Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 65


__ADS_3

"Om, tante."


"Ya Allah Arkan.. Ini Arkan?" tanya Mamah Nida


"Maafin Arkan baru memberi kabar" kata gus Arkan


"Lalu di rumah sakit siapa?" tanya mamah Nida


"Memang siapa yang di rumah sakit?" tanya gus Arkan balik


"Kita semua tadi di rumah sakit nemenin kamu yang belum sadar diri.. Kamu kecelakaan nak" kata mamah Nida


"Iya memang benar Arkan kecelakaan tante.. Tapi tidak sampai di rawat" kata gus Arkan


*Falshback On*


Saat di perjalanan pulang, ada sebuah mobil yang berlaju cukup kencang hingga menabrak motor yang gua Arkan kendarai..


BBBRAAAKKK


Gus Arkan terpental hingga beberapa meter motornya.. Ponsel,dompet dan logam mulia yang ia kantongi di saku celana ikut terpental..


"Astaghfirullah ya Allah" lirih gus Arkan memegangi kepalanya


Mobil yang menabrak gus Arkan langsung berhenti dan menghampiri gus Arkan


"Ya ampun mas, mas tidak apa apa? maaf saya tadi buru buru" kata seorang wanita yang menabraknya


"Ahh iyaa tidak apa apa" kata gus Arkan


"Saya tanggung jawab, ayuk mas kita kerumah sakit.. Kepala mas berdarah.. Saya takut ada luka lain" kata wanita tersebut


"Ahh gak papa ko, saya harus segera pulang" kata gus Arkan


"Tidak tidak, mas harus di periksa dulu.. Mari mas ikut ke dalam mobil saya" kata Wanita tersebut


"Maaf, kita bukan muhrim.." kata gus Arkan


Wanita tersebut mengerti maksud perkataan gus Arkan


"Ada adik saya cowo di dalam mobil ko, mari ikut saya di periksa dulu di rumah sakit" kata wanita itu


Akhirnya gus Arkan mengikutinya..


Selang mereka pergi, ada seseorang yang melintas dan melihat bahwa ada motor yang di perkirakan habis terjadi kecelakaan.. Ia segera menghubungi pihak kepolisian..

__ADS_1


Setelah beberapa polisi datang akhirnya bapak tersebut dimintai keterangan..


"Apa bapak mengetahui kronologinya?" tanya polisi


"Saya tidak tau pak, saya melintas disini dan melihat ada motor ini dan saya menemukan ini" kata bapak tersebut memberikan dompet dan ponsel gus Arkan


Namun sayangnya logam mulia yang terpental itu ntah jatuh dimana..


Yahh sayang banget padahal logam mulianya seberat 25gr 😔 Arkan jadi nikah kagak ini yaa karena gak ada logam mulianya buat mahar? 😁


"Coba cek sekitar sini, takutnya ada korban" perintah polisi kepada sesama polisi


Tak lama polisi lain menemukan seseorang yang tergeletak di pinggir jalan di sela sela semak dalam keadaan yang memprihatinkan..


Luka di sekujur tubuh dan muka yang cukup parah hingga tak dapat orang mengenalinya..


Bahkan sampai polisi ingin mencocokan wajah korban dan foto di KTP gus Arkan saja tidak bisa hingga akhirnya polisi menyimpulkan bahwa itu adalah gus Arkan karena tak ada korban lainnya..


*Flashback Off*


Akhirnya mereka memutuskan untuk datang kerumah sakit..


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumussalam"


"Arkan" kata gus Afnan


"Mas.. Afwan Arkan sudah membuat khawatir" kata gus Arkan menangis


"Ya Allah Alhamdulillah ente selamat kan.." kata gus Afnan memegang wajah sang adik


"Gus Arkan jahat.. Nida khawatir.. Nida stres pas tau gus Arkan kecelakaan" tangis Nida pecah


"Heyy jangan nangis, ana cuma luka di kening saja sama badan pada sakit.. Selebihnya oke oke saja.. Bahkan besok juga sudah siap nikah dan nyetak anak" kata gus Arkan percaya diri


"Hooo ente tuh.. Lalu ini siapa?" tanya gus Afnan


"Mana Arkan tau, yang jelas Arkan selamat" kata gus Arkan


"Yasudah mas hubungi orang rumah dulu" kata gus Afnan


"Jangan mending sekarang kita pulang saja.. Besok kan Arkan nikah.." kata gus Arkan


"Ya sudah kalau gitu biar minta suster saja yang menjaga orang ini.." kata papah Nida

__ADS_1


Akhirnya mereka menuju parkiran untuk pulang kerumah masing masing dan mempersiapkan hari esok untuk acara pernikahan..


"Dek, langsung tidur ya.. Isi tenaga untuk besok" kata gus Arkan ke Nida


"Iya gus, ana akan isi tenaga yang banyak" kata Nida


"Berarti udah siap dong nyetak anak? berapa? 10?20?30?" goda gus Arkan


"Emanya ana kucing" dengus Nida


"Kan ana pengen punya anak yang banyak.. Biar punya negara sendiri.. Hahaha" tawa gus Arkan


"Dih.. Urus tuh luka biar sembuh" kata Nida lalu


Plaakk


"Auu sakit nid, masa luka mas di tepok.. Ini tadi dijait lohh" kata gus Arkan meringis kesakitan


"Bodoo..Wleekk" ledek Nida lalu masuk ke dalam mobil dan pergi menuju rumah.


Sesampainya di rumah, Abah, Umi dan Shahia kaget melihat gus Arkan yang pulang kerumah.. Setelah berbincang bincang, mereka istirahat ke kamar masing masing karena waktu telah menunjukkan pukul 02:00 dini hari.. Mereka mempersiapkan diri untuk esok acara pernikahan gus Arkan dan Nida..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2