Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 30


__ADS_3

"Afnan" panggil Umi


"Iya Umi.." jawab Afnan


"Besok tolong bawa istri kamu kerumah sakit untuk di cek up.. biar lebih jelas lagi kalau langsung ke dokter" kata Umi


"Iya Umi besok Afnan akan bawa ke dokter" kata Afnan


Pada pagi harinya, gus Afnan bersiap2 mengajak sang istri untuk cek up..


Dalam hatinya ia berdoa semoga saja benar istrinya telah mengandung..


Kalau readers bingung dengan bagaimana sekolahnya? pesantren tempat Shahia menuntut ilmu itu adalah pesantren khusus kitab2 kuning.. Jadi ijazahnya hanya ijazah pesantren bukan negara.. Dan untuk ujian Negaranya dengan melalui Ujian paket/kesetaraan..


Gus Afnan dan Shahia pergi kerumah sakit menggunakan mobil milik Bang Rizky, abangnya Shahia karena hari ini bang Rizky tidak ada rencana keluar akhirnya mobil dipakai oleh gus Afnan


Tiba dirumah sakit..


"Mas, bagaimana kalau hasilnya gak sesuai keinginan kita?" tanya Shahia panik


"Kita pasrahkan saja sama Allah ya sayang" kata gus Afnan menenangkan Shahia


"Tapi adek takut buat Abi dan Umi kecewa.. Mereka sepertinya udah pengen banget punya cucu" kata Shahia sedih


"Berdoa saja yaa" kata gus Afnan mengelus kepala sang istri yang tertutup jilbab


"Ibu Shahia Al-Mahiyra" panggil suster


"Saya sus" jawab Shahia


"Ayo mas cepetan" kata Shahia


"Assalamualaikum permisi dokter" salam Shahia dan gus Afnan


"Wa'alaikumussalam silahkan pak bu mari duduk" kata dokter Herlina selaku dokter kandungan


"Bagini bu dokter, istri saya dari kemarin mual terus, pusing dan juga lemas" kata gus Afnan


"Saya juga telat datang bulan juga bu dokter" timpal Shahia


"Sudah berapa hari telatnya?" tanya Dokter Herlina


"Satu mingguan mah ada dok, lebih kayanya deh" kata Shahia ragu


"Coba bu Shahia tiduran dulu yaa saya periksa" kata Dokter herlina lalu memberikan jel di perut Shahia

__ADS_1


"Hmmm ibu, bapak.. dari hasil usg ini tidak ada tanda2 bahwa adanya janin" kata Dokter Herlina


"Berarti istri saya tidak hamil dok?" tanya gus Afnan


"Belum hamil bapak.. bukan tidak hamil.. usaha lagi ya pak.. 😊" kata dokter Herlina


"Tuh kan mas adek gak hamil" kata Shahia sedih menitikan air matanya


"Jangan sedih ya bu,umur ibu masih muda.. masih sangat subur bisa hamil" kata Dokter Herlina


"Tapi kenapa sampai sekarang istri saya belum haid ya dok?" tanya gus Afnan


"Hormon pada wanita memang selalu berubah ubah pak, ini baru telat semingguan.. bahkan ada wanita yang telat menstruasi sampai 3bulan.. Ibu Shahia jangan terlalu cape yaa.. itu berpengaruh juga soalnya" jelas Dokter Herlina


"Eemmm gitu.. Tuh sayang kamu masih sangat bisa hamil.. Sehat kan dokter keadaan istri saya" tanya Gus Afnan


"Sangat sehat pak, rahim bu Shahia sehat makanya saya bisa bilang masih subur dan sangat bisa hamil.. tinggal usaha kalian saja.. Dan serahkan semua pada Allah.. heheh" kata Dokter Herlina


Masih terlihat gurat kesedihan diwajah Shahia saat mengetahui dia belum hamil..


"Sudah jangan sedih jangan nangis" kata gus Afnan


"Sabar ya bu.. Insya Allah secepetnya.. apalagi bu Shahia masih muda.. Ini saya beri resep vitamin ya bu, untuk membantu penyuburan juga" kata Dokter Herlina


"Kalau gitu kami permisi Bu Dokter.. Terimakasih banyak" kata gus Afnan


"Jangan sedih lagi ahh jangan nangis.. kan masih bisa usaha kitanya.." kata gus Afnan yang juga sebenarnya sedih


"Adek gak tega bilangnya nanti ke Umi dam Abi kalau ternyata adek belum hamil mas 😢" kata Shahia lirih


"Ya mau gimana lagi coba? ya memang Allah belum menitipkannya kepada kita.. Allah masih mau kita merasakan indahnya pacaran dulu.. Sayang pernikahan kita aja baru mau jalan 2bulan.. Udah jangan sedih.. gimana kalau sekarang kita ke mall aja.. katanya mau beli baju lebaran.. yukk beli yuuk" bujuk gus Afnan


"Gak mau.. Adek mau pulang aja istirahat" kata Shahia


"Yasudah kalau gitu kita pulang" kata gus Afnan


Sesampainya dirumah


"Gimana hasilnya? Shahia hamil kan? kita mau punya cucu kan?" tanya Abi dan Umi


"Gimana dek? abang mau punya ponakan kan?" tanya bang Rizky


"Hhhuuaaaa.. hhhuuuaaa.. Umiiiii 😭😭" tangis Shahia pecah


"Ada apa ini nan?" tanya Umi

__ADS_1


"Kita belum diberi amanah mi.. bii" jawab gus Afnan


Rawut wajah sedih tergambar di muka Abi,Umi dan bang Rizky..


"Yasudah gak papa nak.. Nikmatin dulu masa muda kamu.. masa pacaran kamu sama Afnan.. Insya Allah secepetnya nanti bakalan dikasih sama Allah.." kata Umi menenangkan Shahia


"Maa.. maa.. aafin shaa uu.. uumiii" kata Shahia terbata bata karena nangis


"Gak papa gak perlu minta maaf" kata Umi


"Udah doong senyum.. jelek tau adek abang kalau cengeng gini.. Smile dong" kata bang Rizky mendekati Shahia dan memeluknya..


"Nan, bawa Shahia istirahat gih" kata Abi


"Iya bii" jawab gus Afnan


"Kamu masih mau tetep puasa Sha?" tanya Umi


"Kayanya enggak Umi.. Shahia haus cape abis nangis" kata Shahia yang disambut dengan tawa dari keluarganya


"Hhuuuhhh payaahh gak kuat iman" ledek bang Rizky


"Ihh apa sih sonoh pergi" usir Shahia


"Udah udah.. yaudah gak papa kalau gak puasa" kata Abi


"Mas Shahia mau makan dulu yaa laper.. hehe" kata Shahia


"Iya sayang.. makan yang banyak" kata gus Afnan


"Bang Rizky.. mau tidak?makan mie rebus pake cabe dan telor.. ohhh nikmatnyaaa" goda Shahia


"Siaul kamu dek.. dosa kamuuu.. awas aja" kata bang Rizky kesel


"Bisa bisanya dia abis nangis terus seneng lagi ngeledek abangnya pula" kata Abi sbil geleng2 kepala..


"Anak Abi itu" kata Umi


"Istrinya Afnan" kata Abi


"Adek nya bang Rizky bii 😁" kata gus Afnan


"Dihh gua dibawa2 😑" kata bang Rizky


Bersambung..

__ADS_1


Maaf sedikit dulu yaa.. Nanti malam dilanjut lagi.. hihi 😁


Jangan lupa dukung terus dengan cara like, komen dan vote.. Terimakasih 😘😘


__ADS_2