
Shahia sudah senang saat sang suami bilang ingin mengusahakan permintaanya..
Ia lalu menuju dapur untuk membuat bumbu rujakan.. Saat Umi melewati dapur, Umi mendengar ada suara gaduh didapur.
"Shahia lagi ngapain nak?" tanya Umi
"Owh ini bikin bumbu rujak mi" jawab Shahia
"Shahia mau ngerujak? " tanya Umi
"Iya mii. Kepngen" jawab Shahia
"Buah nya mana?" tnya Umi
"Nanti mau dibeliin mas Afnan, jadi Shahia nyiapin dulu bumbunya" jawab Shahia
"Owhh yasudah.,Umi pergi dulu yaa sama Abah.. mau ada pengajian ibu2 kampung" kata Umi
"Iya mii hati2 yaa.. Beseknya nanti buat Shahia.. hehehe becanda" canda Shahia
"Heheehhe iya sayang" kata Umi
Tak lama Umi pergi, Gus Afnan dan Gus Arkan tiba.
"Assalamualaikum" salam gus Arkan dan gus Afnan
"Wa'alaikumussalam.. Mas.. mana buahnya?" tanya Shahia
"Sayang, buahnya langka.. Dipasar gak ada.. itu harus pesen dulu dan tunggu beberapa hari" jawab gus Afnan
"Huuuaaaaa 😭 Shahia mau ittuuuu maassss" tangis Shahia pecah
"Emang buah apa sih mas?" tanya gus Arkan
"Juwet kalau gak jamblang" jawab gus Afnan
"Ya Allah itu mah disini langka.. cermei aja mao cermei? banyak kalau cermei mah" kata gus Arkan
"Gak mauuu.. Sha maunya juwet kalau gak jamblang... pokoknya gak mau yang laaaaiiiin 😭😭" kata Shahia terisak
"Sabar ya sayangas udah bilang tukangnya ko kalau mas pesen, nanti kalau udah ada dikabarin dan mas kesana lagi" bujuk gus Afnan
"Sha udah bikin bumbu rujaknya tauuuu" rengek Shahia
"Ihhh ko pake bumbu rujak.. gak bagus buat perut, udah asem ditambah pedes gitu gak boleh ah" kata gus Afnan
"Mas jahaaaat... Shahia benciii sama mas" teriak Shahia lalu perlu kekamar
Gus Afnan dan gus Arkan terheran melihat itu..
"Dia kenapa mas?" tanya gus Arkan ke gus Afnan
"Mas juga gak tau.. biarin aja lah, entar baik sendiri" kata gus Afnan
Lalu mereka mengeluarkan kitab2 yang akan dibawa ke perpustakaan pesantren..
Malam hari tiba, Shahia sudah kembali ceria tak memikirkan masalah tadi..
Dia mengambil lauk untuk sang suami dengam senang hati..
"Adek udah gak papa?" tanya gus Afnan
"Gak papa ko" jawab Shahia tersenyum
"Emang ada apa?" tanya Abah
__ADS_1
"Tadi Shahia pengen juwet Abah kalau gak Jamblang.. Padahal Shahia udah bikin bumbu rujak, ehhh gak ada buahnya" kata Shahia tersenyum
"Shahia sehat nak?" tanya Umi khawatir
"Sehat Umii" jawab Shahia
"Yasudah makan saja sekarang" kata Abah
Hari terus belalu, Shahia dan para santri lain sudah melaksanakan Amaliyah Tadris mereka..
Sekarang saatnya mereka mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya..
Dalam sebulan itu Shahia merasa badannya tidak enak, namun bagi dia itu hanya masuk angin biasa dan kecapean..
Hari ini adalah hari jumat, dimana para santri libur dari kegiatan belajar mengajar..
Pagi ini Shahia merasa malas bangun dari tidurnya,tak biasanya dia begitu.. Biasanya selesai shalat subuh ia langsung bantu Umi memasak..
"Sayang, bangun.. udah jam berapa tuh?" kata gus Afnan membangunkan sang istri
"Bentar dulu mas.. ngantuk ihhh" jawab Shahia
"Ayuk ihh bangun.. kan semalem adek bilang mau bantu santri bersih2 asrama.. dan bantu masak didapur pondok" kata gus Afnan
"Iyaa nanti aja, bantu masak aja nanti" kata Shahia
Alhasil gus Afnan nyerah, ia membiarkan sang istri terus tidur..
