Poor Child : AISYAH

Poor Child : AISYAH
Chapter 101


__ADS_3

Mama Soraya dan papa Erik kini kembali lagi ke Jakarta setelah beberapa bulan balik ke Singapura. Mereka ingin menemani Hana sampai melahirkan. Keduanya sangat antusias menyambut calon cucunya, apalagi saat mendengar Hana hamil anak kembar.


Mama Soraya selalu memborong pernak-pernik kebutuhan calon cucunya itu, bahkan semua sudah di beli oleh Mama Soraya. Hana hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat antusiasme Mama Soraya demi menyambut kelahiran sang cucu kembar.


Papa Erik lebih parah lagi, beliau bahkan sudah mempersiapkan hadiah untuk calon cucunya itu, yaitu papa Erik membeli dua mobil Alphard keluaran terbaru. Sungguh membuat Hana tercengang di buatnya.


"Pa, apa tidak berlebihan," ungkap Hana kepada papa Erik saat papa Erik mengungkapkan keinginannya itu.


"Apanya yang berlebihan. Papa kan hanya ingin memberi hadiah super istimewa buat si kembar, walau cucu papa belum lahir," pungkas papa Erik dan melangkah pergi ke taman belakang menemani Aisyah dan Marshall bermain.


Hana hanya menghela nafasnya, sungguh dirinya tak menyangka bahwa kehamilannya sangat di elukan oleh kedua mertuanya.


"Sudah biarkan saja," kata Aries sembari mengelus perut Hana.


"Tapi menurutku ini terlalu berlebih-lebihan. Lebih baik batalkan saja untuk membeli kedua mobil itu," pinta Hana kepada Aries.


"Nanti aku coba bicara sama papa."


"Harus!" tegas Hana.


***


Saat ini Hana sedang menemani Aisyah dan Marshall belajar sambil menunggu kedatangan Aries pulang dari kerjanya. Kehamilan Hana sudah menginjak sembilan bulan, tinggal menanti sang buah hati lahir ke dunia ini.


"Bu, Ais sudah selesai mengerjakan PR nya," ujarnya seraya menutup bukunya.


"Abang juga," timpal Marshall.

__ADS_1


"Kalau sudah selesai, kalian langsung istirahat dan ingat sebelum tidur gosok gigi dulu."


"Ya, Bu...." jawab keduanya.


Aisyah dan Marshall langsung membereskan peralatan belajarnya ke dalam tas. Setelah itu Marshall dan Aisyah mencium pipi Hana secara bergantian.


"Selamat malam, ibu dan juga dede-dede bayi kakak, jangan nakal ya di perut ibu kalau dede-dede nakal nanti kakak nggak akan kasih premen buat Dede," ujar Aisyah seraya mengelus perut Hana dengan penuh kasih sayang, kemudian Aisyah langsung mencium perut besar Hana.


Hana juga memberi ciuman di kening Aisyah, sebelum Aisyah beranjak pergi ke kamarnya. Begitupun dengan Marshall, Hana juga mencium kening Marshall penuh kasih sayang dan tersenyum menatap Aisyah dan Marshall.


"Langsung tidur ya, nak."


"Ya Bu, selamat malam ibu," seru Marshall, sedangkan Aisyah sudah melesat pergi lebih dulu.


Hana melirik jam di handphonenya, waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Sambil menunggu Aries pulang, Hana membuka aplikasi makanan dan melihat-lihat makanan yang ada di aplikasi. Hana menelan ludahnya saat melihat sate ayam, dan biasanya jam segitu suka ada mang sate lewat di depan rumahnya.


Hana langsung bangkit dari duduknya dan melangkah keluar rumah. Hana berjalan ke pos scurity.


"Pak Suroto, apa mang sate sudah lewat belum?"


"Eh, nyonya! mang sate ya... kayaknya tadi sudah lewat. Apa nyonya mau makan sate?"


"Iya...."


Tidak lama Bejo pun datang ke pos scurity dan membungkukkan sedikit tubuhnya.


"Tumben nyonya ke sini?" tanya Bejo.

__ADS_1


"Bejo, apa aku boleh minta tolong."


"Minta tolong apa nyonya?"


"Tolong belikan sate yang biasanya lewat sini, tapi kata pak Suroto mang sate nya sudah lewat."


"Baik Nyonya...."


Bejo yang mendapat tugas dari Hana langsung pergi mencari mang sate menggunakan motornya.


"Permisi, pak. Ada kiriman paket buat ibu Hana," ucap seseorang yang kini sudah berdiri di depan gerbang. Orang tersebut menggunakan jaket berwarna hitam dan topi, tidak lupa menggunakan masker.


Pak Suroto yang akan menutup pintu gerbangnya kembali membukanya. Pak Suroto sedikit keluar dari gerbang dan mengambil paket tersebut. Setelah itu pak Suroto membalikkan tubuhnya untuk kembali masuk ke dalam dan akan menutup gerbang, tapi tiba-tiba orang tersebut langsung membekap mulutnya pak Suroto dan pak Suroto langsung tak sadarkan diri.


Orang tersebut langsung menyeret pak Suroto ke pinggir jalan yang cukup gelap, kemudian orang tersebut kembali ke arah gerbang yang terbuka dan orang tersebut langsung memanggil kedua temannya yang bersembunyi di balik tembok tinggi rumah Aries. Ketiga orang itu melangkah masuk menemui Hana di pos scurity yang sedang menunggu Bejo membeli sate untuknya.


Hana yang sedang menunggu Bejo di kejutkan dengan kedatangan tiga orang yang berpenampilan misterius.


"Siapa kalian?"


"Cepat bawa dia," suruh orang yang tadi mengantarkan paket.


Kedua temannya mengangguk dan langsung menyeret Hana dari pos scurity dan membawanya pergi.


________***_________


Selamat menjalankan ibadah puasa

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak like 👍👍


__ADS_2