Pesona Babysitter

Pesona Babysitter
Allin VS Sella


__ADS_3

"Dio, ayo panggil Mami sayang. Anak pintar, kamu pasti bisa, buka mulutmu sayang."


Sella tak henti-hentinya membujuk bayi tampan yang berada di pangkuannya, sementara Allin masih termangu kosong menatap ke luar jendela sambil memeluk guling berbulunya yang lembut.


Obrolan Sella dan Dio tidak sama sekali dihiraukan oleh perempuan yang tengah hamil muda itu. Pernyataan Sella tadi masih tergiang-giang dipendengarannya mengganggu ketenangan batinnya.


"Ya, pintar sayang. Ulangi lagi ya Dio, nanti mami akan memberikan hadiah untukmu!" Sella mencoba membujuk, entah bocah tampan tersebut mengerti atau tidak dengan hadiah yang Sella tawarkan.


Allin melirik sekilas pada Sella yang masih tengah mengajari Dio untuk memanggil namanya dengan lengkap. Dio hanya bisa memanggil dengan penggalan kata terakir, tapi Dio sangat antusias membuka mulutnya untuk memahami apa yang dikatakan Sella.


Allin mengusap lembut guling berbulunya sambil memperhatikan reaksi Dio yang menggemaskan. Dengan mulut mungilnya, Dio mencoba melafalkan dengan benar ejaan yang sedang diajarkan Sella.


Di menit kemudian, Allin mencoba menguliti bulu dari guling tersebut, ketika bayangan Sella hadir dengan mudahnya berucap "kita bisa mulai dari awal dan berbagi semua hal, termasuk dengan suami kita."


"Allin, aku akan membawa Dio untuk jalan-jalan keluar," bibir merah Sella tersenyum tipis menatap ke arahnya, Allin yang sibuk dengan kegaduhan otaknya, tak terlalu mendengar dengan jelas, meski tatapannya pada Sella tapi pikirannya sedang berkelana jauh pada masa depan apa yang akan dia tentukan.


Putusan apakah yang harus aku ambil.


"Allin" tegur Sella yang membuyarkan lamunan panjangnya.


"Kau mendengarkan, tidak?" Tanya Sella dengan tatapan tajam.


"A-apa?" Tanya Allin terbata. "Maaf, aku lagi memperhatikan hujan di luar, untung saja kami tidak jadi pergi ke pantai. Aku sedang membayangkan jika kami sekarang di pantai dan tiba-tiba hujan deras, itu takkan baik bagi kesehatan Dio" Jawab Allin yang mencoba mencari alasan. Senyum pun tak lupa dia sematkan meyakinkan ucapannya pada Sella.


"Kau bukan memikirkan hal yang lain, kan" Tebak Sella penuh curiga.


"Ti-tidak aku hanya memikirkan kejadian yang akan kami alami, jika aku tetap memaksa tuan Vano mengajakku jalan-jalan." Dalih Allin ingin meyakinkan Sella.


Dia tidak ingin Sella tahu, bahwa dia merasa sangat terganggu dengan ajakkan Sella untuk mereka memulai lagi hubungan mereka dari awal, "saling menerima dan melengkapi." Ujar Sella ketika itu, dengan santai.


Sebagai pihak ke tiga, seharusnya Allin lah yang memohon pada Sella untuk menerima kehadirannya, di antara hubungan pernikahan mereka ini. Tapi Sella juga sebelumnya sudah mengambil keputusan untuk melepaskan Vano untuk Allin.


Kenapa dia berubah pikiran atau dia hanya ingin menggodaku, duga Allin.


"Kau tidak keberatan, kan. Aku membawa Dio dan Vano untuk pergi keluar sebentar," pinta Sella dengan mata berbinar.

__ADS_1


Allin tak seketika menjawab, ia menatap Sella penuh tanya. "Apakah dia sedang mencoba memperbaiki hubungan pernikahan ini," batin Allin.


"Allin!" Tegur Sella lagi.


"Oh, iya." Sahut Allin pada teguran Sella, bukan tentang dia mengizinkan Vano dan Dio pergi bersama Sella.


Tapi tidak dengan Sella, dia menganggap Allin menyetujui keinginan untuk memboyong Vano dan Dio keluar.


"Baiklah, kami akan pergi sekarang. Sebaiknya kau istirahat, perempuan hamil muda sepertimu tak boleh kelelahan Allin." Ujar Sella mengingatkan diri Allin.


Apa maksudnya? Pergi kemana? Batin Allin.


"Tunggu dulu!" Panggil Allin saat Sella melangkah menuju pintu.


Sella berbalik menatap Allin, "ada apa Allin?" tanyanya heran.


"Kau, ingin pergi kemana? Sekarang sedang hujan, tak bisakah kalian semua dalam rumah saja." Saran Allin dengan nada membujuk.


"Kau lucu Allin, kami keluar bukan dengan jalan kaki, kami menggunakan kendaraan yang melindungi kami dari terpaan hujan dan angin." Sindir Sella sedikit mencibir.


