Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 74


__ADS_3

Di dalam kamar gus Arkan


"Kesian ya mas, si Rena.. Ana gak kebayang kalau jadi dia" kata Nida


"Iya, bersyukur lah kita ini" kata gus Arkan


"Hmm, iya mas." kata Nida


"Dek, anuh yuk" kata gus Arkan


"Anuh apah?" tanya Nida


"Ah masa gak paham sih? Kita bercocok tanam" kata gus Arkan 


"Kan udah ada para santri yang bertugas itu mah.. Ngapain kita bercocok tanam juga.  Mas mau bantuin mereka?" tanya Nida polos


"Ihhh gemes deh" kata gus Arkan


Lalu gus Arkan mencium bibir Nida, dan terjadilah apa yang diinginkan oleh gus Arkan.. 


Keesokan harinya, rutinitas seperti biasa.. 


Kegiatan belajar mengajar pun juga berjalan dengan lancar.. 


Siang harinya, mereka mengadakan rapat untuk pelaksanaan LDKS.. Diruang rapat, sudah berkumpul para asatidz dan mereka memberikan pendapat mereka, mulai dari masalah biaya yang harus dikeluarkan oleh santri, penginapan dll.


"Jadi fix nya 150rb perkepala nih?" tanya gus Afnan


"Iya gus, jangan memberatkan para santri" kata ustadz Hafidz


"Ko per kepala sih? Persantri lah" kata gus Arkan


"Santri punya kepala gak?" tanya gus Afnan


"Punya lah" jawab gus Arkan


"Nah.. Jangan bahlul apah" kata gus Afnan yang disambut tawa oleh para asatidz lainnya


Setelah rapat itu selesai, bagian kantor langsung mengurus pembuatan undangan perihal akan adanya LDKS untuk para santri.. 


Gus Arkan dan beberapa asatidz ditugaskan untuk mengunjungi vila yang akan disewanya sebagai penginapan saat LDKS nanti..

__ADS_1


Di rumah Abah, gus Afnan membicara kan masalah LDKS ini kepada Abah dan Abah menyetujuinya.. 


Bahkan Abah minta di percepat, jangan menunggu waktu sebulan lagi karena bulan depan akan dilaksanakannya drama 3 bahasa.. 


Akhirnya saat malam hari, rapat diadakan kembali dan mereka menyetujui bahwa LDKS akan dilaksanakan 10 hari lagi..


Surat telah dibuat dan telah diberikan kepada seluruh santri.. Dan dibantu oleh para pengasuh pondok, mereka memberitahukan ini semua kepada para wali santri.. Sebagian ada yang sudah mengirim pembayarannya dan sebagian lagi ada yang belum bahkan ada yang keberatan karena mendadak.. 


Lalu Abah memaklumi itu, bagi santri yang belum bisa bayar bisa tetap ikut, tetapi pembayarannya bisa dicicil setelah pulang dari kegiatan LDKS dan paling lambat saat diadakannya drama 3 bahasa.. 


Sudah 3 hari dari rapat kemarin, hari ini gus Arkan dan beberapa asatidz akan pergi meninjau villa yang akan mereka tempati.. 


Sesampainya di villa tersebut, mereka langsung bertemu dengan yang mempunyai villa.. 


"Villa nya asri yaa, masih di desa banget" kata ustadz Hanafi


"Iya, jadi betah" kata ustadz Ridwan


"Pengen cari janda ah" ceplos gus Arkan


Mereka yang mendengar gus Arkan berbicara seperti itu langsung tertawa


"Wahh majnun ente gus" kata ustadz Ridwab tertawa


Setelah menego harga dengan sang punya villa, akhirnya mereka berbincang bincang.. 


Ada sepasang mata yang sedari tadi melirik kearah gus Arkan.. Ia adalah anak perempuan sang pemilik villa tersebut.. 


"Kalian ini dari pesantren ya?" tanya Bu Lila istri sang pemilik villa


"Iya bu" jawab mereka


"Kalau adek asli mana?" tanya bu Lila


"Saya sumedang" jawab ustadz Hanafi


"Kalau saya Kediri" jawab gus Arkan


"Saya Jakarta" jawab ustadz Ridwan


"Owh, besar di sumedang dek?" tanya bu Lila

__ADS_1


"Iya bu, besar di sumedang, terus saat lulus SD langsung masuk pesantren" jawab ustadz Hanafi


"Saya juga" kata gus Arkan


"Besar di sumedang?" tanya bu Lila


"Di kediri bu" jawab gus Arkan


Yang mendengar pada diam dan menahan tawa karena ketidak nyambungannya gus Arkan.. 


"*Gus Arkan kenapa sih" batin ustadz Hanafi


"Yahh kepikiran janda ini kayanya" batin ustadz Ridwan*


Setelah berbincang bincang, akhirnya mereka pamit undur diri.. 


Di perjalanan mereka berbincang bincang kembali untuk persiapan selanjutnya.. 


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.. 


Terimakasih yang sudah membaca..

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote yaa.. Biar author semangat dan sering up.. Terimakasih 😊😊


__ADS_2