
Malam harinya, gus Afnan bertanya kepada Shahia.. Apa Shahia telah mengetahui berita tentang kehilangan uang di pondok putri.. Shahia yang mendengar itu terkejut, karena tidak mengetahui hal itu sama sekali.
Akhirnya gus Afnan memberitahu kejadian itu, dan besok gus Afnan akan berpuasa untuk memulai wiridnya tersebut.
"Ya sudah sekarang yayah tidur dulu, nanti sahur bubu bangunkan" kata Shahia
"Iya yayah tidur dulu yaa, cape juga hari ini" kata gus Afnan
"Iya yah, yaudah tidur gih" kata Shahia
Tengah malam gus Afnan bangun dari tidurnya untuk melaksanakan shalat tahajud dan sahur.
Keesokan paginya, seperti biasa, Shahia sibuk mengurus keperluan suami dan anak tercinta.
Namun kali ini ia tidak menyiapkan sarapan untuk gus Afnan karena gus Afnan tengah berpuasa.
Hari ini seperti biasa, Shahia mengajar di TK, para murid begitu senang dengan pelajaran yang mereka dapat, karena selain belajar, mereka juga sambil bermain.. Maka dari itu tidak membuat mereka bosan.
Lain halnya di kelas gus Afnan, suasana kelas begitu tegang, karena hari ini kelas yang gus Afnan masuki akan menyetorkan hafalan mereka.
"Ana mulai dari absen pertama. Wahyu silahkan maju" kata gus Afnan
"Afwan gus, ana belum lancar" kata Wahyu
"Kan sudah di kasih waktu, ko masih belum lancar juga" kata gus Afnan
"Hehe iya gus, yang lain dulu gus" kata Wahyu
"Hooo, bilang aja belum hafal" celetuk santri lain
__ADS_1
"Kholas kholas, sekarang Budi maju ke depan.. Tidak ada alasan lagi yaa, karenakan sudah di beri waktu seminggu untuk menghafal" kata gus Afnan
"Siap gus, insya Allah ana hafal" kata Budi percaya diri
Setelah kegiatan belajar mengajar, seperti biasa, para asatidz berkumpul di kantor guru dan berbincang bincang, setelah mereka melaksanakan shalat dzuhur.
"Kita kapan adain rapat untuk LDKS?" tanya ustadzah Ratna
"Iya tuh, katanya mau ngadain LDKS ya stadz?" tanya ustadzah Evi
Teman temannya Shahia sudah di panggil ustadzah yaa.. Shahia pun juga begitu.. 😊
"Insya Allah lusa kita rapatkan" jawab ustadz Imron
"Wahh pasti seru tuh, ada kegiatannya kan nanti?" tanya ustadzah Ratna
"Ada pasti, ada pembekalan untuk mereka bagaimana menjadi seorang pemimpin nanti dan ada games juga" jawab ustadz Imron
"Bayar stadz?" tanya ustadzah Muti
"Bayar, tapi gak mahal ko.. Makanya besok di rapatin lagi" kata ustadz Imron
"Kalau untuk para asatidz, bayar tidak?" tanya ustadzah Evi
"Hemm Evi, udah kebaca minta gratisan dia mah" ledek ustadzah Muti
"Hahahah tau aja si mut mut" kata ustadzah Evi malu
"Kayanya bayar juga, cuma gak bayar full" jawab ustadz Hafidz
__ADS_1
"Yaa, semoga, biar Evi gak keluar uang.. Hahahah" kata ustadzah Evi tertawa
"Tinggal aja dia mah stadz, kalau enggak mau bayar" kata ustadzah Muti
"Ceburin di kali puncak nanti.. Hahah" ledek ustadzah Ratna
"Hhuhh jahat, nanti ana bilang ke Shahia ente" kata ustadzah Evi
"Paling di ketawain sama Shahia.. Hahahaah" kata ustadzah Ratna
Ya, itu perdana untuk LDKS.
Selama ini pesantren tidak pernah mengadakan LDKS, karena selalu bentrok dengan kegiatan yang lainnya.. Namun karena permintaan para santri akhirnya para asatidz merembukkan hal tersebut.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung..
__ADS_1
Terimakasih yang sudah membaca,, maaf kalau ceritanya membosankan.. Insya Allah akan di tingkatkan lagi agar menjadi sebuah cerita yang seru dan menarik.