
Hari terus berganti, sekarang gus Arkan dan Nida telah tinggal di kediaman Abah menempati kamar gus Arkan sebelumnya..
Mereka sendiri juga telah melakukan aktifitas seperti biasa kembali..
Di kediaman gus Afnan
"Bu, bangun subuh dulu" kata gus Afnan membangunkan Shahia
"Hmm sudah subuh ya?" tanya Shahia dengan suara khas bangun tidur
"Iyaa, ayuk bangun.. Yayah ke masjid dulu yaa" kata gus Afnan
"Iya yah" jawab Shahia
Setelah shalat subuh, Shahia mempersiapkan segala kebutuhan dan keperluan gus Afnan.. Mulai dari pakaian untuk mengajar dan menyiapkan sarapan untuk gus Afnan
"Wihhh masak apa bu pagi ini?" tanya gus Afnan
"Masak telur balado, afwan ya yah tidak ada sayurnya.. Belum belanja soalnya,hehe" kata Shahia
"Gak papa, kalau seret kan ada air" kata gus Afnan tersenyum
"Ulluhhh suamiku memang pengertian banget" gemas Shahia
"Apapun masakan yang bubu buat, selalu yayah makan" kata gus Afnan menyenangkan hati istri
"Ya sudah besok bubu masakin mie rebus aja" jawab Shahia
"Ya gak mie rebus juga, gak baik pagi pagi makan mie rebus" kata gus Afnan
"Lah katanya apa saja di makan, gimana sih.. Haha" kata Shahia
"Tapi gak baik pagi pagi mie rebus bubu sayaang" kata gus Afnan
"Iya iya, yaudah makan yang bener" kata Shahia
Seperti biasa, setelah sarapan mereka menuju rumah Abah untuk menitipkan Ziya ke Umi karena Shahia harus mengajar TK.
Di dalam kelas
"Assalamualaikum murid murid" salam Shahia
"Wa'alaikumussalam bu guru" jawab murid
"Hari ini kita akan belajar mengenal jari tangan yaa pakai bahasa arab.. Siapa yang mau nyanyi bareng bu guru?" seru Shahia
"Aku.. Aku.. Saya bu guru" jawab murid murid
"Ikutin ibu yaa..
Liyadani yumna wa yusro
__ADS_1
Fi kulli yadin khomsu ashobiah
Hiya ibhamu,ashababatu,alwustho,albinshoru,alkhinshoru..
Ini tangan kanan dan kiri
setiap tangan ada 5 jari
Ini jari jempol, ini telunjuk, ini tengah,ini manis,ini kelingking" nyanyi Shahia
Lalu perlahan Shahia mengajarkan itu kepada murid muridnya..
Ada yang terbalik nyanyinya, ada yang salah pelafadzan nya tapi hal tersebut yang membuat kelas menjadi ramai..
Di lain tempat, gus Afnan tengah mengajarkan kitab Alfiyyah Ibnu Malik..
Gus Afnan meminta para santri kelasnya membacakan kitab tersebut..
"Ayo mulai Bismillah" kata gus Afnan
"Bismillahirrahmanirrahim
Qolla muhammadun huwabnu maliki
Ahmadurrabbi laha khoiro maliki
Musholliyan ala nabiyyil musthofa
Wa asta'inullaha fi Alfiyyah
Maqosidunnahwi biha mahwiyaah
Tuqoribul aqso bi lafdhi munjazi
Watabsutul badzla bi wa'di munjazi." seru para santri
Setelah membacakan kitab Alfiyyah Ibnu Malik, gus Afnan langsung menerjemahkan kitab tersebut.
Tak terasa bel pulang berbunyi..
Para santri lalu balik ke asramanya masing masing dan melakukan kegiatannya masing masing, setelah shalat dzuhur para santri ada yang terlihat makan, nyuci baju dan tidur siang karena setelah ba'da ashar akan melaksanakan pengajian kitab..
Di kantor pesantren
"Wah wah wah pengantin baru nih" celetuk ustadz Said
"Duhai senang nya pengantin baru.. syalala lala lala" nyanyi ustadz Hafidz yang diikuti tawa para asatidz lainnya
'"Ahhh bisa jaa.." kata gus Arkan malu
"Helehhh malu.. Biasanya malu maluin gus" celetuk ustadz Hafidz
__ADS_1
"Ada istri jaga image dong.. Haha" kata gus Arkan
"Ustadzah Nida suaminya tumben malu malu" goda ustadzah Hafsoh
"Iyaa, biasanya mah malu maluin yaa.. Haha" ledek Nida
"Tuh istrinya aja ngomong gitu gus" tawa ustadz Said
"Jangan sekongkol dek sama mereka ini" dengus gus Arkan bercanda
"Hahaha" tawa para asatidz
"Assalamualaikum" salam gus Afnan
"Wa'alaikumussalam." jawab asatidz
"Ehh pengantin lapuk dateng" celetuk gus Arkan
"Hahahaha mentang mentang ente pengantin baru gus.. Iseng aja mulutny" kata ustadz Hafidz
"Siapa pengantin lapuk? ustadz Hanafi tuh yang pengantin lapuk" kata gus Afnan
"Wah wah wah, kenapa ane di bawa bawa.. Ane udah diem aja dari tadi masih kena juga.. Hahaha" kata ustadz Hanafi
Begitulah suasan di kantor para asatidz penuh canda tawa..
"Nih ana bawa gorengan" kata gus Arkan
"Wahh pas banget nih temen ngopi" kata ustadz Hanafi
"Yukk mari semua makan.. Cicipi cicipin" kata gus Afnan menawari
"Assalamualaikum.. Wahh pada ngapain nih?"
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung..
__ADS_1