Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 109 Season 2


__ADS_3

Keesokan harinya ba'da ashar.. Gus Afnan meminta bantuan kepada Gus Arkan dan ustadz Bahar sahabatnya itu.. Ia menceritakan semua yang ia ketahui kemarin..


Betapa syok nya ustadz Bahar saat mendengar cerita dari Gus Afnan.. Akhirnya dengan ilmu yang mereka punya.. Mereka ingin mengembalikan semua ke tempat semula..


Sore itu juga mereka bertemu dengan Hasna..


Dengan percaya dirinya ia mendekati Gus Afnan dan ingin mulai perlahan menghancurkan Gus Afnan di depan sahabat dan adiknya itu.. Namun itu semua gagal.. Dengan ilmu yang Gus Afnan punya ia berbicara bahwa ia telah mengetahui semuanya.. Bahwa dia bukanlah Hasna melainkan makhluk lain suruhan orang.. Dan orang dibalik ini semua adalah Malik.. Akhirnya karena telah terbongkar, Hasna yang tadinya mempunyai wajah putih nan cantik kini berubah menjadi menyeramkan.. Mukanya begitu merah dan matanya pun juga begitu merah.. Jari kukunya tiba tiba memanjang..


Ya, makhluk itu menampakkan sosok aslinya..


Ia meracau mengeluarkan semua niat jahatnya.. Dengan cepat Gus Arkan dan ustadz Bahar langsung memegangi tubuh Hasna itu..


"Kembalikan Hasna ke tubuhnya seperti semula.. Ia tidak tau menau masalah ini" ucap Gus Afnan tegas


"Tidak akan.. Hahaha sekarang Hasna sudah hancur.. Ia sudah ku kurung dalam kandang yang sempit dengan tangan dan kakinya yang aku ikat dengam rantai besi panas.. Hahaah" ucap makhluk itu


"Kembalikan atau kamu akan aku bakar." kata Gus Afnan


Karena begitu alot, akhirnya Gus Afnan membacakan doa doa yang ia pelajari untuk menangani makhluk makhluk yang merasuki ke tubuh manusia..


"بِسْمِ اللهِ، اَمْسَيْنَا بِاللهِ الَّذِيْ لَيْسَ مِنْهُ شَيْئٌ مُمْتَنِعٌ، وَبِعِزَّةِ اللهِ الَّتِى لاَتُرَامُ وَلاَتُضَامُ، وَبِسُلْطَانِ اللهِ الْمَنِيْعِ نَحْتَجِبُ، وَبِاَسْمَآئِهِ الْحُسْنَى كُلِّهَا عَائِدٌ مِنَ اْلاَبَالِسَةِ، وَمِنْ شَرِّ شَيَاطِيْنِ اْلاِنْسِ وَالْجِنِّ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ مُعْلِنٍ اَوْمُسِرٍّ، وَمِنْ شَرِّمَا يَخْرُجُ بِاللَّيْلِ وَيَكْمُنُ بِالنَّهَارِ، وَيَكْمُنُ بِالَّليْلِ وَيَخْرُجُ بِالنَّهَارِ وَمِنْ شَرِّمَا خَلَقَ وَذَرَأَ وَبَرَأَ، وَمِنْ شَرِّ اِبْلِيْسِ وَجُنُوْدِهِ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ أَنْتَ اَخِذٌ بِنَا صِيَتِهَا اِنَّ رَبِّيْ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ أَعُوْذُبِااللهِ بِمَااسْتَعَاذَبِهِ مُوْسَى وَعِيْسَى وَاِبْرَاهِيْمَ الَّذِيْ وَفِى مِنْ شَرِّمَا خَلَقَ وَذَرَأَ وَبَرَأَ وَمِنْ شَرِّ اِبْلِيْسِ وَجُنُوْدِهِ وَمِنْ شَرِّ مَايَبْغَى.


اَعُوْذُبِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ، وَالصّفّتِ صَفًّا، فَالزّجِرَاتِ زَجْرًا، فَالتّلِيتِ ذِكْرًا، اِنَّ اِلهَكُمْ لَوَاحِدٌ، رَبُّ السَّموتِ وَاْلاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ الْمَشرِقِ، اِنَّا زَيَّنَّا السَّمَآءَ الدُّنْيَا بِزِيْنَةٍ الْكَوَاكِبِ، وَحِفْظًا مِنْ كُلِّ شَيْطنٍ مَارِدٍ، لاَيَسَّمَّعُوْنَ اِلَى اْلْمَلَاِاْلاَعْلَى وَيُقْذَفُوْنَ مِنْ كُلِّ جَانِبٍ، دُحُوْرًا وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ. اِلاَّ مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَاَتْبَعَه شِهَابٌ ثَاقِبٌ.


