
Hari hari telah di lalui oleh Ziya.. Tepat 3 bulan sudah ia berada dipesantren ini.. Ziya tak pernah merengek tak betah atau minta pulang.. Bahkan ia tak ingin bertemu dengan orang tuanya.. Bukan karena ia tak sayang.. Ia hanya takut jika bertemu dengan orang tuanya, ia menjadi wanita yang lemah.. Lagi pula jarak rumah dan pesantren sangat lah jauh..
Hari ini juga Shahia berencana untuk menanyakan kabar sang anak.. Ia ingin menelpon Ziya melalui telpon pesantren.. Karena, selama di pesantren Ziya tak pernah menelponnya untuk meminta uang sakunya..
"Mas, ko Ziya tidak pernah telfon ya? aku kangen banget sama dia" kata Shahia sedih
"Biarkan dia menuntut ilmu dengan tenang disana" kata Gus Afnan
"Kita telfon ya mas?" pinta Shahia
"Iya sayang" jawab
Lalu Shahia menelfon pesantren tempat Ziya menuntut ilmu..
"Assalamu'alaikum" salam orang disebrang sana
"Wa'alaikumussalam.. Afwan saya ibunya Azziyadah Husna Basyasa.. Apakah saya bisa berbicara kepada anak saya?" tanya Shahia
"Owhh iya Bu, ditunggu sebentar ya.. Akan saya panggilkan dulu" jawab orang itu sopan
Terdengar dari telfon, jika disebrang sana nama Ziya sedang dipanggil menggunakan speaker yang terhubung langsung ke setiap kamar..
Sekitar 5 menit akhirnya Ziya tiba di kantor pesantren..
"Assalamu'alaikum" salam Ziya
"Wa'alaikumussalam nak, ini bubu sama Yayah" kata Shahia
"Bubu.. Yayah.." lirih Ziya
__ADS_1
Inilah yang Ziya tak suka, jika ia mendengar suara orang tuanya, membuat ia sedih dan rasa ingin pulang kerumah muncul..
"Nak apa kabar? Ziya sehat?" tanya Shahia
"Alhamdulillah bubu, Ziya sehat.. Bubu gimana? dedek bayi sehat?" tanya Ziya
"Alhamdulillah.. Sehat semua.. Dedek bayi sudah 4 bulan sayang.. Insya Allah Minggu depan mau ngadain pengajian disini" jawab Shahia
"Nak, uang saku masih ada? kenapa tidak pernah minta dikirimi uang saku?" tanya Gus Afnan
"Alhamdulillah masih ada yah" jawab Ziya
"Gak mungkin masih ada, waktu datang kan bubu cuma kasih Ziya 200 ribu doang, masa masih ada? ini sudah 3 bulan loh" kata Shahia
"Bubu tenang saja.. Ziya selalu puasa sunah Bu.. Jadi uang Ziya tidak berkurang banyak.. Lagian kan dapet makan dari sini" jawab Ziya
Ia, Ziya bahkan suka puasa Daud untuk berhemat.. Uangnya selama ini hanya dipergunakan untuk infaq saat sekolah dan membeli sabun untuk mencuci dan keperluan mandi..
"Banyak tiang Bu disini" canda Ziya
"Hahahaah iya iya, tapi tetep nanti kita kirimi yaa" saut Gus Afnan
"Yasudah Bu, Ziya mau ada ngaji kitab.. Nanti kalau Ziya kangen Ziya telfon bubu duluan yaa.. Assalamu'alaikum Buu" salam Ziya
"Jaga kesehatan, shalat nya jangan lupa, wa'alaikumussalam" kata Shahia dan Gus Afnan
Setelah menerima telfon, Ziya langsung lari ke kamarnya dan menangis sejadi jadinya..
"Bubu.. Uang Ziya tinggal 10 ribu.. Ziya takut minta ke bubu.. Ziya kangen kalian" lirih Ziya
__ADS_1
💕💕💕💕💕💕
Ini visual Ziya yaa..
Maaf kalau terlihat terlalu tua di usianya, soalnya bingung mau pake visual siapa.. Ini saya ambil karena badannya kecil seperti Shahia, kulitnya juga putih seperti Shahia dan mukanya ke Arab Arab an gitu.. Hihi kaya Gus Afnan.. 😁
Kalau kalian punya bayangan sendiri, Monggo.. Ini saya pilih, karena biar bisa sampai Ziya besar visualnya tetap dia.. Gak berubah..😁🙏
Terimakasih
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung..