Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 78


__ADS_3

Sepulang dari kegiatan LDKS, para santri diberi waktu libur selama sehari.. 


Keesokan harinya, saat santri sedang berlibur, gus Arkan mengajak para santri untuk masak masak bersama untuk makan siangnya.. Akhirnya gus Arkan mengajak gus Afnan untuk ke pasar membeli bahan yang akan mereka olah.. 


Dirumah Abah


"Mas, ayuk ke pasar kita beli kangkung.. Kita masak masak sama santri nanti" ajak gus Arkan


"Ayuk boleh, sekali kali kita masak masak sama santri" kata gus Afnan


"Bubu ikut yah" kata Shahia


"Iyaa udah ayuk ikut aja semua" kata gus Arkan


"Jangan lah, Ziya tidak ada yang menjaga" kata gus Afnan


"Tenang, ada abah sama umi" kata Abah


"Tuh kan.. Udah taro aja disini" kata gus Arkan


"Taro.. Emangnya anak ane barang apah" ketus gus Afnan


Akhirnya gus Afnan, gus Arkan, Shahia dan Nida berangkat ke pasar berhubung hari masih pagi.. 


Sesampainya di pasar


"Bu, ada kangkungnya?" tanya gus Arkan


"Ada mas, mau berapa?" kata Ibu tukang sayur


"Berapa ya?" fikir gus Arkan


"Beli seadanya bu, seiketnya berapa?" tanya Nida


"Ada banyak mba, kurang lebih 25iket ini" kata Ibunya


"Berapaan harganya?" tanya Shahia


"Seiket 2000 mba" jawab ibu itu


"Yasudah kami ambil semua yaa" kata Shahia


"Tawar, tawar" kata gus Arkan


"Jangan, segitu belum tentu ibu itu untung banyak" kata gus Afnan


"Dalam ajaran islam tawar menawar itu diperbolehkan" kata gus Arkan


"Jangan pelit deh!!" tegas Nida

__ADS_1


"Iya sayang, iya aku gak pelit" lirih gus Arkan


Wah gus Arkan kayanya suami takut istri ini 😄


Setelah selesai berbelanja sayur dan bahan bumbu dapur, mereka menuju tempat daging dan ikan.. Karena Shahia ingin berbelanja daging dan ikan untuk persedian masak dirumah.. 


Setibanya di pesantren, mereka meminta juru masak dapur pondok untuk mempersiapkan peralatan untuk memasak, karena bahan masakan ini akan dimasak oleh para santri, jadi juru masak dapur hanya mempersiapkan peralatannya saja.. 


Pukul 10:30 para santri dipersilahkan menuju lapangan 


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh" 


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh" jawab santri


"Nah kenapa kalian dikumpulkan di lapangan? Ada yang tau? Kalian lihat lah di sekeliling.. Ada kompor kan? Ada sayur kangkung juga.. Hari ini ana akan mengajak seluruh santri dan para asatidz pengabdian untuk masak masak bersama untuk makan siang, tadi sudah berbincang dengan para asatidz, bahwa kalian akan diberikan perkelompok.. Kelompoknya ya dari kelas kalian masing masing, mengerti?" jelas gus Arkan


"Mengerti gus" jawab santri 


"Silahkan ambil sayurannya, yang banin ambil ke ustadz dan banat ambil ke ustadzah.. Ingat!  Secukupnya saja yaa.. Ana gak mau sampai ada yang tersisa apa lagi terbuang.. Mubadzir.. Fahimtum?" kata gus Arkan


"Fahimna gus" jawab santri


Para santri mengambil sayur dan bahan lainnya untuk memasak seperti cabe, bawang,  garam dll. 


"Bagaimana? Sulit gak memasak?" tanya Shahia ke kelompok kelas tsanawiyah


"Sini ana bantu" kata Shahia


"Hey hey hey.. Sini ustadzah Evi bantu.. Uhh pasti masakan ustadzah Evi endull" kata ustadzah Evi


"Coba ustadzah gimana sih cara misahin daun dari tangkainya kami tidak mengerti" kata santri


"Nih caranya tuh begini yaa" kata ustadzah Evi mempraktekan


"Kalau ini bagaimana ustadzah?" tanya santri 


"Sini ustazah kasih tau, gini caranya kalau tangkainya tebal" kata ustadzah Evi


"Coba gimana ustadzah.. Ana belum liat" kata santri lain


"Nih, ini begini nih, perhatian yeyy" kata ustadzah Evi


"Sekali lagi ustadzah biar kita paham" kata santri dan beberapa santri ada yang menahan tawa


"Heeyyyy ente tuh yaa.. Ini mah sama aja ana yang ngerjain, ana yang masak, bukan kalian.. Huuhhh kaifa si" kesel ustadzah Evi


Di tempat lain, gus Arkan menghampiri kelas 1 Aliyah


"Bisa gak?" tanya gus Arkan

__ADS_1


"Cape gus, banyak banget sayurnya" protes santri


"Bumbunya udah dibuat?" tanya gus Arkan


"Bumbu mah udah tuh, lagi di tumis" kata santri


"Sini sayurnya" kata gus Arkan mengambil sayur dari tangan para santri lalu dimasukkan ke dalam kuali


"GUS ARKAAAANNN" teriak santri kelas 1 Aliyah


Mendengar teriakan itu, para santri langsung menoleh ke arah suara tersebut


"Gus Arkan maahhh, masa kangkungnya di masukin semua!!" protes santri


"Emang kenapa?" tanya gus Arkan polos


"Masa sama akar akarnya dimasak" kata santri


"Itu namanya seni" kata gus Arkan sekenanya


"Seni dari mana" protes santri


"Biar otak kalian pintar sampai ke akar akarnya" kata gus Arkan santai


"Huhh gus Arkan mah pengganggu" kata santri


Gus Arkan hanya terkekeh karena berhasil membuat mereka kesal 


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.. 


Yang mau berteman boleh yaa 😊


IG: @ekarahmasafitriii

__ADS_1


__ADS_2