Artinya:


Dengan nama Allah, kami berada di sore ini dengan nama Allah Yang tiada sesuatu pun yang dapat menghalangi-Nya, dan dengan keagungan Allah Yang tidak bisa dikalahkan dan direndahkan.


Dengan kekuasaan Allah Yang Maha Mencegah, kami berlindung, dan dengan seluruh nama-nama-Nya yang baik kami berlindung dari kejahatan iblis-iblis dan dari kejahatan setan-setan, baik dari golongan manusia maupun jin.

__ADS_1


Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan segala sesuatu yang menampakkan diri dan menyembunyikan diri, dari kejahatan segala sesuatu yang keluar di malam hari dan bersembunyi di siang hari, dari kejahatan segala sesuatu yang menampakkan diri di siang hari dan bersembunyi di malam hari.


Dan dari kejahatan segala sesuatu yang diciptakan-Nya, yang kotor dan yang bersih. Kami berlindung dari kejahatan Iblis dan pengikut-pengikutnya, dan dari kejahatan segala makhluk yang berada dalam kekuasaan-Mu. Sesungguhnya Tuhanku selalu menunjukkan jalan yang lurus.


Aku berlindung kepada Allah dengan perlindungan yang dimohonkan oleh Musa, `Isa dan Ibrahim yang memenuhi janji, dari kejahatan segala sesuatu yang diciptakan-Nya, yang kotor dan yang bersih, dan dari kejahatan Iblis dan pengikut-pengikutnya, dan dari kejahatan segala sesuatu yang membangkang. Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, dari kejahatan setan yang terkutuk Dengan nama Allah; Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.


Demi (rombongan) yang bersaf-saf dengan sebenar-benarnya. Dan Demi (rombongan) yang melarang dengan sebenar-benamya (dari perbuatan maksiat), dan demi (rombongan) yang membacakan pelajaran. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Esa. Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, dan Tuhan tempat-tempat terbit matahari. Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang. Dan telah memeliharanya (dengan se-benar-benarnya) dari setiap setan yang sangat durhaka. Setan-setan itu tidak dapat mencuri-dengar (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru, untuk mengusir mereka, dan bagi mereka siksaan yang kekal. Akan tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan), maka dia dikejar oleh kilatan api yang cemerlang."


Lalu Gus Afnan juga membasuk ujung kepala hingga ujung kaki tubuh Hasna dengan air yang sudah diberikan doa doa.. Tubuh Hasna menggelinjang hebat.. Ia memberontak dan berteriak kepanasan hingga akhirnya makhluk itu benar benar lepas dari tubuh Hasna..


Gus Afnan telah mengeluarkan tenaga ekstra untuk hal ini.. Ia langsung terduduk lemas dan memuntahkan cairan bening dari mulutnya begitu banyak.. Kepalanya pusing bagai dihantam benda berat..


Gus Arkan dan ustadz Bahar membantu keduanya..


Tubuh Hasna masih terbujur kaku.. Walau ia sudah berada ditubuhnya semula tapi ia tetap belum membuka matanya..


Tubuh Hasna menampakkan luka luka bakar di tangan dan kakinya bahkan di bagian tubuhnya pun juga ada luka bakarnya walau tak begitu parah..


Gus Afnan juga akhirnya jatuh sakit..


Ia masih kefikiran bagaimana keadaan Hasna.. Ia kesian dengan wanita itu yang tidak bersalah yang tidak tau apa apa..


Ingin sekali Gus Afnan mendatangi rumah Abah karena Hasna dirawat dirumah Abah.. Tetapi tubuhnya terasa lemas.. Mau ke kamar mandi saja ia harus dipapah oleh Shahia..


"Ceept sembuh mas.. Biar bisa main lagi sama dedek Faris" batin Shahia lalu mencium kening sang suami yang sedang tertidur..


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung..


Assalamu'alaikum temen temen..


Maaf yaa, sekali lg saya bilang.. Cerita saya itu asli pengalaman saya.. Bahkan foto sampul untuk novel ini tuh juga real asli foto pesantren saya dulu waktu mondok.. Jadi tolong hargai karya saya.. Jangan seenaknya saja bilang kaya di novel sebelah..


Maaf jika saya membicarakan ini, saya cuma gak terima aja, tiba2 ada yang chat saya melalui Instagram saya terus bilang bahwa karya saya itu mengikuti karya di novel sebelah hanya perbedaan nama dan judul.. Tapi jalan cerita 85% hampir sama..


Maaf yaa sekali lagi saya tegaskan.. Ini Real pengalaman pribadi saya cuma saya bumbui dengan sebuah percintaan hingga akhirnya menikah dan memiliki seorang anak..

__ADS_1


Kalau suka dengan karya saya Alhamdulillah kalau tidak suka ya sudah tidak perlu dibaca.. Masih banyak yang mau membaca dan menghargai karya saya.. Terimakasih ☺️


__ADS_2