
Hari ini Shahia diperbolehkan pulang kerumag setelah 4 hari dirawat dirumah sakit..
Perhatian seluruh keluarga kepada Shahia tak pernah lepas.. Terutama gus Afnan, tak ingin istrinya kesenggol dikit..
"Mas, Sha bisa jalan sendiri" kata Shahia
"Pokoknya mas tuntun.. nanti kalau ada semut lewat terus adek kesandung semut gimana?" kata gus Afnan
"Hahahaahah lebayy entee brooo" ledek gus Arkan
"Ente belum ngerasain aja gimana senengnya bakalan jadi seorang ayah.. Pasti pengen yang terbaik" kata gus Afnan
"Iyaaa Sha tau mas gak mau sha kenapa2 tapi masa iya Shahia kesandung semut.." kata Shahia
"Konyol dih.. yang ada semut mejret keinjek" kata gus Arkan
"Udah deh berisik aja, nanti anak ane keganggu bobonya diperut Shahia" kata gus Afnan
"Hahahahah sumpah konyol.. Sha liat tuh suami ente.. dihh ngeri liatnya" kata gus Arkan bergidik lalu meninggalkan mereka
"Ayuk sayang kita ke kamar" kata gus Afnan
"Mas aku bisa jalan sendiri, mas kan repot bawa tas kita" kata Shahia
"Hussstt udah diem aja, jangan banyak ngomong.. nanti anak kita gedenya jadi bawel" kata gus Afnan
"Iya deh iyaa" pasrah Shahia
Didapur Umi terlihat senang sekali, Umi memasak makanan kesukaan Shahia
"Hmm Umi kayanya bahagia banget akhir2 ini" kata ustadzah Uca
"Iyaa ca.. Umi lagi sneng.. soalnya Umi mau dapet cucu" kata Umi
"Alhamdulillah Shahia hamil mi?" tanya ustadzah Uca
"Iyaa Alhamdulillah.. Umi seneng banget" kata Umi
"Hmmm andai saja ana yang dinikahi gus Afnan.. pasti ana juga akan mengandung anaknya.. Astaghfirullah Uca, ente gak boleh begitu" batin ustadzah Uca
Berita bahwa Shahia tengah mengandung anak dari gus Afnan pun tersebar begitu cepat, para santri sangat senang mendengarnya.. Tak lama lagi akan ada tangis dan tawa anak kecil dan mereka akan bermain dengannya..
Gus Afnan telah memberi ultimatum kepada seluruh ustadz dan ustadzah bahwa jangan sampai membuat istrinya kecapean dan beban fikiran.. Dan mereka pun mengerti..
Sebenarnya Shahia masih ingin seperti santri lain, masih ingin bersih2 aula bareng,bersih2 asrama bareng dll.. Tapi karena ada nyawa yang harus ia fikirkan akhirnya ia mengalah.. Ia juga tak ingin naik ke kamar atas asrama tempat teman2nya.. Ia menyuruh teman2nya yang kerumah jika ingin bertemu dengan Shahia.
Di asrama
"Alhamdulillah yaa Shahia hamil.. Wahh kita bakalan punya keponakan" kata Nida senang
__ADS_1
"Kira2 cewe atau cowo ya?" tanya Ratna
"Kalau cewe mau ane saranin namanya Siti marpuah.. kalau cowo Ahmad mujiono" kata Evi
"Ihhhh Eviiii.. Yang bagusan kek namanyaa" kata Nida
"Auuu ihh.. Yang bagusan dikit kek.. kalau namanya itu mau dipanggil apa coba" kata Muti
"Ihh gak papa namanya itu tapi panggilnya soraya dan samuel.. Bagus kan" kata Evi senang
"GAK NYAMBUUUUNG" teriak Muti, Nida dan Ratna
"Heheheeh kan biar keren.. Siapa tau gedenya jadi intel, jadi nama asli ditutupin gitu" kata Evi
"Semerdeka ente aja viii biar ente seneng" kata Ratna yang disambut dengan tawa
********
Hari terus berganti, tak terasa usia kandungan Shahia sudah menginjak 2bulan..
