Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 110 Season 2


__ADS_3

Sebulan telah berlalu, seminggu lagi akan ada acara drama 3 bahasa dipesantren.. Tetapi pada hari ini keluarga sedang bersiap siap untuk pergi liburan ke kebun binatang yang dimana kebun binatang itu kita bisa memberi makan langsung untuk hewan hewannya..


Para lelaki tengah sibuk memasukkan barang kedalam mobil.. Shahia sudah siap sambil menggendong baby Faris.. Sekarang usia baby Faris sudah menginjak 2 bulan lebih..


Saat semua sudah beres, mereka langsung masuk kedalam mobil.. Hanya keluarga Gus Afnan dan Gus Arkan saja yang pergi.. Abah dan jiddah tetap berada di pesantren karena mereka sudah tak sanggup untuk berpergian jauh..


Didalam mobil, semua senang terutama Munawir yang sangat bersemangat.. Sehari sebelum keberangkatan, Munawir sudah menyiapkan diri dengan mengemasi beberapa baju ke dalam tasnya dan beberapa mainan..


Padahal perginya cuma seharian doang 😅


"Naik naik kepuncak gunung.. Tinggi tinggi sekali.. uwwoooo" nyanyi Munawir


"Bukan ke puncak Munawir tapi ke kebun binatang" bantah Ziya


Sepanjang perjalanan Munawir selalu saja bernyanyi.. Sampai sampai baby Faris selalu terbangun dari tidurnya mendengar suara Munawir yang cempreng..


Sesampainya di kebun binatang Munawir langsung turun dari mobil..


Para orang tua hanya mengikuti kemauan anak anaknya.. Mulai dari melihat jerapah terlebih dahulu..


"Abii lihat deh tinggi banget" kata Munawir


"Iya tinggi banget yaa" jawab Gus Arkan


"Abi kenapa jerapah tubuhnya belang belang coklat?" tanya Putri


"Kalau belang belang hijau namanya tentara" celetuk Munawir


Para orang tua mendengar ocehan anak anaknya hanya tertawa


Lalu mereka pergi ke kandang gajah..


"Ukhty Ziya, putri.. Munawir punya tebakan" kata Munawir


"Apa tebakannya?" tanya Ziya


"Gajah yang gede apanya?" tanya Munawir

__ADS_1


"Kuping nya" jawab putri


"Salah" kata Munawir


"Badannya" jawab Ziya


"Salah" kata Munawir lagi


"Terus apa?" tanya Gus Afnan


"Kandang nya lahh.. Masa kandang gajah kecil.. Gak muat lah yaah" jawab Munawir


Mereka langsung tertawa.. Saking gemasnya dengan sang anak Gus Arkan mencubit pipi sang anak


"Uhhhhh gemes deh sama anak Abi ini.. Rasanya pengen Abi ceburin ke kolam buaya" kata Gus Arkan


Munawir yang mendengar itu mengerucutkan bibirnya


Setelah lelah berkeliling, mereka beristirahat di sebuah taman yang dimana di khususkan untuk para pengunjung bersantai dibawah pohon bersama keluarganya.. Mereka makan siang dengan bekal yang mereka bawa dari rumah..


Bukannya gak mampu beli.. Tapi serasa pikniknya gitu yaa kalau begitu.. Hehe 😁


"Iya sayang nanti kita kasih makan harimau" jawab Gus Arkan


Setelah makan, mereka langsung menuju ke loket pemesanan tiket untuk memberi makan harimau.. Para istri tidak ikut, mereka masih di taman yang sama karena Shahia lelah menggendong baby Faris berkeliling keliling..


Tak banyak pengunjung yang antri karena selain harga tiket yang mahal, pihak kebun binatang juga membatasi jumlah pengunjung..


Mereka sudah didalam mobil yang di lapisi jeruji besi untuk pelindung diri.. Tour guide juga memberi arahan kepada mereka dan memberi mereka masing masing 1 mangkok yang berisi daging sapi dicampur dengan daging ayam..


Deg deg.. Deg deg..


Jantung mereka berdebar saat pintu gerbang besar dibuka.. Tak jauh dari gerbang, sudah terlihat para harimau yang menanti untuk diberi makan..


Harimau mulai berdatangan dan bahkan ada yang naik keatas mobil tersebut..


Munawir yang tidak dapat memberi makan harimau yang berada diatas mobil itu akhirnya digendong oleh Gus Arkan.. Saat Munawir mau memberi makan tiba tiba..

__ADS_1


Aaaauuummm


"Eh kodok copot" latah Munawir


Si harimau mengaum tepat diatas kepala Munawir..


Mereka yang didalam mobil itu langsung tertawa mendengar Munawir yang latah..


Karena malu ditertawakan, akhirnya Munawir menangis.. Gus Arkan mendiamkan Munawir agar tidak menangis lagi.. Saat tangisannya sudah reda ia menangis kembali karena diledek oleh Gus Afnan..


"Jagoan latah.. Mana ada begitu" ledek Gus Afnan


Akhirnya setelah bujuk rayuan diluncurkan, Munawir terdiam dan kembali senang..


Hari sudah sore, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang kerumah dan beristirahat karena esok hari kembali beraktifitas seperti biasanya..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2