"Afnan, mantu Umi mana?" tanya Umi
"Masih tidur mi, kayanya dia cape banget semalem juga pulang malem abis muhadhoroh" jawab gus Afnan
"Yasudah biarin dia istirahat tapi jangan lupa nanti bawain sarapan untuk dia" kata Umi
"Iya Umiku sayang" kata gus Afnan
"Ehh mana ini si Shahia katanya mau bantuin masak" kata Ratna
"Iya ini dia kagak nongol2" kata Muti
"Dia punya suami, mungkin ngurusin gus Afnan dulu kali" kata Nida
Tiba tiba Hasna datang..
"Nyariin Shahia ya? haha dia mah udah malea dateng kesini.. orang lg enak enak sama suaminya" kata Hasna
"Dia gak gitu yaa.. Dari kemarin juga masih suka ke asrama ko.." kata Muti
"Mungkin Shahia kecapean kali.. udah biarin aja.. disini juga banyak yang bantu masak ko" kata Nida
"Ente aja.. ana males bantuin masak.." kata Hasna berlalu pergi
"Huhh dasar tuh anak maunya enak doang" kata Evi kesel
"Udah biarin aja.. dia ini nanti yang di cap jelek" kata Muti
Dirumah Abah
"Selamat pagiii semuaa" sapa Shahia
"Udah siang sayang.. udah jam 10" kata gus Afnan terkekeh
"Apahh? ko mas gak bangunin sha sih?" protes Shahia
"Udah gak papa nak.. Sekarang shahia mandi dulu gih, terus makan yaa" kata Umi
__ADS_1
"Iya Umi, Shahia mandi dulu yaa" kata Shahia
"Iya nak, Umi panasin makanannya dulu" kata Umi
"Gak usah Umi.. Umi duduk aja.. biar Shahia aja nanti yang panasin sendiri" kata Shahia
"Yaudah kalau gitu" kata Umi tersenyum
Umi sangat sayang sama Shahia, Umi selalu memanjakannya.. Selain Shahia adalah menantu pertama, ia juga tak malu2 manja terhadap Umi.. Hal itulah yang Umi suka.. Umi berasa punya gadis kecil dirumah itu..
"Arkan pergi dulu yaa mi, bah.. mau ke masjid" kata gus Arkan
"Iya nak bersihin yaaa mesjidnyaa" kata Abah
"Siap bah.. tenang aja" kata gus Arkan
Saat dijalan menuju masjid, gus Arkan melihat seorang wanita yang ia sukai..
"Dek Nida" lirih gus Arkan tersenyum sumringah
"Assalamualaikum dek" salam gus Arkan
"Wa'alaikumussalam gus.." jawab Nida
"Mau kemana dek?" tanya gus Arkan
"Mau ke perpus gus" jawab Nida
"Owhh hati hati dek" kata gus Arkan
"Iya gus, syukron" kata Nida
Saat Nida mau lanjut jalan..
"Tunggu dek" kata gus Arkan
"Kenapa gus?" tanya Nida
"Gak mau ikut ana dek?" tanya gus Arkan
"Emang mau ngajak keman gus?" tanya Nida
"Kepelaminan 😁" jawab polos gus Arkan
"Ihh apaa sih gus Arkan ini.. bikin salting aja" batin Nida
"Ana awalan gus" kata Nida
"Dek.. " panggil gus Arkan
"Apa lagi gus?" tanya Nida jengkel
"Mundur dikit" kata gus Arkan
"Emang kenapa?" tanya Nida
"Cantiknya kelewatan" jawab gus Arkan
Nida berlalu pergi, karena ia gak mau jadi bertambah salah tingkah..
"Aaahhhhaaayyy dddeeeeuuhh dia malu malu meeeooong" kata gus Arkan kegirangan
"Tunggu mas dek.. Tunggu mas dipelaminan setelah ijab qobul" teriak gus Arkan ke Nida
"Apa sih tuh makhluk" kata Nida dalam hati salting
__ADS_1
Bersambung..