Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 92


__ADS_3

"Alhamdulillah sampai juga di pesantren ini.. Sudah rindu dengan kawan lama." kata seorang pria yang baru saja tiba di pesantren itu


Lalu pria tersebut masuk ke dalam pesantren


"Afwan, mau tanya rumah Afnan dimana ya?" tanya pria tersebut


"Nanti masuk ke dalam gerbang itu, ikutin jalan saja lalu belok kiri.. Rumahnya ada di dekat taman pesantren" jawab santri


"Owhh, syukron" kata Bahar


Ya, pria itu itu namanya Bahar.. Ia sahabat dekatnya gus Afnan selama berada di Al-Azhar Cairo.. 


Ia berkunjung ke pesantren karena ia dapat kabar bahwa gus Afnan telah menikah dan memiliki anak yang cantik.. 


Tok.. Tok.. Tok.. 


"Assalamualaikum" salam Bahar


"Wa'alaikumussalam" jawab Shahia


"Maaf, apa ini rumahnya Afnan?" tanya Bahar


"Iya.. Benar.. Maaf, siapa ya?" tanya Shahia


"Saya Bahar.. Apa Afnannya ada?" tanya Bahar


"Ada.. Silahkan masuk"


Setelah itu, Shahia memanggil gus Afnan dan memberitahu bahwa ada tamu yang mencarinya.. 


"Assalamualaikum" salam gus Afnan


"Wa'alaikumussalam.. Wah wah wah.. Sohabat.. Kaifa haluk?" tanya Bahar


"Alhamdulillah.. Ente kaifa? Udah zuad belum?" tanya gus Afnan


"Kalau udah ana pasti kesini sama istri.. Nah ini? Sendiri.. Hahaha" jawab Bahar


"Ntar ana cariin santri sini.. Ajib ajib" kata gus Afnan tertawa


"Ahh boleh tuh" kata Bahar

__ADS_1


"Gimana ini ada apa?" tanya gus Afnan


"Ana ingin silaturrahmi sekaligus mau ngabdiin diri ana disini.. Boleh gak?" tanya Bahar


"Boleh banget" jawab gus Afnan senang


"Permisi.. Afwan.. Ini teh nya.. Silahkan" kata Shahia


"Istri?" tanya Bahar ke gus Afnan


"Na'am.. Ini istri ana, Shahia" kata gus Afnan


"Masih muda banget" kata Bahar


"Gimana gak muda akhi.. Orang masih sekolah dinikahin.. Hehe" jawab shahia


"Oalah hahahaha parah ente nan" kata Bahar tertawa


Mereka bercerita cerita tentang selama mereka di cairo.. Mereka mengenang masa masa itu.. Masa dimana sulitnya mereka menjadi anak perantauan di negeri orang demi ilmu.. 


Setelah berbincang bincang, mereka menuju ke rumah abah untuk meminta izin agar Bahar mengabdi di pesantren ini.. 


"Assalamualaikum" salam gus Afnan dan Bahar


"Wa'alaikumussalam" jawab para ustadz


"Perkenalkan, ini Bahar temen ana di cairo" kata gus Afnan


"Salam kenal ana Bahar, ana akan mengabdi disini.. Tolong bantuannya.. Syukron" kata Bahar


"Wahh kalah ilmu ini kita sama ustadz Bahar.. Heheh" kata ustadz Ridwan


"Hahaha biasa jaa.. Ilmu ana masih cetek" elak Bahar


"Berlomba dalam ilmu dan kebaikan tidak dilarang ko" kata gus Afnan


"Harus dijadikan motivasi melihat orang pinter ya gus" kata ustadz Hafidz


"Betul itu.. Biar jadi semangat" kata gus Afnan


Mereka berbincang bincang tentang pondokkan dan pengalaman Bahar di cairo.. 

__ADS_1


Lalu gus Afnan pemit undur diri karena ia meninggalkan Shahia dan Ziya dirumah.. 


Sesampainya dirumah, gus Afnan melihat sang anak sedang bermainan dengan boneka teddy bearnya.. 


Gus Afnan menghampiri Ziya yang sedang bermain dan ia ikut bermain dengan anaknya.. Sambil menunggu adzan maghrib.. 


Keesokkan harinya, Bahar tengah bersiap siap untuk menuju kantor guru untuk memperkenalkan diri.. Gus Afnan sudah mendatangi Bahar terlebih dahulu di pondokkan para ustadz.. 


Bahar memperkenalkan diri dan berkenalan dengan para asatidz yang lainnya.. 


"Assalamualaikum" salam seseorang


"Wa'alaikumussalam" jawab mereka serempak


"Masya Allah.. Bukannya ini wanita yang kemarin" batin Bahar


"Cowo ini?" batin seseorang sambil mengingat ngingat 


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung


Okee, sesuai permintaan yaa.. Nanti akan ada season 2.. Hehe


Maka dari itu jangan lupa likenya yaaa.. Terimakasih 😊

__ADS_1


__ADS_2