Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 35


__ADS_3

Hari telah berganti, sesuai janji gus Afnan kepada sang istri.. Ia ingin mengajak sang istri membeli jas untuk amaliyah tadris nanti..


"Sayang.. udah siap belum?? ayukk keburu siang panas dijalan" kata gus Afnan


"Sebentar mas ku sayang.. tinggal pakai kerudung" jawab Shahia


"Ayukkk cuss jalan" lanjut Shahia


"Pakai jilbabnya yang bener apah.. masa miring gini sih" kata gus Afnan sambil merapihkan jilbabnya Shahia


"Hehehe lagian disuruh buru2" jawab Shahia


"Yukkk cuss istri mas udah cantik.. kita tidur" kata gus Afnan


"Kooookk tiduuurr siihhh" bentak Shahia kesel


"Hahaha becanda sayang.. yuk berangkat" kata gus Afnan


Setibanya mereka di mall, mereka langsung mencari barang yang mereka tuju..


"Mas, bagus gak? warnanya kalem" kata Shahia menunjukkan setelan blazer dan rok itu


"Jas apa blazer sih?" tanya gus Afnan


"Yaa intinya begini.. bagus gak?" tanya Shahia


"Bagus.. Mau yang ini aja?" tanya gus Afnan


Namun saat diliat harganya oleh Shahia akhirnya dia mengurungkan keinginannya.. Padahal dia sudah jatuh hati dengan setelan tersebut..


"Gak jadi mas, beli blazernya aja.. rok nya nanti pakai rok yang ada aja" kata Shahia


"Loh kenapa? kan sesetel begini bagus sayang" kata gus Afnan


"Mahal mas harganya" bisik Shahia


"Ya Allah sayang jadi gara gara harga? udah bungkus aja" kata gus Afnan


"Rp. 280.000 loh mas harganya.. mahal ahh ntar suami sha gak punya uang" kata Shahia


"Dek, uang mas memang gak banyak.. tapi kalau untuk beliin adek ini saja uang mas masih cukup bahkan masih lebih.. Demi adek mas gak masalah keluar uang banyak.. ini kan nafkah mas juga ke adek" kata gus Afnan


"Pakai uang thr adek dari Abi aja yaa.. cukup ko" kata Shahia


"Simpan uang itu, pakai uang mas aja yaa.. Nurut sama suami" kata gus Afnan


"Syukron ya habibi" kata Shahia lembut


Setelah itu mereka membayar blazer tersebut.


"Mas mau beli apa? mas gak beli koko?" tanya Shahia


"Enggak sayang.. koko mas banyak banget.. kita makan aja yuk laper" kata gus Afnan


"Ayuukk.. perut Shahia juga udah demo" kata Shahia


"Mau makan dimana sayang?" tanya gus Afnan


"Di situ aja yuk mas" ajak Shahia menunjuk restoran sunda yang berada didalam mall tersebut


"Yaudah yuk" kata gus Afnan


Setelah mereka memesan, tak lama makanan pun siap di hidangkan.


"Mas makasih yaa sudah buat hati Sha seneng hari ini" kata Shahia sambil memasukkan makanan kemulutnya


"Sama2 sayang.. Sudah seharusnya mas bahagiain adek" kata gus Afnan

__ADS_1


"Abis ini kita kemana lagi?" tanya Shahia


"Pulang" jawab gus Afnan singkat


"Ko pulaang? gak mau ahh masih mau jalan2" bantah Shahia


"Sayang waktu liburan tinggal seminggu loh setelah itu adek harus siap2 amaliyah tadris dan LPJ.. Adek kan belum belajar buat amaliyah tadris" kata gus Afnan


"Yaudah tapi ajarin yaa" kata Shahia


"Pasti sayang" jawab gus Afnan


Setelah makan mereka langsung menuju pesantren..


"Assalamualaikum" salam Shahia dan gus Afnan


"Wa'alaikumussalam" jawab Abah


"Umi mana bah?" tanya Shahia


"Lagi di dapur sama Uca nak" jawab Abah


Shahia hanya ber Oh saja..