"Aku akan memakaikan jaket yang tebal untuk Dio. Aku perlu hiburan sedikit Allin, kau tau kan aku habis menangis membuat suasana hatiku memburuk, siapa tau selepas acara jalan-jalan kecil kami, aku bisa merubah suasana hatiku kembali." Terang Sella sedikit memaksa.


"Baiklah," sahut Allin dengan nada lemah. Kali ini Allin tak bisa menafikkan bahwa Sella terlalu pintar untuk dia beradu alasan.


"Jangan mengumpatku diam-diam Allin! Kau sendiri yang bilang tadi kehilangan mood untuk pergi keluar rumah, jadi aku dengan suka rela siap untuk menggantikan dirimu." Ujar Sella dengan seringai licik di sudut bibirnya.


"Ya, aku tidak mengumpatmu. Aku berharap kau cepat kembali"


"Baguslah!" Sahut Sella sembari membuka pintu kamar, meninggalkan Allin dengan setengah merajuk.


Setelah dia berada di balik pintu, dia tersenyum tipis menatap pada pintu yang barusan yang dia tutup.


Siluet Sella yang hilang dari pandangannya, membuat Allin sadar bahwa dia tidak boleh memberikan kesempatan pada Sella untuk berbuat semaunya lagi, mempermainkan perasaan dan hubungannya dengan Vano.


Sella seolah menarik ulur perasaannya, Allin tak ingin lengah dan membiarkan dia mempermainkannya.

__ADS_1


"Tidak!!" Pekik Allin sembari bangkit di atas ranjangnya dan bergegas keluar dari kamar.


Di ruang keluarga terdengar suara rengekan Sella yang terdengar memaksa Vano untuk menuruti kemauannya.


"Tidak, Sella! Kau pergi dengan Dio saja. Aku akan dirumah menemani Allin." Tolak Vano dengan tegas.


Langkah Allin sempat berat saat keraguan terhadap suaminya akan menerima ajakan Sella. Sebuah senyuman refleks terukir di wajah manis Allin saat mendengar jawaban Vano, dia pun mempercepat langkah kakinya, menghampiri Vano lansung bergelayut manja di lengan suaminya.


"Kurasa kau sudah mendengar dengan jelaskan, Mbak Sella, Tuan ingin menemaniku di rumah." Cibir Allin pada Sella.


"Tadi kau sudah mengizinkan aku untuk pergi dengan Vano, kenapa kau sekarang berbalik arah seperti menantangku." Tatap Sella mengejek, melihat sikap Allin yang sok manis bergelayut manja di lengan Vano.


Vano pun mengulum senyum, ternyata dia tak perlu memutar otak untuk membujuk dan meminta maaf pada Allin. Tapi istrinya itu datang dengan sendirinya bermanja ria dalam dekapannya. Vano menarik tubuh Allin lebih mendekat pada tubuhnya dan mencium pucuk kepalanya berulang, menunjukkan rasa syukurnya. Tanpa ada rasa sungkan pada Sella.


Vano lebih tertarik memperhatikan sikap Allin yang membuat dia selalu berasa diinginkan.


Sella pun mencibir melihat ke dua pasangan yang terang-terangan bermesraan dihadapannya. Dio yang berada di dalam gendong Sella merasa cemburu melihat mama dan papinya begitu dekat, Dio mengulurkan tangannya menggapai ingin minta di gendong pada Allin.


"Aish ...!" Decak Sella melihat orang-orang terdekatnya mencoba menolaknya dan lebih memilih untuk lebih dekat pada Allin.


"Melihat kalian, membuat suasana hatiku makin buruk, sebaiknya aku mencari hiburan yang lain." Gerutu Sella dengan mengulurkan Dio pada Allin.


"Semoga kau bersenang-senang hari ini Mbak Sella, dan melupakan apa yang kau katakan tadi padaku. Dan aku akan doa' kan, semoga hari ini dan menit kemudian, kau dipertemukan dengan seorang pria yang tampan dan baik hati yang membuat kau meleleh." Teriak Allin setengah menyindir.


"Tuan bilang aamiin!" Pinta Allin sambil menyikut perut suaminya dengan pelan.


"Jangan ucapkan aaminn Vano!" Balas Sella mengintimidasi Vano dan memprovokasi Allin, tapi perempuan itu tak menoleh sama sekali, dia terus menuruni anak tangga satu persatu.


Vano lebih memilih mengikuti yang diinginkan Allin dengan senyuman geli melafalkan kata "aamiin" dengan suara lantang hingga terdengar di telinga Sella.


"Allin aku akan menunggu jawaban yang tuhan berikan untukku, jika tidak sesuai doamu! Kau harus memikirkan kembali apa yang aku katakan tadi, Allin." Pekik Sella dari bawah hingga semua pelayan yang berada di sekitar mereka melirik Sella.


"Apa yang Sella katakan padamu Allin?"


Seketika mata Allin membola mendengar pertanyaan yang diajukan Vano.

__ADS_1


Allin cengar-cengir sembari menggeleng menanggapi pertanyaan Vano.


__ADS_2