
Menjelang maghrib, beberapa orang santri dan seorang ustadzah baru saja terlihat setelah mereka berkeliling keliling daerah villa.. Mereka baru saja berfoto foto menggunakan kamera di ujung villa yang terlihat sebuah gunung menjulang dan ditengah tengah itu terdapat persawahan yang indah..
Saat adzan maghrib berkumandang, para santri shalat jamaah di aula villa tersebut..
Santri yang bernama Yuni tidak mengikuti shalat berjamaah dikarenakan sepulang dari persawahan itu, ia merasa tidak enak badan..
Selepas shalat maghrib berjamaah, para santri dipersilahkan untuk makan malam bersama.. Begitupun dengan para asatidz..
Suasana yang dingin, membuat mereka bernafsu makan..
Setelah makan malam bersama, kini tibalah materi.. Yaitu tentang bagaimana menjadi seorang pemimpin yang cerdas dan baik..
Para santri menuruni tangan, ustadz Ridwan meliput kegiatan kegiatan itu dengan menggunakan kamera..
"Apa ini ya? Ko ada bayangan tidak ada orangnya" batin ustadz Ridwan saat melihat di kamera
Tetapi saat ia melihat dengan mata kepala langsung, Yuni yang telah turun dari tangga tersebut..
"Masa iya, bayangan ketinggalan jauh" batin ustadz Ridwan
Para santri mencatat poin poin penting yang diberikan oleh narasumber.. Dengan diselingi candaan agar mereka tidak terlalu kaku dan serius dalam acara materi tersebut..
Saat materi disampaikan, Yuni terlihat sangat lesuh dan pucat.. Entah apa yang merasuki mu.. 😄
Ett jangan joget yaa 😅😂
Sampai materi itu selesai, Yuni tetap terlihat seperti itu.. Tapi teman temannya tidak ada yang menyadari..
Di lantai atas, Shahia memandang ruangan yang kosong dan gelap.. Gus Afnan yang melihat istrinya sedang melihat ruangan itu langsung menghampiri..
"Ada apa bu?" tanya gus Afnan
"Seperti ada orang di dalam sana" kata Shahia
"Jangan dilihat" kata gus Afnan
"Ziya mana?" tanya Shahia
"Sama Nida dan Arkan" jawab gus Afnan
"Mas bisa lihat kan? (tangan Shahia menunjuk ke ruangan gelap itu) ada perempuan sepertinya" kata Shahia
Hadduhh author merinding.. Kisah nyata soalnya di part ini 😫
"Ya, memang ada.. Jangan dilihat terus.. Tidak baik" kata gus Afnan
"Serius mas? Ana cuma ngerasa aja loh padahal" kata Shahia
__ADS_1
"Sudah ayuk turun, temui Ziya dibawah" kata gus Afnan
Akhirnya mereka menuju lantai dasar dan berkumpul dengan yang lainnya..
Shahia masih penasaran, kenapa dia sepertinya tertarik dengan ruangan gelap itu..
Keesokkan paginya, para santri berolahraga bersama.. Setelah itu menyantap sarapan pagi.. Para santri yang telah makan, mereka menuju kamarnya masing masing untuk membereskan barang barang mereka, karena tinggal beberapa jam lagi mereka akan pulang ke pesantren..
Saat kumpul untuk perpulangan, di tengah tengah gus Arkan memberikan sambutan, Yuni tiba tiba pingsan dan meracau tidak jelas..
Para santri ketakutan karena mereka tau, bahwa Yuni sedang kerasukan mahkluk halus..
Shahia langsung memeluk baby Ziya dengan erat karena ia melihat sosok wanita yang sudah ada berkeriput merasuki tubuh Yuni..
Hanya beberapa ustadzah saja yang berani mendekati Yuni dan memegang kaki dan tangan Yuni..
Gus Afnan langsung menghampiri Yuni..
"Assalamualaikum.. Siapa ini" kata gus Afnan
"Hey, kamu siapa? Kamu islam bukan? Kalau islam jawab pertanyaan saya" lanjut gus Afnan
"Ohh nakal yaa gak mau jawab" kata gus Afnan
Lalu gus Afnan memencet punggung belakang Yuni, dan dia merasakan sakit yang teramat..
"Kamu asalnya dari mana?" kata gus Afnan
Tangan Yuni bergerak mengarahkan tempat makhluk itu berasal
"Dimana itu?" tanya gus Afnan
"Di air terjun" kata Yuni
"Air terjun mana? Disini tidak ada air terjun" kata gus Afnan
"Di air terjun!!!" teriak Yuni
"Sejak kapan kamu menyukai Yuni?" tanya gus Afnan
"Sejak kemarin" kata Yuni
Makhluk itu terus berontak,melott dan berteriak teriak..
"Siapa yang kemarin sama Yuni?" tanya gus Afnan pada santri
"Ana gus" jawab Nisa
__ADS_1
"Kemarin kalian kemana?" tanya gus Afnan
"Gak kemana mana gus, kita cuma ke persawahan yang letaknya di ujung sana.. Sawah itu terletak di kelilingi oleh gunung gunung dan tidak ada air terjun.. Adanya kali kecil" jelas Nisa
"Anterin ana kesana.. Ustadz Hanafi tolong urus bantu ana" kata gus Afnan
"Pantesan tadi ana ngambil video ko ada bayangan tapi gak ada orangnya" kata ustadz Ridwan
Setelah di teliti, ustadzah juga melihat hasil jepretan mereka
"Wah ini juga, seharusnya ada Yuni di foto ini.. Tapi ko ini gak ada yaa kosong begini?" kata ustadzah yang bersama Yuni
Gus Afnan meminta bantuan ustadz Hanafi karena ustadz Hanafi juga bisa berkomunikasi dengan makhluk ghaib seperti itu..
Setelah gus Afnan melihat daerah persawahan itu, ternyata memang ada air terjun.. Tapi itu dulu, karena sekarang air terjun itu sudah tidak mengalirkan air lagi. Entah bagaimana yang terlihat sekarang, bekas air terjun itu hanya di dapati daun daun liar yang tumbuh dan lumut..
Kurang lebih 3 jam mereka berkutik dengan hal itu, akhirnya Yuni sadar.. Akan tetapi, Yuni harus terus di ajak berdialog atau Yuni haris terus berdzikir.. Agar fikirannya tidak kosong dan kerasukan lagi..
Hari itu hari yang melelahkan untuk gus Afnan, karena makhluk halus yang merasuki Yuni itu bermain main dengannya.. Ternyata dia mempunyai kembaran yang sama sama menyukai Yuni..
Jadi saat di dekat air terjun gus Afnan berdialog dengan makhluk itu, di villa Yuni masih saja kerasukan yang seharusnya sudah tidak karena makhluk halus itu ada bersama gus Afnan di dekat air terjun..
Mereka lalu menuju bus masing masing dan pulang menuju asrama, dan Yuni 1 bus dengan gus Afnan guna memantau keadaan Yuni..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung..
Gimana ceritanya? Yang horor horor tetap di tulis gak? Atau tidak usah alias di skip aja?
__ADS_1
Hihi maaf yaa, soalnya ini pengalaman pribadi 😁