Gus Afnan selalu berada disisi Shahia.. Setiap habis Shalat gus Afnan selalu mengelus perut sang istri sambil membacakan ayat suci Al-Quran.. Bahkan disaat malam jumat gus Afnan membaca maulid agar sang anak gemar bershalawat kepada Nabi saat besar kelak..
Shahia juga selalu mendengarkan murotal2 melalui ponselnya..
Ia sangat bahagia, disaat ia hamil banyak yang menyayanginya..
Para santri tidak ada yang diizinkan pulang kerumah, mereka akan berqurban dipesantren dan akan membuat acara bakar2 sate bersama..
Setiap tahun gus Afnan selalu bagian menyembelih bergantian dengan Abah, tapi kali ini tidak mengingat sang istri sedang mengandung.. Akhirnya tugas itu ia serahkan kepada gus Arkan..
Hari telah berganti, Seluruh santri berjalan menuju masjid pesantren untuk melaksanakan shalat idul Adha..
Dirumah Abah..
"Mas gimana? munkena Shahia sudah rapihkan?" tanya Shahia
"Sudah sayang, sudah cantik" kata gus Afnan
"Ayuk kita ke masjid" ajak Shahia
"Inget ya dek, nanti keluar masjidnya belakangan aja gak papa, dari pada berdesak2an sama santri." kata gus Afnan
"Iyaa mas, mas tenang aja yaa" kata Shahia
Lalu mereka keluar rumah dan menuju masjid pesantren..
Shalat idul Adha dilaksanakan dengan khusyuk.. Setelah itu, para panitia pemotongan qurban telah bersiap2 untuk menyembelih..
Pemotongan mulau dari kambing dan yang terakhir sapi..
__ADS_1
"Mas,Shahia mau liat yaa ke tempat penyembelihan" kata Shahia
"Gak boleh dek, gak baik lagi hamil kesana.. lagian banyak darah, dan bau amis.. nanti adek muntah2" kata gus Afnan
"Enggak mas, percaya yaa" kata Shahia
"Enggak boleh, mas aja gak kesana.. mas aja jaga2.. ehh adek malah mau kesana" kata gus Afnan
"Yaudah kalau gitu, tapi nanti acara bakar2 sate boleh ikut kan?" tanya Shahia
"Iya kalau itu boleh, itu kan acaranya dilapangan jadi gak papa" kata gus Afnan
"Asssikkk uhhuyyy" kata Shahia jingkrak2
"Hadduhh sayang haadduhh jangan loncat2 begitu entar anak kita keluar" kata gus Afnan khawatir
"Ya enggak lah mas, ngacoo" kata Shahia
"Pokoknya gak boleh loncat2" kata gus Afnan
"Iyaa, yaudah kalau gitu pellluuuukk" kata Shahia manja
"Sini mas peluk.. uluhhh manja yaa" kata gus Afnan
"Mas, kalau dedeknya lahir mau dipanggil apa mas nya?" tanya Shahia
"Apa ya?" tanya gus Afnan balik
"Bagaimana kalau yayah dan bubu" usul Shahia
"Yaudah kalau gitu mulai sekarang kita biasakan manggilnya Yayah dan Bubu" kata gus Afnan
"Okeehhh setuju.." jawab Shahia
"Dedek, jangan nakal yaa diperut bubu.. Yayah dan Bubu sayang dedek.." kata gus Afnan diperut sang istri..
Shahia yang melihat itu hanya tersenyum sembari mengelus kepala gus Afnan
"Jangan rewel yaa sayang anak yayah.. Bismillah.. Adfaita alal husnil a'bqo.. falwardu tadhowa' wa'tanaqo.. hasin ya rabbu lana khuluqo.. Thohir hufala yakhwi nazaqo....." gus Afnan bershalawat sambil mengelus perut sang istri..
Bersambung...
Maaf ya teman2 kalau novelnya banyak typo dan kurang menarik..
Masih mengingat2 masa dipondok dulu soalnya untuk ditumpahkan kedalam karya ini.. hehe 😁
Tetap beri semangat yaa, jangan lupa like, komen dan vote..
Terimakasih 😊😊
__ADS_1