
setelah acara selesai Shahia langsung menuju rumah untuk istirahat ditemani Uminya dan Umi Salimah..
Gus Afnan dan yang lainnya masih membantu para santriwan membersihkan masjid agar bisa dipergunakan shalat maghrib berjamaah..
"Istirahat ya anak umi" kata Umi Khulsum
"Iya Umi yaa" jawab Shahia
"Mau makan sekarang nak?" tanya Umi Salimah
"Boleh Umi.. afwan yaa Shahia jadi ngerepotin" kata Shahia
"Gak papa sayang" kata Umi Salimah
Tak lama makanan untuk Shahiapun datang, Shahia memakan dengan begitu lahap..
Gus Afnan yang baru pulang dari masjid pun langsung menghampiri Shahia
"Cape ya mas?" tanya Shahia
"Enggak ko, buat anak kita mah gak ada kata cape sayang.. kalau begini aja kita ngeluh gimana kita merawatnya sampai mereka besar kelak?" kata gus Afnan sembari tersenyum
"Shahia seneng deh hari ini" kata Shahia memeluk sang suami
"Mas juga seneng banget hari ini.. Sehat sehat ya nak di perut bubu" kata gus Afnan mengelus perut sang istri
"Mas udah makan belum? " tanya Shahia
"Sudah sayang.. tadi sama para santri sama bang Rizky dan Arkan" jawab gus Afnan
"Syukur deh.. Yaudah mandi sana, sebentar lagi kan shalat maghrib mas" kata Shahia
"Iya.. mas mandi dulu yaa" kata gus Afnan lalu lekas menuju kamar mandi..
"Sehat sehat ya nak.. 2 bulan lagi kita bertemu" kata Shahia berbicara pada perutnya
__ADS_1
Malam pun tiba..
Di asrama masih saja membahas tentang acara tadi sambil menikmati kue dan buah yang mereka ambil selesai acara tadi..
"Eh eh tadi siapa yang beresin gelas bekas minum para ustadzah?" tanya Ratna
"Gak tau tuh.. padahal ane pengen banget beresin biar sisi minum mereka ane abisin.. biar berkah" kata Muti
"Iya tuh bettuull.. Sekali kali biar hidup ana berkah" kata Evi
"Evii.. keberkahan itu gak hanya dari minum bekas para ustadzah2 yang berilmu.. kita menolong orang juga kita bisa dapat keberkahan ko" kata Muti
"Iya bener tuhh.. Eh iya, 2 bulan lagi Shahia lahiran.. kalian mau kasih hadiah sendiri2 atau mau patungan? ana denger santri lain mau pada patungan untuk ngasih kado" kata Ratna
"Patungan aja yaa.." kata Evi
"Kenapa gak sendiri2 aja sih.. kita beli yang bisa dipakai sama anaknya Shahia sampai gedean dikit.. misal kaya kain gendongan atau handuk gitu" usul Muti
"Muti.. uang saku Evi aja kan Muti tau.. kalau sendiri2 Evi gak mampu" kata Evi sedih
"Tapi beli apa ya?" tanya Evi
"Kita fikirkan nanti saja.." kata Ratna
"Nida ente kenapa diem aja?" tanya Muti
"Gak papa.. perasaan ane gak enak aja.. ane ko kefikiran Shahia ya" kata Nida
"Berdoa aja semoga dia baik2 saja.. lagian juga tadi dia sehat sehat aja ko" kata Muti
"Aamiin ya Allah.. mungkin cuma perasaan ane aja" kata Nida
Dikamar Shahia
"Haduh sayang, jangan nendang nendang yaa.. perut bubu keram nih jadinya.." kata Shahia mengelus perutnya
__ADS_1
"Kenapa sayang?" tanya gus Afnan
"Dedeknya nendang nendang mas.. perut sha jadi keram" kata Shahia
"Tapi gak papa kan sayang? gak begitu sakit banget kan?" tanya gus Afnan khawatir
"Gak papa ko mas.. kan cuma nendang doang dedenya" kata Shahia
"Iyaa.. Sini mas elus elus.. mas bacain Al-Quran yaa biar dedeknya anteng gak bikin bubunya sakit.. " kata gus Afnan
Lalu gus Afnan membacakan ayat suci Al-Quran sembari mengelus perut sang istri..
Shahia hanya memandang wajah sang suami yang ia cintai itu.. Lelaki yang bertanggung jawab, perhatian, sayang dan pengertian sama dirinya..
Diruang keluarga Abah, Abi dan Umi sedang berbincang bincang.. Membicarakan masalah pesantren,bisnis dan masih banyak lagi..
Dan gus Arkan sama bang Rizky sedang berada diteras rumah, sedang menikmati kopi dan kue dengan ditemani alunan lagu yang diiringi dengan sebuah gitar..
Malam itu malam yang bahagia buat semua yang berada di pesantren..
Saat tengah malam, gus Afnan pergi ke masjid guna melaksanakan shalat tahajud setelah sebelumnya ia tidur..
Di pandang wajah sang istri, begitu cantik dengan pipi chubby karena sedang mengandung anak mereka.. Ya shahia selama hamil tak pernah memilih makanan.. Apa saja ia makan selagi aman untuk ia dan kandungannya..
"Hmm.. mas Afnan mana yaa" kata Shahia bingung
"Apa di kamar mandi ya? tapi ko g ada suara keran dinyalakan" batin Shahia
"Mas.. mas.." panggil Shahia
Saat ia mau keluar kamar, tiba tiba..
"Aaakhh.. ya Allah.. sakiit..." lirih Shahia.
Bersambung...
__ADS_1