
Happy Reading Gaaess 😍
"Umii.. boleh bantuin Shahia? kita buka oleh oleh nya yaa mi" kata Shahia
"Boleh.. sini" kata Umi
Lalu Shahia dan Umi membuka oleh oleh tersebut
"Ya Allah banyak banget nak" kata Umi
"Gak papa Umi.. Kan bisa dibagiin dengan yang lainnya" kata Shahia
"Bilang makasih yaa sama orang tua kamu" kata Umi
"Iyaa Umi nanti Shahia salamin.. Coba buka ini mii.. Umi suka gak?" kata Shahia
"Ohh ini yang rasanya asem manis itu yaa?" tanya Umi
"Iya mii.. Enak lohh" kata Shahia
"Wahh lagi pada buka oleh oleh yaa?" tanya gus Arkan
"Iya nih.. Shahia beli oleh olehnya banyak banget" kata Umi
"Wuuiihh banyak cemilan nih dirumah.. bettahh dah kalau begini dirumah" kata gus Arkan..
"Makanan mulu fikirannya ente kan" ledek gus Afnan
"Hahaha biarin.. Dari pada cewe mulu yang fikirin.. Mikirin cewenya nanti aja kalau udah nikah" kata gus Arkan
"Kalau udah nikah jangan mikirin cewe lain kan.. Fikirin istri" kata gus Afnan
"Lah.. istri kan cewe mas.. gimana sihh otaknya dangkal.. masih ketinggalan dikereta kali yaa" kata gus Arkan
"Hahahahahaha otak mas dangkal.. hahahahaha" tawa Shahia pecah
"Hemmm apa kamu?? adek ngeledek mas juga iya?? heemmm" kata gus Afnan sambil mencubit pipi sang istri
"Ampun mas.. ampun.. iya maaf maaf.. afwan.. hahahahaah" kata Shahia yang masih tertawa
"Ayo aja terus ketawain suaminya.. Abis kamu malam ini dek sama mas" bisik gus Afnan ke Shahia
"Hihh biarin.. orang adek lagi haidhoh.. wlleeee 😜😜" ledek Shahia
"Hahahahahah mang enak gak dapet jatah" ledek gus Arkan
"Iya yaa mas lupaa" kata gus Afnan sambil garuk lehernya yang tak gatal
"Udah udah.. sekarang beresin ini dulu.. Umi buatin kopi buat kalian pada ngopi yaa sekalian makan oleh oleh yang dibawa Shahia" kata Umi
"Umi paling ngerti Arkan bangeettt" kata gus Arkan lalu memeluk Umi
Lalu mereka kumpul di ruang keluarga untuk menikmati makanan yang tersedia..
"Nan, bagiin nih oleh2 nya ke ustadz dan ustdzah yang ada di asrama.. takutnya mereka gak ada cemilan di asrama" kata Umi
__ADS_1
"Iya mii.. Ayuk dek ikut mas" ajak gus Afnan ke Shahia
"Ayuk mas.." jawab Shahia
Gus Afnan dan Shahia membawa beberapa kantung pelastik yang berisi cemilan yang Shahia bawa dari rumah Abinya..
Mereka menuju asrama putri dulu..
"*Assalamualaikum ustadzah uca.. lagi dimana?" tanya gus Afnan melalui telepon
"Wa'alaikumussalam di asrama gus" jawa ustadzah uca
"Ana di depan asrama nih sama Shahia mau ngasih oleh oleh dari kita" kata gus Afnan
"Oh iyaa sebentar gus ana kedepan" jawab ustadzah Uca*
Tak lama..
"Assalamualaikum gus..ning Shahia" salam ustadzah Uca
"Wa'alaikumussalam.. Ustadzah minal aidin wal faidzin yaa.. Maafin Shahia banyak salah" kata Shahia
"Minal aidin juga ning.. maaf juga kalau ana banyak salah" kata ustadzah Uca
"Ini ustadzah ada sedikit oleh oleh.. dibagi yaa dengan yang lain" kata gus Afnan
"Iya gus syukron.. ya Allah jadi ngerepotin" kata ustadzah Uca
"Sama2" jawab gus Afnan
"Mas, boleh Shahia nanya?" tanya Shahia
"Boleh.. mau tanya apa?" kata gus Afnan
"Kayanya ustadzah Uca suka yaa sama mas.. dilalah dia juga sering disuruh Umi bantu2 dirumah terus" kata Shahia
"Dek, jangan mulai mulai lagi deh.. nanti kaya kemarin lagi" kata gus Afnan datar
"Tapi emang bener koo.. Ustadzah Uca terlihatnya doang biasa2 aja.. tapu dari tatapannya beda ke mas.. pinter menyimpan perasaan kayanya yaa" kata Shahia
"Perasaan adek aja itu mah" kata gus Afnan datar
"Hmmm mungkin kali yaa" kata Shahia heran
*Flashback On*
Kala itu, hujan lebat datang..
