Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 70


__ADS_3

Malam hari tiba, setibanya di rumah gus Afnan mendengar suara tangis sang anak.. Dia langsung menuju ke arah suara tangis tersebut.


"Rewel lagi ya bu?" tanya gus Afnan


"Iya dari tadi nangis terus, berhenti cuma sebentar" jawab Shahia


"Sini gantian yayah yang gendong.. Bubu istirahat saja dulu" kata gus Afnan


"Yaudah bubu ke toilet dulu" kata Shahia


"Uluh uluh, anak yayah mana sayang yang sakit nak" kata gus Afnan mengajak anak berbicara


"Bismillah ya sayang.. Sembuh sembuh.. " lanjut gus Afnan lalu membacakan surat Alfatihah mengusap kepala sang anak


Setelah membaca surat Alfatihah gus Afnan membacakan doa untuk kesembuhan anak saat sakit..


"Asalullahal adhim, robbal Arsyil adhim an-yasyfiyaka.” (Ini doa ketika Nabi Muhammad menjenguk orang sakit)


Lalu membaca


"Allahumma Robbanasi Adhibilbaksa isfianta syafila’a sifa’uka si’faan Layughodirusakomah.”


(Doa yang di baca oleh Nabi Ayyub AS dan Nabi Muhammad juga pernah membaca doa ini)


"Sehat ya sayang.. Anak yayah.. Allah maha menyembuhkan.. Aamiin" kata gus Afnan


Di sisi lain, Shahia melihat apa yang di lakukan gus Afnan tersebut.


"Ya Allah, beruntungnya ana.. Terimakasih telah mempertemukan dan mempersatukan ana dengan gus Afnan.. Pria yang lemah lembut, pengertian dan perhatian." kata Shahia dalam hati


Di asrama putri, tengah terjadi keributan karena sebuah ke salah pahaman dan pencurian uang..


Ya, ada santri yang kehilangan uangnya..


"Ana enggak ngambil ustadzah" bantah Novi

__ADS_1


"Tapi duit ini ada di lemari ente!!" kata Liza


"Demi Allah ana tidak ngambil.. Ana juga punya fulus, ngapain ana nyuri" bantah Novi


"Sudah sudah, jangan pada adu mulut begini.. Bicarakan baik baik kronologinya" kata Ustadzah Uca


"Ana yakin pasti ada yang memfitnah ana ustadzah" kata Novi yang sudah menangis


"Liza memang tadi uangnya ada di mana?" tanya ustadzah Uca


"Ada di lemari ustadzah, di bawah kertas alas pakaian" jawab Liza


"Ko bisa di lemari Novi?" tanya ustadzah Uca


"Ana gak ngambil ustadzah.. Ana berani sumpah.. Kalau memang ana ngambil, ana siap di keluarin dari pesantren ini" kata Novi


"Jangan menuduh yang belum pasti dulu yaa.. Kita minta sama gus Afnan saja untuk mengetahui siapa yang mengambil uang itu" kata ustadzah Uca


"Iya ustadzah, ana gak takut.. karena memang bukan ana yang ngambil" kata Novi


"Mana ada maling ngaku, penjara penuh" ketus Liza


"Na'am ustadzah" kata mereka


Semua santri yang melihat langsung menuju alas tidurnya masing masing..


Tak heran jika ada yang berpihak kepada Liza dan ada yang berpihak kepada Novi.. Tetapi mereka tidak mau ikut bertengkar karena akan membawa masalah baru lagi..


Ke esokan harinya, saat setelah kegiatan belajar mengajar selesai, ustadzah Uca menghampiri gus Afnan yang tengah berbincang bincang bersama para asatidz yang lainnya..


"Afwan gus Afnan, ana mau bicara" kata ustadzah Uca


"Owh iya silahkan" kata gus Afnan


"Semalam santri ada yang kehilangan uang" kata ustadzah Uca

__ADS_1


"Loh ko bisa" saut ustadz Hanafi


"Entah lah stadz, yang di tuduh tidak mengaku katanya dia sama sekali tidak mengambil.. Untuk itu ana minta tolong sama gus Afnan tolong wiridin para santri siapa yang salah siapa yang benar siapa yang mengambil" kata ustadzah Uca


"Ya sudah nanti ana puasain dulu ya.. Tolong juga pantau terus kegiatan para santri, kalau memang bisa menjebak tidak apa apa.. Biar kita juga tau siapa yang tangannya usil" kata gus Afnan


"Iya gus, syukron sebelumnya" kata ustadzah Uca


"Na'am laba'sa" jawab gus Afnan


"Berani juga yaa itu santri yang mengambil" kata ustadz Hafidz


"Iya padahal perempuan loh" saut ustadz Hanafi


"Mungkin dia lagi butuh kali stadz" jawab gus Afnan


"Butuh si ya gak sampai nyolong juga gus" kata ustadz Hanafi


"Tapi dia tidak mengakui, bisa aja ada yang menjebak itu santri.. Ya gimana sih, kaya enggak pernah ngerasa jadi santri saja.. Masalahnya kan begitu, kalau bukan untuk dia sendiri mencuri ya untuk menjebak orang lain biar terkena masalah" jelas uatadz Hafidz


"Iya, santri mah gak pernah lain dah masalahnya.. Haha" kata gus Afnan


Setelah perbincangan itu, tak lama mereka membubarkan diri..


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2