"Bah kita ke kamar dulu yaa" kata gus Afnan


"Iyaa istirahat gih" kata Abah


Setibanya dikamar


"Mas cape gak? adek pijitin yaa" kata Shahia


"Boleh.. kerokin sekalian dek.. kayanya masuk angin nih" kata gus Afnan


"Okehhh bos.. Shahia ke dapur dulu yaa ambil kerokannya yang biasa buat kerokan" kata Shahia


"Ehh udah pulang nak?" tanya Umi


"Udah Umi.. Umi lagi ngapain?" tanya Shahia


"Ini siapin bahan buat masak untuk makan nanti malam untuk ustadz dan ustdzah juga" kata Umi


"Maaf ya Umi Shahia belum bisa bantu, mas Afnan minta di kerokin.. kayanya masuk angin" kata Shahia melas


"Gak papa nak.. udah ada uca ko" kata Umi sambil tersenyum ke arah Uca


"Ana buatin air jahe ya sha.. biasanya gus Afnan kalau gak enak badan selalu minum air jahe" kata ustadzah Uca


"Ohh iya nanti ana tanya dulu ya ustadzah" kata Shahia


"Bikinin aja ca.. air jahe buatan Uca itu enak sha.. biasanya Afnan selalu minum air jahe buatan Uca.." kata Umi


"Owh gitu. iyaa syukron" kata Shahia lalu pergi ke kamar


Saat dikamar Shahia langsung mengerokkin sang suami dengan hati yang panas..


Shahia sedih dia tak tau banyak tentang suaminya.. Dia takut suaminya nanti berpaling darinya..


"Sakit sayang pelan pelan.. adek ngerokkin apa nyiksa si" kata gus Afnan


"Ya ngerokkin lahh.. ini berarti banyak anginnya kalau sakit" kata Shahia kesal


"Alon alon gitu loh.." kata gus Afnan


"Bawel banget sih mas.. udah diem aja kalau mau dikerokkin" ketus Shahia


Akhirnya gus Afnan hanya bisa terdiam, dia gak mau buat Shahia tambah marah..

__ADS_1


Setelah gus Afnan dikerok, gus Afnan keluar kamar menemui Abah untuk berbincang2..


Tiba tiba..


"Gus Afnan, diminum dulu air jahenya.. katanya lagi gak enak badan yaa.." kata Ustadzah Uca


"Owhh iyaa syukron.. buatan uca ya?"tanya gus Afnan


"Iya gus.." kata Ustadzah Uca


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat..


Hati Shahia sakit, dia gak tau banyak tentang suaminya.. Dan dia kesal karena sang suami mau meminum air jahe buatan ustadzah Uca..


Dia masuk ke kamar lalu mengunci pintu kamar.. Dia nangis sejadi jadinya didalam kamar.. Namun tak ada yang tau kalau Shahia menangis..


Adzan maghrib pun berkumandang..


Saat gus Afnan ingin kekamar mengganti pakaian untuk shalat tapi kamar terkunci dari dalam..


Tok.. Tok.. Tok..


"Sayang buka pintunya dek" kata gus Afnan


"Dek, buka pintunya.. mas mau masuk.. mau ganti baju" lanjut gus Afnan


"Kenapa mas?" tanya gus Arkan


"Gak tau pintu dikunci dari dalem" jawab gus Afnan


"Tidur kali Shahia mas" kata gus Arkan


"Iya kali yaa tapi ko pake segala dikunci si" kata gus Afnan heran


Akhirnya gus Afnan memilih untuk meminjam sarung dan koko gus Arkan dan langsung menuju masjid..


Dikamar Shahia masih merasa sedih, Shahia gak mau suaminya dekat dengan yang lain.. Apalagi ustadzah Uca, karena Shahia punya feeling yang berbeda tentang ustadzah Uca..


Shahia tau kalau suaminya mengetuk pintu kamarnya, namun Shahia enggan membuka..


Lalu Shahia masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci mukanya..


Tak lama, ia keluar kamar karena sudah waktunya makan malam.. Saat Shahia keluar kamar, ia melihat gus Afnan gus Arkan Abah Umi dan juga ustadzah Uca yang sudah duduk dimeja makan..


Akhirnya Shahia urungkan niatnya untuk makan dan memilih masuk kekamarnya lagi..


"Kenapa sama Shahia nan?" tanya Abah


"Gak tau Afnan juga" kata gus Afnan


"Apa mungkin karena ada ana disini kali ya" kata ustadzah Uca


"Ahh enggak.. kalau karena ente mah pasti udah dari maren maren kali mba" kata gus Arkan


Ya, gus Arkan memanggil ustadzah Uca dengan sebutan 'Mba'


"Ada apa dengan istriku yaa" batin gus Afnan


"Kalau ada masalah bicarakan baik baik nan.. Shahia masih belum dewasa.. kamu yang harus banyak ngalah" kata Abah


"Iya bah.. nanti Afnan tanyain" kata gus Afnan


Hingga makan malam usai, gus Afnan belum juga balik ke kamar.. Mengajak Shahia makan aja pun tidak..


"Kenapa sakit ya Allah? kenapa mas Afnan gak peka kalau Shahia marah sama dia.. Setiap kali ditanya tentang ustadzah Uca mas Afnan selalu mengelak.. Salah Shahia juga yang tidak menyelidiki dulu tentang mas Afnan sebelum menerima pinangannya dulu" batin Shahia..


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2