Seorang wanita remaja sedang menangis dibawah gubuk dekat pesantren..
"Assalamualaikum.. Ente siapa? kenapa sendiri disini dan nangis?" tanya seorang laki2
"Wa'alaikumussalam.. nama saya Uca.. Rosa andini.. tapi dari kecil saya dipanggil uca karena pas masih kecil saya gak bisa nyebut nama saya sendiri" kata anak itu
"Ente ngapain disini? sepertinya ente bukan orang sini?" tanya laki2 tersebut
__ADS_1
"Iya saya bukan orang sini.. Saya lari dari kejaran om om jahat yang mau menjual saya ke luar negeri" kata uca sambil menangis
"Perkenalkan ane Afnan.. kalau gitu ente kerumah ane dulu yuk.. ketemu Abi dan Umi ane.. siapa tau bisa membantu ente" kata Afnab
"Terimakasih.. iyaa" kata Uca
Tiba dirumah
"Assalamualaikum Umi.. Abah" salam Afnan
"Wa'alaikumussalam.. ya Allah Afnan kamu bawa siapa nak?" tanya Umi
"Ini tadi Afnan temui dia di gubuk deket pesantren Umi.. dia lagi nangis sendirian" kata Afnan
"Nak sini duduk dulu ya Allah basah yaa bajunya.. siapa nama kamu?" tanya Umi
"Arkan tolong ambilin handuk atau sarung gitu.. buat nutupin tubuh anak ini karena basah biar gak dingin" kata Abah
"Nama saya Uca bu.. Rosa andini tapi dipanggilnya Uca" jawab Uca
"Kamu dari mana? tinggal dimana?" kata Umi
"Saya bukan orang sini bu.. saya lari dari kejaran om om yang mau jual saya keluar negeri" jelas Uca
"Astaghfirullah.. yasudah kamu disini aja ya.. disini kamu aman.. berapa usia mu?" tanya Abah
"Umur saya 15th pak" jawab ustadzah Uca
"Berarti sama seperti Afnan.. dia 15th.. kalau itu Arkan adiknya Afnan usianya 13th" kata umi
"Kamu tinggal disini saja yaa.. di pesantren ini.. nanti tinggal di asrama putri.. dan panggil kita ini Abah dan Umi saja" kata Abah
"Iyaa Abah Umii makasih yaa" kata Uca
Setelah itu hari hari berlalu.. Uca sering dimintai tolong sama Umi untuk membantu masak dan membereskan rumah.. Tanpa Uca sadari Uca jatuh hati kepada Afnan yang telah membawanya bertemu Abah dan Umi dan Uca mendapatkan tempat tinggal dipesantren ini dan bisa melanjutkan pendidikannya..
Namun rasa itu Uca pendam, karena itu tak mungkin.. Afnan gak mungkin mencintainya.. Ia pun juga minder.. Uca hanya wanita biasa, sedangkan Afnan dari kecil sudah dibekali ilmu Agama yang kuat..
Setelah lulus sekolah, Afnan mengejar impiannya untuk meneruskan kuliah di Al-Azhar kairo mesir.. Dan Uca tetap dipesantren itu sebagai pengasuh pondok putri..
Hatinya sedih harus berpisah dengan sang pujaan hati.. Hari harinya ia tumpahkan didalam sebuah buku harian.. Hari dimana ia merindukan sang Afnan.. Hingga suatu hari rahasianya itu terbongkar karena ada salah satu santri yang menemukan buku hariannya itu jatuh di taman pesantren..
Hal itu diketahui oleh Afnan yang berada di kairo.. Abah sama Umi berniat untuk menjodohkan Afnan dengan Uca, namun Afnan menolak bukan karena Uca gadis biasa.. Namun memang hati tak bisa dipaksa.. Hati Afnan tak bergetar saat bertemu dengannya..
Hingga Afnan pulang ke Indonesia setelah menyelesaikan kuliah nya di kairo saat ia berumur 22th.
Abah dan Umi masih ingin menjodohkan dengan Uca karena tak enak hati dengan Uca,namun namanya Afnan sekalinya tidak ya tidak.. masih dengan alasan yang sama..
Sepulang dari kairo Afnan mengajar dipesantren,ia selalu menjaga jarak dari Uca agar Uca tak menaruh harapan banyak kepadanya..
Hingga hadir lah Shahia di pesantren itu dan membuat hati Afnan berdebar debar saat melihatnya..
Saat Uca tau, bahwa Afnan telah bertunangan dengan Shahia disaat itu pula Uca memantapkan hatinya.. "Uca.. Afnan bukan lah jodohmu.. Pasrahkan semuanya Uca pada Allah Ta'ala.. Akan ada yang lebih baik untuk Uca suatu hari nanti"
*Flashback Off*
__ADS_1
Bersambung..