
Ini lah saat yang di nanti nanti para santriwan dan santriwati..
Pengumuman juara umum kelas 3 Aliyah..
Para wisudawan dan wisudawati begitu cemas berharap namanya yang akan disebutkan..
"Untuk peringkat ke 3 diberikan kepada ananda Fahrur Rozi..
Dan untuk peringkat ke 2 diberikan kepada ananda Nida Aulia Rahma
Dan yang paling ditunggu tunggu,untuk juara pertama kita diberikan kepada Shahia Ghania Al-Mahiyra..
Kepada wisudawan wisudawati yang disebut namanya harap maju kepanggung" ucap Mc
Setelah penyerahan medali yang diberikan langsung oleh Abah, mereka berfoto sebagai kenang kenangan..
"Untuk juara pertama kita, silahkan untuk memberikan sambutan sepatah dua patah kata.. Monggo ning" kata Mc menyuruh Shahia
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh" salam Shahia
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh" jawab para hadirin
"Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Terimakasih kepada mc yang telah memberikan saya kesempatan ini.. Terimakasih untuk Abi, Umi,Abang Shahia yang selama ini telah mendidik Shahia hingga Shahia bisa seperti sekarang ini.. Terimakasih juga kepada Abah, Umi, gus Afnan, gus Arkan yang tak pernah lelah juga membimbing Shahia selama Shahia berada disini.. Terimakasih terlebih khusus kepada gus Afnan suami saya.. Dia begitu sabar menghadapi saya.. Selalu mengerti keadaan saya.. Tak pernah sedikitpun ia protes tentang saya, marahnya saya dia terima, malasnya saya dia terima, ketus judesnya saya dia terima.. Beliau tak pernah sedikitpun memarahi saya.. Bahkan kadang saya heran, saya juga pengen dimarahi oleh beliau, tapi beliau gak pernah memarahi saya.. Piala ini, medali ini saya persembahkan untuk mereka, untuk orang tua,mertua dan suami tercinta..
Shahia anak yang nakal,males,selalu membangkang.. Abi.. Umi.. Maafin Shahia.. Lihat, Shahia dapat juara satu Abii Umii.. :')
Terimakasih yang tak terhingga.. I Love You All..
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh" akhir perkataan Shahia
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh" jawab para hadirin
"Iyaa Alhamdulillah ning Shahia semoga ilmunya bermanfaat untuk ning Shahia dan orang banyak ya ning.. Tadi katanya ning Shahia gak pernah dimarahi oleh gus Afnan.. Apa bener begitu gus?" tanya Mc kepada gus Afnan agar suasana acara tak canggung
"Hehe iyaa betul.." jawan gus Afnan
__ADS_1
"Kenapa gus? owh jangan jangan gus Afnan suami suami takut istri yaa" canda mc yang dibarengi tawa oleh para hadirin
"Hahahah enggak.. Memang benar, ana gak pernah marah sama istri, gak pernah bertengkar.. Semarah apapun istri ana, ana gak ingin balik memarahinya..
Allah itu maha baik kepada saya, kalau ana harmonis ya harmonis saya itu menyenangkan istri.. Kalau istri saya marah dan saya ikut marah, saya tidak dapat pahala..
Makanya kalau istri ana marah ya itu cara Allah memberikan pahala kepada ana dengan cara bersabar..
Kalau menyenangkan istri dengan cara beliin tas branded, perhiasan dll itu boros broo.. Itu pahala yang mahal.. Tapi kalau istri ana marah dan ana sabar, ana gratis dapat pahalanya tanpa keluar uang banyak" kata gus Afnan terkekeh
"Oalah.. Hahaha.. Tuh buat para Bapak Bapak, kalau mau dapat pahala gratis sering sering buat istrinya marah" canda mc yang disambut tawa oleh para hadirin
Acara telah usai, kini sesi foto foto bersama pimpinan yayasan dan para asatidz..
Shahia juga tak melewatkan momen ini, ia berfoto bersama dengan keluarganya dan keluarga kecilnya.. Ia, gus Afnan dan baby Ziya..
"Selamat ya zaujaty.. Semoga ilmunya bermanfaat untuk diri kamu dan banyak orang.. Yayah gak bisa memberikan apa apa sama Bubu" kata gus Afnan mengelus pipi Shahia
"Gak papa Yayah.. Yayah sehat, Yayah perhatian,pengertian dan sayang sama Bubu aja itu udah buat Bubu seneng" kata Shahia lembut
Setelah acara selesai, para santri yang baru saja di wisuda berkumpul di dalam aula.. Membicarakan soal ke pengabdian..
Dan ternyata, banyak juga yang ingin mengabdikan dirinya sekaligus berkuliah di ponpes itu juga..
Gus Arkan yang mengetahui Nida akan kuliah di sini dan mengabdi itu tentu membuat dirinya senang.. Dan ia bertekad lebih keras lagi untuk mendapatkan jawaban dari Nida, karena sebelumnya Nida pun belum memberi tahu orang tuanya dan belum bisa memberikan jawaban.. Akhirnya mau gak mau gus Arkan menunggu lagi jawaban dari Nida..
Saat sedang makan makan para wisudawan dan wisudawati bersama para asatidz, Shahia mempertanyakan masalah Nida dan gus Arkan..
"Apa ente belum ada jawaban untuk gus Arkan?" tanya Shahia
"Ana sudah ada jawaban ko, dan ana sudah bilang ke orang tua ana.. Tapi sepertinya ana lihat dari tadi gus Arkan sibuk, jadi ana tunggu waktu yang tepat untuk bicara sama beliau" jelas Nida
"Hmm gitu.. Yaudah tunggu gus Arkan gak sibuk aja" kata Shahia
"Bubu.. Baby Ziya sepertinya haus, yuk pulang" ajak gus Afna yang baru tiba menghampiri Shahia
__ADS_1
"Ahh sayang anak Bubu haus ya nak.. Yuk pulang yuk" kata Shahia berbicara pada baby Ziya
"Nid duluan yaa" kata Shahia
"Iyaa ana juga mau ke asrama" kata Nida
Di kamar Shahia
"Yah, Bubu mau bicara" kata Shahia
"Bicara lah.. Gak ada yang larang" kata gus Afnab lembut
"Tadi Nida bilang, dia udah punya jawaban untuk gus Arkan dan udah bilang juga ke orang tua nya.. Tapi sepertinya gus Arkan sibuk makanya Nida belum bicara sama gus Arkan" kata Shahia
"Terus?" tanya gus Afnan
"Ishh ya kita temuin lah mereka.." kata Shahia
"Yasudah nanti kita atur waktunya" kata gus Afnan
"Secepetnya ya yaah" kata Shahia
"Iya sayang ku cinta ku" jawab gus Afnan lalu mengecup bibir Shahia
"Ish nyosor aja kaya bebek.. Anaknya belum tidur tauu" kata Shahia kesel
"Kalau udab tidur berarti boleh?" tanya gus Afnan
"Adduhh Bubu lupa mau masak air panas" ngeles Shahia berlalu pergi
Gus Afnan yang melihat Shahia salah tingkah langsung tertawa
"Udah sering loh padahal tapi dia masih aja begitu.. Malu malu.. Dek, dek.. Bikin gemes" kata gus Afnan tersenyum
Bersambung..
__ADS_1