untuk bergantian karena ia belum bersiap siap.. Baginya anak lah yang paling utama..


Setelah selesai berdandan, mereka menaiki mobil dan mampir sebentar kerumah abah karena ingin memberitahu Ziya bahwa mereka akan pergi dan Ziya tetap berada dirumah Jiddah saja..


Diperjalanan Shahia terlihat senang karena setiap kali ia mengikuti suaminya mengisi acara pasti ia mendapatkan sebuah ilmu.. Walau dia bisa kapanpun bertanya sama Gus Afnan tapi berbeda saja rasanya jika mendengar sang suami bertausiyah memberikan ilmunya kepada masyarakat..


Sesampainya di tempat acara, seperti biasa mereka disambut secara khusus dan telah di sediakan kursi khusus juga yang dimana didepannya telah disuguhi berbagai macam kue dan buah..


Mereka mengikuti serangkaian acara hingga tiba waktunya Gus Afnan yang memberikan tausiyah..


Tema kali ini adalah tentang sukses dunia dan akhirat..


"Bu ibu.. Ada tiga Bu kunci agar sukses dunia akhirat.. Pertama Ikhtiar, kedua doa dan ketiga tawakkal..


Tiga kunci sukses bagi seorang muslim ini didasarkan pada firman Allah bu, dalam Surah ar-Rad:11, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."


Ayat tersebut menyuratkan, pentingnya seseorang berusaha untuk membuat dirinya atau keadaan sekelilingnya lebih baik. Bahkan, Allah akan menunggu hingga orang tersebut mau berubah, sebelum membukakan jalan ke arah yang positif.


Ikhtiar sebagai langkah utamanya Bu..

__ADS_1


Seorang muslim diwajibkan untuk berikhtiar jika ingin mendapatkan sesuatu. Sebaliknya, kalau bermalas-malasan bukanlah ciri seorang muslim. Dalam "Doa Menghilangkan Rasa Malas" oleh Alhafiz Kurniawan, terdapat doa Nabi Muhammad saw. yang memohon perlindungan Allah untuk dihindarkan dari empat hal yaitu malas, pengecut, pikun, dan pelit.


Doa yang dibaca Rasulullah adalah, "Allâhumma innî a‘ûdzubika minal kasali wa a‘ûdzubika minal jubni wa a‘ûdzubika minal harami wa a’ûdzubika minal bukhli", yang artinya "Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas, dan aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut, dan aku aku berlindung kepadaMu dari pikun, dan aku berlindung kepadaMu dari sifat pelit."


Dalam riwayat lain, Nabi Muhammad bersabda, "Barangsiapa yang pada waktu sore merasa lelah karena pekerjaan kedua tangannya (mencari nafkah) maka pada saat itu dosanya diampuni." (H.R. Thabrani).


Setelah ikhtiar kita berdoa Bu.. Kita berdoa kepada Allah..


Ikhtiar atau usaha mestilah mendahului dua hal lain, yaitu doa dan tawakal. Jika seseorang hanya berdoa, tetapi belum berusaha, ia berarti tidak sepenuhnya hendak mengubah nasib. Sebaliknya, usaha tanpa doa berarti melupakan hakikat bahwa manusia tidak berkuasa atas apa pun, kecuali atas izin Allah.


Allah berfirman dalam Surah Al-Mukmin:60, "Wa qāla rabbukumud'ụnī astajib lakum, innallażīna yastakbirụna 'an 'ibādatī sayadkhulụna jahannama dākhirīn", yang bermakna, "Dan Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina'."


Dan terakhir, pentingnya tawakkal..


Setelah berdoa, langkah berikutnya adalah tawakal, atau berserah diri kepada Allah. Hal ini tidak terlepas dari pandangan Islam tentang kemutlakan Tuhan. Seorang muslim yang telah berusaha, lantas berdoa, tidak bermakna keinginannnya akan langsung terpenuhi saat itu juga.


Ingat tiga itu ya Bu... Ikhtiar, doa dan tawakkal.. Selain tiga itu juga harus dibarengi dengan Istiqomah, Shadaqoh dan Syukur..


Kita ikhtiar, kita doa kita tawakkal kalau tidak di Istiqomah kan? percuma Bu.. Kita ikhitar kita doa, kita tawakkal kalau tidak dibantu dengan Shadaqoh juga percuma.. Karena Shadaqoh itu membantu kita membuka jalan pintu rezeki.. dan terakhir bersyukur.. Kita harus bersyukur apapun takdir yang Allah berikan.. Terimalah.. Mungkin kita tidak bisa sukses di dunia tapi kita bisa sukse di akhirat kelak.. Jika kita melakukan semua hal itu dengan benar benar.. Insya Allah Bu, hidup kita sukses dunia akhirat, tenang, senang di surganya Allah SWT"


Bagitulah tausiyah Gus Afnan kali ini..


Setelah Gus Afnan menuruni panggung, Shahia langsung memberikan air mineral kepada Gus Afnan dan Gus Afnan tersenyum..


"Masya Allah bidadari surga pengertian banget" ucap Gus Afnan

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2